Hotel Adlon Kempinski Berlin adalah hotel mewah di Berlin, Jerman. Berlokasi di Unter den Linden, boulevard utama di distrik Mitte pusat, di sudut Pariser Platz, tepat di seberang Gerbang Brandenburg dan Memorial untuk Orang-orang Yahudi yang Terbunuh di Eropa.

Hotel Adlon Kempinski
Hotel Adlon (Berlin).jpg
Hotel Adlon Kempinski Berlin sekarang
Hotel Adlon berlokasi di Berlin
Hotel Adlon
Lokasi di Berlin
Jaringan hotelKempinski
Informasi umum
LokasiBerlinMitte, Jerman
AlamatUnter den Linden 77
Koordinat52°30′57.77″N 13°22′49.70″E / 52.5160472°N 13.3804722°E / 52.5160472; 13.3804722Koordinat: 52°30′57.77″N 13°22′49.70″E / 52.5160472°N 13.3804722°E / 52.5160472; 13.3804722
PembukaanHotel Adlon yang asli - 24 Oktober 1907
sekarang Hotel Adlon Kempinski Berlin - sejak 23 Agustus 1997
Informasi teknis
Jumlah lantai7
Desain dan konstruksi
ArsitekRainer Michael Klotz
Informasi lain
Kamar382
Restoran4
Bar5
Situs web
www.kempinski.com/adlon

Hotel Adlon yang asli dulunya adalah salah satu hotel paling terkenal di Eropa. Dibuka pada tahun 1907, sebagian besar hancur pada tahun 1945 di hari-hari terakhir Perang Dunia II, sedikit bagian sayap hotel masih terus beroperasi sampai tahun 1984. Hotel yang ada saat ini dibuka pada tanggal 23 Agustus 1997 merupakan sebuah gedung baru dengan desain yang terinspirasi oleh bangunan aslinya.

SejarahSunting

Pada akhir abad ke-19, hotel-hotel di Eropa umumnya menawarkan tidak lebih sebagai akomodasi, berevolusi menjadi tempat pertemuan sosial dan dapat menjadi tempat resepsi besar yang diadakan oleh kaum bangsawan dan orang kaya. Meniru hotel-hotel di Amerika seperti Waldorf Astoria New York, bangunan-bangunan hotel baru bermunculan di seluruh benua Eropa dengan fasilitas ruang dansa yang didekorasi dengan mewah, ruang makan, arkade, lounge merokok, perpustakaan, dan kedai kopi. Pada tahun 1873 Hotel Imperial dibuka di Wina, diikuti oleh Hôtel Ritz Paris pada tahun 1898, dan London Ritz pada tahun 1906. Di Berlin, ibu kota Kekaisaran Jerman, masyarakat kelas atas Wilhelmine sangat ingin bersaing dengan kota-kota metropolitan saingan mereka.

Pada tahun 1905 Lorenz Adlon, seorang pedagang wine yang sukses dan pemilik restoran yang berasal dari Mainz, membeli dua properti di Unter den Linden. Adlon mengelola beberapa kedai kopi di Berlin, antara lain di Taman Zoologi Berlin dan memiliki modal untuk membangun sebuah hotel di Pariser Platz, jantung ibu kota Jerman. Dia meyakinkan Kaiser Wilhelm II bahwa Berlin membutuhkan sebuah hotel mewah seperti yang ada di Paris, London dan ibu kota Eropa lainnya, dan Kaiser secara pribadi meminta dan bernegosiasi kepada pemilik Palais Redern, sebuah bangunan bergaya Neo-Renaisans yang dirancang oleh Karl Friedrich Schinkel pada tahun 1830, lokasi yang dipilih Adlon. Kaiser yang membuka jalan sehingga Adlon dapat membeli Palais itu.

Adlon dibuka pada 23 Oktober 1907 dengan Kaiser beserta istrinya dan banyak tokoh lainnya yang hadir. Hotel ini dengan cepat menjadi pusat sosial di Berlin dan sering digunakan sebagai akomodasi selama kunjungan kenegaraan, dengan para tamu seperti Tsar Nicholas II dari Rusia dan Maharaja Bhupinder Singh dari Patiala, para tokoh terkemuka seperti Thomas Edison, Henry Ford dan John D. Rockefeller serta politisi seperti Walter Rathenau, Gustav Stresemann dan perdana menteri Perancis Aristide Briand. Banyak warga Berlin yang kaya tinggal dalam waktu yang lama di hotel ini, sementara ballroom-nya menyelenggarakan acara resmi pemerintah dan acara-acara masyarakat umum.

Setelah Perang Dunia I dan Kaiser turun takhta Kaiser, Lorenz Adlon tetap menjadi pendukung kerajaan yang setia dan dia tidak pernah membayangkan lalu lintas ramai akan melewati gerbang utama Gerbang Brandenburg, di depan hotelnya, yang sebelumnya sepi karena adimarga itu hanya diperuntukkan bagi Kaiser saja. Karena itu ia terbiasa tidak pernah menengok kiri-kanan sebelum menyeberang di jalan itu. Tragisnya, Adlon ditabrak mobil pada tahun 1918 di tempat itu, dekat hotelnya sendiri. Tiga tahun kemudian, pada 7 April 1921, lagi-lagi ia ditabrak mobil di tempat yang persis sama, kali ini fatal. Putra Lorenz, Louis Adlon mengambil alih manajemen hotel bersama istrinya Hedda, yang kelahiran Jerman tetapi dibesarkan di Amerika. Selama "Masa Keemasan 20-an", Adlon tetap menjadi salah satu hotel paling terkenal di Eropa, menampung tamu selebritas termasuk Louise Brooks, Charlie Chaplin, Mary Pickford, Emil Jannings, Albert Einstein, Enrico Caruso, Thomas Mann, Josephine Baker dan Marlene Dietrich serta para politisi dan tokoh internasional seperti Franklin Roosevelt, Paul von Hindenburg dan Herbert Hoover. Hotel ini juga merupakan tempat favorit para jurnalis internasional, termasuk William L. Shirer, yang sering menyebut hotel ini dalam tulisannya. Lobi hotel dan ruang publik juga populer di kalangan diplomat asing.[1]

Pada 25 April, Louis Adlon ditangkap di rumahnya dekat Potsdam oleh pasukan Soviet setelah mereka mengira dia adalah seorang jenderal karena jabatannya "Generaldirektor". Dia meninggal di sebuah jalan di daerah Falkensee pada 7 Mei 1945, di sertifikat kematiannya tertulis akibat gagal jantung.[2]

LokasiSunting

Ketika baru dibangun menjadi hotel, alamat Hotel Adlon adalah di jalan Unter den Linden No.1, karena adimarga itu dinomori mulai dari ujung barat Gerbang Brandenburg. Alamat itu digunakan dalam iklan hotel dan menjadi identik bahwa hotel itu No.1. Akan tetapi pada akhir 1936,[3] seluruh Unter den Linden dinomori ulang, dimulai dari ujung timur Istana Berlin. Akibatnya, alamat Hotel Adlon menjadi Unter den Linden 77. Hotel Adlon Kempinski saat ini masih tetap mempertahankan alamat ini.

ReferensiSunting

  1. ^ Russell, William (4 March 2018). Berlin Embassy. 1722: Cornage Publishing. 
  2. ^ Article in German newspaper
  3. ^ Die Behörde und ihr höheres Personal – Darstellung. 2010-01-01. ISBN 9783050088297.