Buka menu utama

Hari Nasional Republik Tiongkok

Hari Nasional Republik Tiongkok (Hanzi tradisional: 國慶日; Hanzi sederhana: 国庆日; Pinyin: Guóqìng Rì; Zhuyin Fuhao: ㄍㄨㄛˊ ㄑㄧㄥˋ ㄖˋ[1]), juga disebut Hari Sepuluh Kembar [2] (Hanzi tradisional: ; Hanzi sederhana: ; Pinyin: Shuāngshíjié; Zhuyin Fuhao: ㄕㄨㄤˉ ㄕˊ ㄐㄧㄝˊ), adalah hari kebangsaan Republik Tiongkok. Hari tersebut memperingati dimulainya Pemberontakan Wuchang pada tanggal 10 Oktober 1911 (10-10 atau sepuluh kembar), yang memicu runtuhnya Dinasti Qing di Tiongkok dan berdirinya Republik Tiongkok pada tanggal 1 Januari 1912.

Hari Nasional Republik Tiongkok
Double-tenth-symbol.svg
Sebuah simbol yang sering terlihat dalam peringatan Hari Sepuluh Kembar (merupakan kombinasi dari dua aksara "10" (十))
Nama lainHari Sepuluh Kembar
Dirayakan oleh Republik Tiongkok
JenisHistoris, kultural, nasionalis
Perayaanfestival perayaan, termasuk pertunjukan kembang api dan konser
Tanggal10 Oktober
Frekuensitahunan

Sebagai hasil dari Perang Saudara Tiongkok, pemerintah Republik Tiongkok kehilangan kontrol atas Tiongkok daratan dan pindah ke Taiwan pada bulan Desember 1949. Hari nasional ini sekarang terutama dirayakan di Taiwan, tetapi juga dirayakan oleh segelintir Tionghoa perantauan.

Perayaan di TaiwanSunting

 
Generalissimo dan mantan Presiden Republik Tiongkok Chiang Kai-shek memimpin perayaan Sepuluh Kembar tahun 1966

Selama pembentukan Republik Tiongkok, Taiwan berada di bawah kekuasaan Jepang, yang dimulai pada tahun 1895. Pada tahun 1945, setelah menyerahnya Kekaisaran Jepang di Perang Dunia II, Taiwan berada di bawah kendali Republik Tiongkok.

Di Taiwan, perayaan resmi dimulai dengan pengibaran bendera Republik Tiongkok di depan Gedung Kantor Kepresidenan, bersamaan dengan nyanyian publik Lagu Kebangsaan Republik Tiongkok. Hal ini kemudian diikuti dengan perayaan di depan Gedung Kantor Kepresidenan; dari waktu ke waktu, sebuah parade militer mungkin akan berlangsung. Perayaan juga mencakup banyak aspek dari budaya tradisional Tionghoa dan/atau Taiwan, seperti barongsai dan tim genderang, serta fitur budaya yang berasal dari penduduk asli Taiwan yang diintegrasikan ke dalam pertunjukan beberapa tahun terakhir. Kemudian pada hari tersebut, Presiden Republik Tiongkok akan menyampaikan pidato kenegaraan dan pertunjukan kembang api diadakan di seluruh kota utama Taiwan. Pada tahun 2009, seluruh festival perayaan yang disponsori pemerintah untuk Hari Sepuluh Kembar dibatalkan, dan seluruh dana yang diperuntukkan untuk festival (NT$70 juta) direalokasikan untuk rekonstruksi kerusakan yang disebabkan oleh Topan Morakot.

ReferensiSunting