Buka menu utama

Stephen Grover Cleveland (lahir di Caldwell, New Jersey, 18 Maret 1837 – meninggal di Princeton, New Jersey, 24 Juni 1908 pada umur 71 tahun) adalah Presiden Amerika Serikat yang ke-22 (1885–1889)[1] dan ke-24 (1893–1897)[2]. Ia adalah satu-satunya presiden yang menjabat dua kali secara tak berurutan. Ia juga merupakan satu-satunya Demokrat yang terpilih sebagai presiden pada masa ketika Partai Republik mendominasi politik antara 1860 dan 1912[3], serta satu-satunya Demokrat yang terpilih setelah Perang Saudara[4]. Para pengagumnya memuji karena kejujuran, independensi dan integritasnya. Sebagai pemimpin dari Demokrat Bourbon, ia menentang imperialisme, pajak, korupsi, patronage (perlindungan khusus, biasanya bagi pengusaha), subsidi, dan kebijakan-kebijakan yang menimbulkan inflasi, sementara berpegang pada prinsip-prinsip liberalisme klasik[5]. Intervensinya dalam Pemogokan Pullman pada 1894 untuk membuat kereta api tetap berjalan, menyebabkan kelompok-kelompok serikat buruh marah. Dukungannya untuk standar emas dan oposisinya terhadap perak bebas membuat marah sayap agraria partainya[6].

Grover Cleveland
President Grover Cleveland.jpg
Presiden Amerika Serikat 22 dan 24
Masa jabatan
4 Maret 1893 – 4 Maret 1897
Wakil PresidenAdlai E. Stevenson (1893-1897)
PendahuluBenjamin Harrison
PenggantiWilliam McKinley
Masa jabatan
4 Maret 1885 – 4 Maret 1889
Wakil PresidenThomas A. Hendricks (1885, meninggal saat menjabat),
Tidak ada (1885–1889)
PendahuluChester A. Arthur
PenggantiBenjamin Harrison
Gubernur New York 28
Masa jabatan
1 Januari 1883 – 6 Januari 1885
WakilDavid B. Hill
PendahuluAlonzo B. Cornell
PenggantiDavid B. Hill
Wali kota Buffalo ke-34
Masa jabatan
2 January 1882 – 20 November 1882
PendahuluAlexander Brush
PenggantiMarcus M. Drake
Informasi pribadi
Lahir18 Maret 1837
Caldwell, New Jersey
Meninggal dunia24 Juni 1908(1908-06-24) (umur 71)
Princeton, New Jersey
Partai politikDemokrat
PasanganFrances Folsom Cleveland
PekerjaanPengacara
Tanda tangan

Para pengkritik menyebut Cleveland kurang memiliki imajinasi dan tampaknya terlalu tenggelam dalam kegagalan ekonomi negara - depresi dan pemogokan - dalam masa jabatannya yang kedua[7]. Ia kehilangan kendali atas partainya yang dikuasai oleh kaum agrarian dan para pendukung perak sebagai standar moneter ("silverite") pada 1896[8].

ReferensiSunting