Harimau ngandong

Panthera tigris soloensis
Rentang fosil: Pleistocene
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Filum:
Kelas:
Ordo:
Famili:
Genus:
Spesies:
Subspesies:
Panthera tigris soloensis
Nama trinomial
Panthera tigris soloensis
Von Koenigswald, 1933

Harimau ngandong (Panthera tigris soloensis) adalah subspesies harimau yang telah punah, yang dahulu hidup tersebar di wilayah Paparan Sunda di Indonesia pada kala Plestosen.[1]

PenemuanSunting

Fosil P. t. soloensis ditemukan terutama di situs Ngandong, desa Nglebak, Kradenan, Blora. Hanya tujuh fosil yang diketahui, sehingga membuat penelitian terhadap hewan ini menjadi sulit.[2]

DeskripsiSunting

Dari sedikit peninggalan P. t. soloensis yang diketahui, diperkirakan hewan ini berukuran seperti harimau benggala saat ini. Akan tetapi, beberapa spesimen menunjukkan ukuran yang lebih besar daripada ukuran harimau modern lainnya di Indonesia. Heltler dan Volmer (2007) memperkirakan bahwa harimau ngandong jantan dapat mencapai berat potensial hingga 480 kilogram, lebih berat daripada harimau siberia yang merupakan kucing terbesar yang masih ada.[3]

PaleoekologiSunting

Selain sisa-sisa P. t. soloensis, banyak pula ditemukan fosil dari kala yang sama di Ngandong, seperti Stegodon trigonocephalus dan Elephas hysudrindicus dari ordo proboscidea (gajah-gajah purba), Bubalus palaeokerabau dan Bos paleosondaicus (kerbau-kerbau purba) dari ordo bovinae, Tapirus indicus (tapir) dan Rhinoceros sondaicus (badak) dari ordo perissodactyla yang masih ada, serta berbagai jenis spesies cervidae (rusa). Fosil homo erectus juga ditemukan di daerah ini.[4]

ReferensiSunting