Buka menu utama

Dalam kepemimpinannya, Gubernur Nusa Tenggara Timur kelima, Herman Musakabe di dampingi wakil gubernur yakni S. H. M. Lerick (1991–1996) dan Piet Alexander Tallo (1996–1998).

Herman Musakabe
Mayjen TNI Herman Musakabe.jpg
Gubernur Nusa Tenggara Timur 5
Masa jabatan
1993–1998
PresidenSoekarno
Soeharto
PenggantiPiet Alexander Tallo
Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur -
Masa jabatan
1998–1993
GubernurHendrik Fernandez
Informasi pribadi
LahirHerman Musakabe
-
-
PekerjaanTentara
Dinas militer
Pihak Indonesia
Dinas/cabangLambang TNI AD.png TNI Angkatan Darat
Masa dinas1963
PangkatPdu mayjendtni staf.png Mayor Jenderal TNI (Purnawirawan)

Sosok MusakabeSunting

Mayor Jenderal TNI (Purn) Herman Musakabe, mantan Gubernur NTT ( periode 1993 hingga 1998). Salah satu ide besarnyanya adalah mewajibkan Pegawai Negeri Sipil (PNS) untuk mengenakan seragam motif.[1] Untuk PNS pria mengenakan baju motif sedangkan celana berbahan kain berwarna gelap, sedangkan PNS perempuan mengenakan rok dan baju berbahan motif – meskipun belakangan PNS mulai modifikasi dengan seturut seleranya. Seragam motif wajib dipakai pada setiap hari Kamis dan Jumat, selain hari tersebut PNS mengenakan seragam kheki atau seragama Linmas. Seragam motif PNS di lingkup pemerintahan provinsi dan kabupaten/kota se-provinsi Nusa Tenggara Timur adalah warisan Musakabe. Warisan yang mungkin luput dari perhatian generasi PNS sesudahnya.

Musakabe menjadi perintis seragam motif di NTT yang berdampak luas secara nasional. Karena sesudah setelah Musakabe memberlakukan seragam motif, wilayah lain di belahan negeri ini mewajibkan seragam motif sesuai motif daerah masing-masing.

Program KerjaSunting

Melewati proses perencanaan yang tertuang dalam 7 Program Strategis Pembangunan NTT, yakni:

  1. Pengembangan Sumber Daya Manusia,
  2. Penanggulangan Kemiskinan,
  3. Pembangunan Ekonomi,
  4. Pengembangan dan Pemanfaatan IPTEK,
  5. Penataan Ruang,
  6. Pengembangan Sistem Perhubungan, dan
  7. Pengembangan Kepariwisataan.

Pemberlakuan seragam motif merupakan implementasi atau perwujudan dua dari tujuh Program Stragis Pembangunan yaitu Pembangunan Ekonomi dan Pengembangan Kepariwisataan.

Herman Musakabe, Pencetus Nikah Massal di Provinsi NTTSunting

Cerita yang juga memberi kenangan tersendiri, kata Musakabe, adalah cerita tentang nikah masal. Ternyata, nikah massal pertama terjadi di zaman kepemiminan Gubernur NTT, Mayjen TNI Herman Musakabe.

Nikah massal paling banyak saat itu adalah di Kabupaten TTS dengan jumlah pasangan suami-istri mencapai 5000-an pasang.

“Kadang-kadang saya diejek sama teman-teman gubernur kalau ada pertemuan para gubernur. Kata mereka, masa gubernur urus nikah massal?

Tapi kemudian nikah massal itu diikuti di propinsi-propinsi lain,” kata Musakabe.

Bagi Musakabe dan istri, berbuat baik kepada orang lain itu penting dan ia sangat merasakan manfaatnya. Karena ia pernah merasakan, pada saat-saat tertentu ia mendapat bantuan atau kebaikan dari orang lain. “Tuhan memang membalas setiap kebaikan yang diperbuat pada saatnya,” kata Musakabe.

Karier MiliterSunting

  • Angkatan: 1963
  • Kesatuan: Infanteri
  • Pangkat Terkahir Militer Aktif: Mayor Jenderal Jenderal TNI
  • Jabatan Terakhir Militer: Komandan Sekolah Staf dan Komando TNI AD

Karier

  • Kolonel: Komananda Komando Resort Militer 161/Wira Sakti
  • Brigadir Jenderal: Kepala Staf Komando Daerah Militer IX/Udayana
  • Mayor Jenderal: Komandan Sekolah Staf dan Komando TNI AD

PenghargaanSunting

  • Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Periode 1993-1998, Herman Musakabe menerima penghargaan sebagai tokoh olahraga di daerah ini oleh PDAM Kabupaten Kupang.

ReferensiSunting

Jabatan politik
Didahului oleh:
Hendrik Fernandez
Gubernur Nusa Tenggara Timur
1993 - 1998
Diteruskan oleh:
Piet Alexander Tallo