Gramedia TV

Gramedia TV adalah sebuah stasiun televisi terestrial digital swasta lokal di Indonesia yang dimiliki oleh KG Media. Stasiun ini mendapat izin untuk mulai beroperasi pada tahun 2014,[1] namun baru mulai bersiaran setelah pemerintah melakukan ujicoba siaran digital pada 15 Juni 2016.[2][3] Sampai saat ini, siaran TV ini masih belum terlalu dikenal karena minimnya promosi di masyarakat. Mayoritas acaranya merupakan acara yang pernah ditayangkan di Kompas TV berupa acara hiburan.

Gramedia TV
PT Gramedia Media Nusantara
Gramedia TV.png
Jakarta Pusat, DKI Jakarta
Indonesia
SaluranDigital: 48 UHF
Pemrograman
BahasaBahasa Indonesia
AfiliasiIndependen
Kepemilikan
PemilikKompas Gramedia (2016-2018)
KG Media (2018-sekarang)
Riwayat
Didirikan28 Juni 2008
Siaran perdana
15 Juni 2016 (siaran percobaan)
Bekas nomor kanal
42 UHF (digital multipleks TVRI Jakarta)
40 UHF (digital multipleks Trans TV Jakarta)
Gramedia Televisi
Informasi teknis
Otoritas perizinan
Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia
Gramedia TV
Kantor pusatJl. Palmerah Selatan No. 1, Gelora, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Indonesia

Hingga 1 September 2022, siarannya sendiri menghilang karena alasan perbaikan sistem selama kurang lebihnya 5 bulan. Akhirnya pada 1 September 2022 sore hari Gramedia TV dan KTV resmi mengudara kembali melalui jalur TV Digital.

SejarahSunting

 
Logo pertama Gramedia TV saat siaran percobaan (15 Juni 2016–31 Desember 2021)

Kehadiran Gramedia TV (awalnya direncanakan bernama Kompas Gramedia Televisi, disingkat KGTV) pertama kali muncul pada 2011, seiring protes Kemenkominfo akan beroperasinya Kompas TV. Pada saat itu, Kompas TV belum memiliki status sebagai televisi swasta, dan hanya menyatakan dirinya sebagai penyedia konten (content provider). Sebetulnya, PT Gramedia Media Nusantara sudah didirikan sejak tahun 2008. Gramedia TV awalnya dimaksudkan sebagai induk dari televisi berjaringan milik Kompas TV, dan akan bersiaran dengan sistem siaran digital.[4] Namun, karena belum berjalannya siaran digital, rencana tersebut menjadi mandek dan PT Gramedia Media Nusantara akhirnya menjadi badan hukum/usaha bagi Kompas TV sebagai content provider. Sebagai induk jaringan Kompas TV, kemudian adalah KTV, dan akhirnya pada 2015 berhasil mendapatkan induknya dengan membeli izin tvPlus! (PT Cipta Megaswara Televisi). Walaupun demikian, Kompas Gramedia tampaknya tetap mempertahankan ide Gramedia TV, tetapi kini sebagai televisi hiburan. PT Gramedia Media Nusantara, kemudian tidak lagi menjadi badan hukum Kompas TV dan kembali ke ide awalnya, yaitu Gramedia TV.

Awalnya, stasiun televisi ini disiarkan di multipleks digital milik TVRI Jakarta dengan kualitas gambar HD 1080i. Kemudian, dari awal 2021 hingga 2022, Gramedia TV (bersama Kompas TV dan KTV) pindah ke multipleks milik Trans Media dan mengubah formatnya menjadi SD 576i dengan menampilkan letterbox seperti masa awal Kompas TV bersiaran, dan pada Maret 2022, KTV dan Gramedia TV juga sempat muncul di multipleks milik RTV. Sepanjang bersiarannya, stasiun televisi ini hanya bersiaran di Jabodetabek saja, walaupun pada 2015 juga sempat merencanakan akan berekspansi ke Makassar di bawah jaringan PT Digital Inspirasi Indonesia dan ke Aceh di bawah PT Kompas TV Aceh-Bangka. Saat itu, direncanakan Gramedia TV akan memiliki acara yang ditargetkan bagi perempuan dan anak, serta berbasis edukatif dan mengedepankan kearifan lokal.[5][6][7]

ReferensiSunting