Herman Nawas

H. Herman Nawas, B.A. (lahir di Silungkang, Sawahlunto, 7 Agustus 1955 – meninggal di Padang, Sumatra Barat, 31 Oktober 2020 pada umur 65 tahun)[1] adalah seorang pengusaha Indonesia. Pada tahun 1985, ia bersama istrinya, Dr. Zerni Melmusi, MM, Ak, mendirikan Yayasan Perguruan Tinggi Komputer (YPTK) Padang yang kini mengelola Universitas Putra Indonesia “YPTK”.[2]

Herman Nawas
MoU between WMID and UPI YPTK Padang crop.png
Herman Nawas pada 2019
Lahir7 Agustus 1955 (umur 65)
Silungkang, Sawahlunto, Sumatra Barat
Meninggal31 Oktober 2020 (umur 65)
Padang, Sumatra Barat
KebangsaanBendera Indonesia Indonesia
Almamater
PekerjaanPengusaha
Dikenal atasPendiri Universitas Putra Indonesia “YPTK”, Padang
Suami/istriZerni Melmusi
AnakSitti Hutari Mulyani (meninggal 2018)
Herman Nawas bersama Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah pada momen Iduladha 2020

Kehidupan awalSunting

Herman Nawas lahir dari pasangan Abu Nawas (ayah) dan Nurbaya (ibu) sebagai anak kelima dari sepuluh orang bersaudara. Ayahnya, Abu Nawas, bekerja sebagai pedagang suvenir di Bandara Tabing. Salah seorang kakeknya diketahui merupakan tokoh pejuang perlawanan rakyat Silungkang pada 1927.[3]

Herman menyelesaikan pendidikan dasar hingga menengahnya di Padang pada 1974.[4] Ia berkuliah di Sekolah Tinggi Bahasa Asing Prayoga Padang dan Fakultas Ekonomi Universitas Andalas. Setelah tamat, ia sempat bekerja sebentar di Kuningan, Jakarta, lalu kembali ke Padang pada 1981.

Mendirikan kampusSunting

Pada 1985, Herman Nawas dan istrinya mendirikan Akademi Manajemen Informatika dan Komputer (AMIK “YPTK”) yang merupakan akademi komputer pertama di pulau Sumatra. Pada 1986, mereka mendirikan Akademi Akuntansi dan Manajemen Program Komputer (AAMPK “YPTK”). Langkah tersebut berlanjut dengan pendirian Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK “YPTK”) pada tahun 1987, lalu diikuti dengan pendirian Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE “YPTK) pada tahun 1992.

Pada tahun 1999, Herman Nawas dan Zerni Melmusi mendirikan Program Studi Magister Manajemen (S2) yang pertama di KOPERTIS Wilayah X (Sumbar, Riau, Jambi dan Kepri), baik di Perguruan Tinggi Negeri maupun Swasta. Selanjutnya, pada tahun 2001, dua Sekolah Tinggi dan dua Akademi yang ada digabung menjadi Fakultas Ilmu Komputer (gabungan dari STMIK-AMIK) dan Fakultas Ekonomi (gabungan dari STIE-AAMPK).

Setelah menambah 3 fakultas lagi, yaitu Fakultas Psikologi, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan serta Fakultas Teknologi Industri, maka sejak 16 Mei 2001 seluruh perguruan tersebut tergabung dalam sebuah universitas baru dengan nama Universitas Putra Indonesia YPTK, dan kemudian pada tahun tahun 2003 mendapatkan izin Menteri Pendidikan Nasional untuk membuka Program Pascasarjana Magister Ilmu Komputer (S2) yang pertama dan satu-satunya di luar Pulau Jawa.

Pada awal tahun 2019, Universitas Putra Indonesia berhasil membuka program studi S3 Doktor di bidang Manajemen pertama di PTS Kopertis/ LLDIKTI Wilayah X.

Kegiatan lainnyaSunting

Selain mengelola perguruan tinggi, Herman Nawas juga mengelola beberapa perusahaan lainnya serta aktif sebagai Ketua DPW Forum Ko­munikasi Alumni Emotional Spritual Quotient (ESQ) Sumatra Barat.[5][6]

Di bidang sosial, ia merupakan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gebu Minang Kota Padang.[7]

WafatSunting

Herman Nawas diinformasikan meninggal mendadak di kediamannya di Gurun Laweh, Kota Padang, Sabtu, 31 Oktober 2020 pukul 19.17 WIB.[8]

ReferensiSunting

  1. ^ "Kabar Duka, Ketua Yayasan UPI YPTK Padang Herman Nawas Meninggal Dunia". Padangkita.com. 2020-10-31. Diakses tanggal 2020-10-31. 
  2. ^ "Sejarah" Situs Universitas Putra Indonesia “YPTK” Padang. Diakses 25 Mei 2013.
  3. ^ https://portal.sawahluntokota.go.id/rangkaian-kegiatan-peringatan-perjuangan-rakyat-silungkang-dan-sekitarnya-1926-1927/
  4. ^ "BAPAK HERMAN NAWAS MENJADI PEMBINA UPACARA DI SMA NEGERI 2 PADANG". Situs web resmi SMA Negeri 2 Padang. 1 Februari 2016. Diakses tanggal 26 Oktober 2017. 
  5. ^ "Para Saudagar Minang Terancam Bangkrut" VIVAnews, 6 Oktober 2009. Diakses 25 Mei 2013.
  6. ^ "Payung Ceper Marak, Herman Ikhlas" Padang Ekspres, 18 Maret 2013. Diakses 25 Mei 2013.
  7. ^ https://issuu.com/haluan/docs/hln260218
  8. ^ https://covesia.com/archipelago/baca/101629/herman-nawas-meninggal-karena-serangan-jantung