Khairuddin Barbarossa

(Dialihkan dari Hayreddin Barbarossa)

Khairuddin Barbarossa lahir 1475, Paleokipos, Yunani adalah seorang panglima perang yang berhasil memenangkan beberapa pertarungan. Nama Barbarossa artinya janggut merah. Orang besar yang berjanggut merah dalam sejarah dunia ada tiga, yaitu kaisar Frederick I Romawi (1123-1190) dan kakak beradik Oruc dan Khairuddin dari Turki.

Gambaran Hayreddin Barbarossa

Awal gerakan Barbarossa Bersaudara dimulai saat kapal keluarga mereka diserang oleh kapal bernama Knight of Rhodes. Dalam penyerangan itu, adik bungsu mereka tewas. Sejak itu, Aruj dan Hayreddin melakukan aksi pembajakan pada kapal-kapal militer yang dimiliki kerajaan-kerajaan Kristen. Aksi-aksi Aruj dan Hayreddin yang menggemparkan membuat mereka ditakuti serta disegani militer Kristen.

Masa kejayaanSunting

Khairuddin dan Arouj bin Yakub

Sultan Selim I penguasa Utsmani kesembilan. Berkuasa pada 1512 - 1520. Sultan Selim I mengangkat Arouj dan Khairuddin bin Yakub sebagai panglima armada laut Ottoman. Apa yang membuat Sultan Salim I percaya pada Khairuddin?

Khairuddin yang membantu di kedai ayahnya di pulau Lesbos sering mendengar cerita para pelaut muslim. Tertarik, tahun 1498 bersama saudara-saudara laki-lakinya menjadi prajurit laut pada usia 20 tahun. Hanya dalam waktu lima tahun mereka terkenal sebagai pasukan patroli laut yang handal. Memimpin armada patroli di tepi Mediterania. Ada suatu masa di tahun 1514 ketika Khairuddin memimpin pertempuran laut dan menaklukkan armada Spanyol.

Setahun setelah resmi menjadi Kapudan Pasha (Panglima Angkatan Laut) Kekhalifahan Utsmaniyah, pada 1516 Khairuddin menggempur dan membebaskan Aljazair. Pada tahun 1518 Spanyol berhasil mempengaruhi penguasa kota Tlemcen (Tilmisan), Aljazair bagian barat, untuk memberontak. Aruj kemudian memimpin pasukan untuk berangkat ke Tlemcen. Pemerintahan Aljazair sementara diserahkannya pada Khairuddin.

Pada 1519, Khalifah mengangkat Khairuddin sebagai Bakhlair Baik atau wakil Khalifah untuk wilayah Aljazair dan sekitarnya. Kemudian Khairuddin juga ditugasi memimpin pasukan pasukan elit Utsmani, Yanisari.

Pertempuran besar terjadi di Pulau Penon, Maroko. Spanyol mencoba merebut Aljazair kembali pada 1529. Armada Spanyol berhasil ditaklukkan dalam 20 hari. Khairuddin menyisir pantai Afrika dan menaklukkan Tunisia pada 1531.

Pada 1533, Khairuddin menyerbu Spanyol dan membebaskan lebih dari 70.000 orang muslim dan mengirim mereka ke Maroko.

Pada tahun 1535 pasukan gabungan Spanyol dan Genoa pimpinan Charles V dan Andrea Doria menyerang Tunisia dengan kekuatan 25.000 pasukan dan 500 kapal. Pertempuran berjalan tidak imbang. Tunisia jatuh ke tangan Spanyol. Pada tahun-tahun selanjutnya, Khairuddin mengalami banyak kekalahan. Lebih sering bermarkas di Beleares dan merampas kapal-kapal Portugis maupun Spanyol di selat Gibraltar.

Pada tahun 1538, Paus Paulus III mengorganisir pasukan tempur yang terdiri dari orang-orang Spanyol, Malta, Genoa, Venesia, dan Negara-Negara Kepausan. Pasukan ini diberi nama “Liga Suci” dan dipimpin oleh Laksamana Andrea Doria. Mereka memiliki misi untuk mengalahkan Barbarossa dan armada Utsmaniyyah.

Dalam pertempuran Preveza, Barbarossa menang telak atas Andrea Doria. Armada Barbarossa menenggelamkan 10 kapal Liga Suci, merebut 36 lainnya, dan membakar tiga, tanpa kehilangan satu galley pun. Mereka juga menangkap sekitar 3.000 pelaut Kristen. Walaupun demikian, 400 orang pasukan Barbarossa juga tewas, dan 800 lainnya terluka. Keesokan harinya, meski mendapat desakan dari kapten lainnya untuk tetap bertempur, namun Andrea memerintahkan orang-orang yang selamat di Armada Liga Suci untuk mundur.

Kerajaan-kerajaan Kristen di Eropa tidak tinggal diam. Armada laut diperkuat. Uni Eropa masa awal di bawah panji salib harus diciptakan melawan Islam. Pertempuran-pertempuran laut terjadi. Armada laut Khairuddin kocar-kacir. Bahkan Libya jatuh ke tangan Spanyol dan Inggris (Britania Raya) pada 1551.

Sementara di Persia, kekuasaan Shah Ismail I makin menguat. Pendiri dinasti Safawi yang bertahan sampai 1736. Ismail memproklamirkan dirinya pada tahun 1500 sebagai pemimpin Safaviyah dari mazhab Syiah Dua Belas Imam. Berkuasa tahun 1501-1524.

Kekuasaan emperium Persia ini meliputi Iran, Azerbaijan, Armenia, sebagian Georgia, Kaukasus utara, Irak, Kuwait, dan Afganistan, serta menguasai sebagian wilayah modern Suriah, Pakistan, Uzbekistan, dan Turkmenistan. Ini menggerogoti kekhalifahan Utsmaniyah.

Jadi kekhalifahan Utsmaniyah dihimpit perang dengan kerajaan-kerajaan Eropa, digerogoti makin meluasnya kekuasaan Persia di Asia tengah dan utara serta pemberontakan kesultanan-kesultanan di semenanjung Arab dan Mesir.

Tahun 1546, dalam usia senja 78 tahun, Khairuddin Barbarossa memimpin pasukan untuk merebut Malta dari tangan Knight of St. John dari Britania Raya. Namun dalam pertempuran itu, Khairuddin gugur. Khairuddin dimakamkan di Istanbul, Turki.

Bacaan lanjutanSunting

Pranala luarSunting