Groningen (Groningen)

Kota di Belanda

Groningen adalah ibu kota provinsi Groningen, Belanda. Kota ini memiliki penduduk sekitar 231.299 jiwa (1-1-2019). Kota ini memiliki sebuah universitas bernama Rijksuniversiteit Groningen.

Groningen
GroningenCity Montage.jpg
Lambang kebesaran Groningen
Location of Groningen
NegaraBelanda
ProvinsiGroningen
Munisipalitas / KotaGroningen
Pemerintahan
 • Wali kotaKoen Schuiling
Luas
(2006)
 • Total83,69 km2 (32,31 sq mi)
 • Luas daratan79,59 km2 (30,73 sq mi)
 • Luas perairan4,10 km2 (1,58 sq mi)
Populasi
 (30 November 2010)
 • Total190.166
 • Kepadatan2.324/km2 (6,020/sq mi)
 Source: CBS, Statline.
Zona waktuUTC+1 (CET)
 • Musim panas (DST)UTC+2 (CEST)
Kode pos
9711–9747
Kode area telepon050

Kota ini terletak disebelah utara daerah Hondsrug. Dokumen yang tertua merujuk bahwa kota Groningen keberadaannya dari tahun 1040. Namun diyakini kota ini sudah lama jauh sebelum itu: ditemukan jejak arkeologi yang diyakini berasal dari tahun 3950 SM - 3720 SM, walaupun demikian pemukiman yang ditemukan Groningen telah berusia 3 abad.

EtimologiSunting

Asal usul dan arti 'Groningen' dan varian yang lebih tua, 'Groeningen' masih belum pasti. Sebuah cerita rakyat menceritakan bahwa pada tahun 453 SM, orang-orang buangan dari Troya yang dipandu oleh seorang tokoh mitos bernama Gruno (atau Grunius, Gryns atau Grunus), bersama dengan sekelompok orang Frigia dari Jerman, mendirikan pemukiman di tempat yang sekarang bernama Groningen, dan membangun sebuah kastil di tepi Hunze, yang mereka sebut sebagai 'Grunoburg', dan yang kemudian dihancurkan oleh Viking.[1]

SejarahSunting

Kota ini didirikan di titik paling utara wilayah Hondsrug.[2] Sementara dokumen tertua mengenai keberadaan Groningen berasal dari tahun 1040, dimana kota ini pernah diduduki oleh Anglo-Saxon berabad-abad sebelumnya.[3] Bukti arkeologi tertua dari sebuah peradaban di wilayah tersebut berasal dari sekitar 3950–3650 SM,[4] dan pemukiman besar pertama di Groningen dapat ditelusuri kembali ke tahun 3 M.[5]

Pada abad ke-13 Groningen merupakan pusat perdagangan penting dan penduduknya membangun tembok kota untuk menegaskan otoritasnya.[6] Periode yang paling berpengaruh di kota ini adalah pada akhir abad ke-15, ketika provinsi terdekat Friesland dikelola dari Groningen.[7] Selama tahun-tahun ini Martinitoren dibangun dan dianggap sebagai landmark kota yang paling signifikan.

 
Groningen pada tahun 1575

Pada tahun 1536, Groningen menerima Kaisar Karl V, Raja Spanyol dan penguasa Habsburg dari Belanda lainnya sebagai penguasanya, dengan demikian mengakhiri otonomi wilayah tersebut.[8] Kota ini direbut dalam Pengepungan Groningen (1594) oleh pasukan Belanda dan Inggris yang dipimpin oleh Maurice dari Nassau.[9] Setelah pengepungan, kota dan provinsi ini bergabung dengan Republik Belanda.[10]

Universitas Groningen didirikan pada tahun 1614 dengan bidang studi awal di bidang hukum, kedokteran, teologi dan filsafat.[11] Selama periode ini, kota berkembang pesat dan tembok kota baru dibangun.[12] Pengepungan Groningen (1672) yang dipimpin oleh uskup Münster, Bernhard von Galen selama Perang Inggris-Belanda Ketiga gagal.[13]

Selama Perang Dunia II, alun-alun utama dan Grote Markt sebagian besar hancur dalam Pertempuran Groningen pada April 1945.[12] Namun, gereja Martinitoren, Goudkantoor, dan balai kota tidak mengalami kerusakan.[14]

PendidikanSunting

Universitas Groningen (dalam bahasa Belanda: Rijksuniversiteit Groningen), didirikan pada tahun 1614. Universitas Groningen adalah universitas tertua kedua di Belanda setelah Universitas Leiden.[15] Universitas ini memiliki sekitar 31.000 mahasiswa—22% di antaranya adalah mahasiswa internasional.[16]

Universitas Ilmu Terapan Hanze (dalam bahasa Belanda: Hanzehogeschool Groningen) didirikan pada tahun 1986 dan lebih fokus pada penerapan praktis pengetahuan, menawarkan program sarjana dan magister di bidang-bidang seperti Teknik Elektro dan Elektronik, Desain Komunikasi dan Multimedia, dan Energi Terbarukan.[17] Dengan sekitar 8,1% mahasiswa internasional, Hanze menampung lebih dari 28.000 siswa dan merupakan salah satu universitas ilmu terapan terbesar di Belanda.[18]

Pada 2020, sekitar 25% dari 230.000 penduduk di Groningen adalah pelajar. Kota ini memiliki kepadatan pelajar tertinggi dan rata-rata usia terendah di Belanda.[19]

TransportasiSunting

Bersepeda dan berjalan kakiSunting

 
Kota Groningen mengutamakan pengendara sepeda dan pejalan kaki, ketimbang kendaraan bermotor.

Groningen dikenal sebagai "Kota Bersepeda Dunia"; sekitar 57% penduduknya menggunakan sepeda untuk melakukan perjalanan di dalam kota.[20] Pada tahun 2000, Groningen terpilih sebagai Fietsstad 2002, kota bersepeda teratas di Belanda untuk tahun 2002.[21] Mirip dengan kebanyakan kota di Belanda, kota Groningen dikembangkan untuk mengakomodasi pengendara sepeda dalam jumlah besar.[22] Jaringan jalur sepeda yang luas direncanakan agar lebih nyaman untuk bersepeda ke berbagai tujuan daripada menggunakan mobil.[23]

Kota ini memiliki jalur sepeda yang terpisah, transportasi umum, dan kawasan pejalan kaki yang besar di pusat kota.[24] Pusat kota Groningen direnovasi menjadi "kawasan prioritas pejalan kaki" untuk mempromosikan jalan kaki dan bersepeda.[25] Ini dicapai dengan menerapkan mengkonfigurasi jaringan yang mendukung transportasi aktif, dan secara selektif "menyaring" perjalanan menggunakan mobil dengan mengurangi jumlah jalan raya yang melintasi pusat kota.[26] Jalan-jalan yang terlarang untuk mobil terhubung ke jaringan jalur sepeda dan pejalan kaki yang menembus seluruh area pusat. Selain itu, jalur ini melintasi alun-alun dan ruang terbuka, meningkatkan daya tarik estetika perjalanan dan mendorong lebih banyak partisipasi.[27]

RelSunting

 
Stasiun kereta api Groningen

Stasiun kereta api Groningen (Hoofdstation) adalah stasiun kereta api utama di Groningen dan memiliki layanan reguler ke sebagian besar kota besar di negara ini.[28] Bangunan stasiun pertama selesai pada tahun 1865 dan dihancurkan pada tahun 1894. Bangunan stasiun kedua dan saat ini selesai pada tahun 1896, dan terakhir dipugar pada tahun 2000. Layanan kereta api dimulai pada tahun 1866 dan saat ini disediakan oleh Nederlandse Spoorwegen dan Arriva. Ada 41 layanan bus di stasiun yang disediakan oleh Qbuzz. Dua stasiun kereta api selain ini adalah Europapark dan Noord.

BusSunting

 
Bus di Groningen

Groningen awalnya memiliki perusahaan transportasi kota sendiri. Dulu tersedia trem dan bus troli, tetapi sekarang hanya bus yang beroperasi. Bus kota sekarang beroperasi untuk Qbuzz. Selain bus kota, ada jaringan yang luas dari Groningen ke tujuan di provinsi dan tempat-tempat di Drenthe dan Friesland. Bus-bus ini berangkat dari terminal bus, tepat di depan stasiun utama. Dari sana, bus FlixBus (internasional) juga berangkat ke berbagai tujuan di Belanda, Jerman, dan Belgia.

Pranala luarSunting

Lihat pulaSunting

ReferensiSunting

  1. ^ De Navorscher: Een middel tot gedachtenwisseling en letterkundig verkeer, tusschen allen die iets weten: iets te vragen hebben, of iets kunnen oplossen ... (dalam bahasa Belanda). J.C. Loman, Jr. 1855. 
  2. ^ Roggema, Rob (2012-12-02). Swarming Landscapes: The Art of Designing For Climate Adaptation (dalam bahasa Inggris). Springer Science & Business Media. ISBN 978-94-007-4378-6. 
  3. ^ Kruit, Pieter C. van der (2014-11-18). Jacobus Cornelius Kapteyn: Born Investigator of the Heavens (dalam bahasa Inggris). Springer. ISBN 978-3-319-10876-6. 
  4. ^ Barclay, Alistair; Field, David; Leary, Jim (2020-04-30). Houses of the Dead (dalam bahasa Inggris). Oxbow Books. ISBN 978-1-78925-411-2. 
  5. ^ Palaeohistoria (dalam bahasa Inggris). A.A. Balkema. 1982. 
  6. ^ Dunford, Martin; Lee, Phil (2007-03-01). The Rough Guide to the Netherlands (dalam bahasa Inggris). Rough Guides UK. ISBN 978-1-84836-843-9. 
  7. ^ Eyewitness, D. K. (2020-05-07). DK Eyewitness The Netherlands (dalam bahasa Inggris). Dorling Kindersley Limited. ISBN 978-0-241-46459-5. 
  8. ^ Cruttwell, Clement (1808). The New Universal Gazetteer, Or, Geographical Dictionary: Containing a Description of All the Empires, Kingdoms, States, Provinces, Cities, Towns, Forts, Seas, Harbours, Rivers, Lakes, Mountains, and Capes in the Known World ; with the Government, Customs, Manners, and Religion of the Inhabitants ... ; with Twenty-eight Whole Sheet Maps (dalam bahasa Inggris). Longman, Hurst, Rees and Orme. 
  9. ^ Rosse, J. Willoughby (1859). An Index of Dates: Comprehending the Principal Facts in the Chronology and History of the World, from the Earliest to the Present Time. Alphabetically Arranged. Being a Complete Index to the Enlarged Edition of Blair's Chronological Tables (dalam bahasa Inggris). H. G. Bohn. 
  10. ^ Prokhovnik, R. (2004-03-31). Spinoza and Republicanism (dalam bahasa Inggris). Springer. ISBN 978-0-230-00090-2. 
  11. ^ "Groningen, University of". The Independent (dalam bahasa Inggris). 2011-03-22. Diakses tanggal 2022-05-22. 
  12. ^ a b Army, Major Jeffrey D. Noll U. S. (2014-08-15). Restraint In Urban Warfare: The Canadian Attack On Groningen, Netherlands, 13-16 April 1945 (dalam bahasa Inggris). Pickle Partners Publishing. ISBN 978-1-78289-810-8. 
  13. ^ Troost, Wouter (2005). William III the Stadholder-king: A Political Biography (dalam bahasa Inggris). Ashgate Publishing, Ltd. ISBN 978-0-7546-5071-3. 
  14. ^ Ashworth, G. J. (2017-11-22). The Construction of Built Heritage: A North European Perspective on Policies, Practices and Outcomes (dalam bahasa Inggris). Routledge. ISBN 978-1-351-74212-2. 
  15. ^ Essen, Arthur Joseph van (2013-11-11). E. Kruisinga: A Chapter in the History of Linguistics in the Netherlands (dalam bahasa Inggris). Springer. ISBN 978-94-017-5618-1. 
  16. ^ "Key figures". University of Groningen (dalam bahasa Inggris). 2004-07-14. Diakses tanggal 2022-05-22. 
  17. ^ "History - Hanze University of Applied Sciences, Groningen". web.archive.org. 2013-01-26. Archived from the original on 2013-01-26. Diakses tanggal 2022-05-22. 
  18. ^ "Facts & Figures". www.hanze.nl (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2022-05-22. 
  19. ^ "Groningen: student city". Groningen.nl (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2022-05-22. 
  20. ^ G, Pooley, Colin (2013-08-21). Promoting Walking and Cycling: New Perspectives on Sustainable Travel (dalam bahasa Inggris). Policy Press. ISBN 978-1-4473-1010-5. 
  21. ^ Sustainable transport : planning for walking and cycling in urban environments. R. S. Tolley. Boca Raton, FL: Published in North America by CRC Press. 2003. ISBN 978-1-60119-725-2. OCLC 316178656. 
  22. ^ Bruntlett, Melissa; Bruntlett, Chris (2018-08-28). Building the Cycling City: The Dutch Blueprint for Urban Vitality (dalam bahasa Inggris). Island Press. ISBN 978-1-61091-879-4. 
  23. ^ Becker, Annette; Lampe, Stefanie; Negussie, Lessano; Schmal, Peter Cachola (2018-04-23). Ride a Bike!: Reclaim the City (dalam bahasa Inggris). Birkhäuser. ISBN 978-3-0356-1525-8. 
  24. ^ Abbott, P. G. (1995). The Environmental Assessment of Traffic Management Schemes: A Literature Review (dalam bahasa Inggris). Transport Research Laboratory. 
  25. ^ Beatley, Timothy (2012-09-26). Green Urbanism: Learning From European Cities (dalam bahasa Inggris). Island Press. ISBN 978-1-61091-013-2. 
  26. ^ Appleby, Paul (2012-10-12). Integrated Sustainable Design of Buildings (dalam bahasa Inggris). Routledge. ISBN 978-1-136-53985-5. 
  27. ^ Commission, European (1994). City and Environment (dalam bahasa Inggris). The Commission. ISBN 978-92-826-5902-1. 
  28. ^ Ashworth, G. J. (2017-11-22). The Construction of Built Heritage: A North European Perspective on Policies, Practices and Outcomes (dalam bahasa Inggris). Routledge. ISBN 978-1-351-74212-2.