Buka menu utama

Harrison Brown (26 September 1917 – 8 Desember 1986) adalah fisikawan dan geokimiawan Amerika Serikat. Pada tahun 1941, ia mendapatkan gelar doktoral di bidang kimia nuklir dari Universitas Johns Hopkins.[2][3]

Harrison Scott Brown
Lahir(1917-09-26)26 September 1917
Sheridan, Wyoming
Meninggal8 Desember 1986(1986-12-08) (umur 69)
Albuquerque, New Mexico
KebangsaanAmerika Serikat
Suami/istriAdele Scrimger (cerai)
Rudd Owen (cerai
Theresa Tellez
Karier ilmiah
BidangFisika nuklir
Geokimia
Mahasiswa doktoralClair Cameron Patterson[1]
Mahasiswa ternama lainGeorge Tilton

Pada tahun 1942, Glenn T. Seaborg mengundang Brown untuk bekerja sama mencari cara memisahkan plutonium dari uranium di Laboratorium Metalurgi Universitas Chicago. Bersama Orville Hill, Brown menemukan metode yang tepat dengan menggunakan gas penguapan fluorida. Ia pindah bersama sejumlah koleganya ke Oak Ridge, Tennesse, untuk mengerjakan Reaktor Grafit X-10 di Clinton Engineer Works.[2] Brown terlibat dalam Proyek Manhattan sebagai pengawas tim dan menjadi orang pertama yang berhasil mengisolasi plutonium dalam jumlah gram.[3] Teknik yang ditemukan tim ini menjadi dasar teknik yang diterapkan di Hanford Site yang memasok plutonium untuk bom atom Nagasaki tanggal 9 Agustus 1945.[2][4] Empat bulan kemudian, ia menerbitkan Must Destruction Be Our Destiny?, buku tentang bahaya senjata nuklir.[2]

Brown kembali ke Universitas Chicago untuk bekerja sebagai profesor kimia pembantu di Institute for Nuclear Studies tahun 1946. Ia berjumpa dengan mantan koleganya dari Proyek Manhattan dan mereka pun menjadi tim pertama yang mempelajari geokimia nuklir. Brown terus meneliti meteorit dan struktur keplanetan serta cara penanggalan usia Bumi. Ia meminta Clair Cameron Patterson untuk menyelidiki komposisi isotop sebuah meteorit besi. Penelitian Patterson menghasilkan perkiraan terdekat usia Bumi dan Tata Surya.[2] Pada tahun 1948, Brown dianugerahi hadiah American Association for the Advancement of Science atas penelitiannya tentang meteorit.[3]

Sejak 1951 sampai 1977, ia menjadi profesor geokimia di Institut Teknologi California (Caltech).[2][3] Di sana, ia merekrut beberapa mantan koleganya dan para ilmuwan berpengaruh ke dalam timnya. Mereka membuat kemajuan dalam instrumentasi teleskop, pendorong jet (yang turut berkontribusi pada misi penjelajahan planet pertama NASA), dan astronomi inframerah.[2]

Brown bergabung dengan National Academy of Sciences pada tahun 1955 dan ditunjuk sebagai direktur luar negerinya pada Januari 1962, jabatan yang terus dipegangnya sampai 1974.[2] Ia tertarik dengan interaksi ilmiah antara Amerika Serikat dan Eropa Timur.[5]

Tahun 1983, Brown pensiun dan pindah ke Albuquerque, New Mexico, bersama istri ketiganya, Theresa Tellez. Brown saat itu berjuang melawan kanker paru-paru. Perawatan yang diterimanya, yaitu iradiasi tulang belakang, mengakibatkan kelumpuhan progresif.[2] Ia meninggal dunia di University of New Mexico Hospital pada tanggal 8 Desember 1986.[3]

Karya pilihanSunting

  • Must Destruction Be Our Destiny? (1946)
  • The Challenge of Man's Future (1954)
  • The Next Hundred Years (1957)
  • The Cassiopeia Affair bersama Chloe Zerwick (1968)
  • The Human Future Revisited (1978)

ReferensiSunting

  1. ^ "Clair C. Patterson (1922-1995)" (PDF). California Institute of Technology. 1997. hlm. 20. Diakses tanggal August 26, 2012. 
  2. ^ a b c d e f g h i Revelle, Roger (1994). "Harrison Brown 1917—1986 A Biographical Memoir" (PDF). National Academy of Sciences. Diakses tanggal August 26, 2012. 
  3. ^ a b c d e Heise, Kenan (December 9, 1986). "Harrison Brown, 69". Chicago Tribune. Diakses tanggal August 26, 2012. 
  4. ^ "Harrison Scott Brown, US geochemist". Science Photo Library. Diakses tanggal August 26, 2012. 
  5. ^ Cochrane, Rexmond Canning (April 21, 2012). The National Academy of Sciences: the first hundred years, 1863-1963. Nabu Press. hlm. 580–581. ISBN 978-1286264676. 

Pranala luarSunting