Buka menu utama

Ada kepercayaan masyarakat di Jepang dan negara-negara Asia Timur lainnya bahwa golongan darah ABO seseorang atau ketsueki-gata (血液型) dapat digunakan untuk menentukan kepribadiannya, sifatnya, dan kesesuaiannya dengan orang lain.[1] Kepercayaan ini sama seperti kepercayaan di beberapa negara bahwa tanda astrologi dapat menentukan kehidupan seseorang. Akan tetapi, kepribadian berdasarkan golongan darah lebih dominan di Jepang dan Asia Timur ketimbang kepribadian berdasarkan astrologi.

Tabel kepribadian golongan darah Jepang
Golongan A
Sifat baikTekun, kreatif, masuk akal, kalem, sabar, bertanggung jawab
Sifat burukTerlalu teliti, terlalu tekun, keras kepala, tegang
Golongan B
Sifat baikSemangat, aktif, aktif, kreatif, kuat
Sifat burukKurang tanggung jawab, sulit memaafkan, jalan sendiri
Golongan AB
Sifat baikKalem, menjaga diri, rasional, supel, mudah beradaptasi
Sifat burukKritis, ragu-ragu, mudah lupa, kurang tanggung jawab
Golongan O
Sifat baikPercaya diri, yakin, optimistis, berkeinginan kuat, penuh intuisi
Sifat burukEgois, dingin, penuh keraguan, tidak bisa diduga-duga, sibuk

Terinspirasi dari rasisme ilmiah yang pernah ada di Eropa pada awal abad ke-20, golongan darah digunakan oleh masyarakat Jepang untuk melawan rasisme ilmiah.[2] Kepercayaan masyarakat ini diawali oleh tulisan-tulisan Masahiko Nomi tahun 1970-an. Komunitas ilmiah dan akademik menganggap kepercayaan golongan darah ini sebagai takhayul belaka atau ilmu semu karena tidak punya dasar bukti yang kuat atau acuan terhadap kriteria yang teruji.[1][3][4] Meski penelitian mengenai hubungan sebab antara golongan darah dan kepribadian tidak begitu banyak, semua penelitian menyimpulkan bahwa tidak ada kaitan menonjol antara kedua hal tersebut.[5][6][7][8] Sebaliknya, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa hubungan tersebut ada karena tercipta sendiri (self-fulfilling) sebagai efek dari membaca ramalan golongan darah tersebut.[9][10] Dari data yang sama pun muncul hasil yang saling bertentangan: hubungan golongan darah dan kepribadian sebenarnya efek yang tercipta sendiri[11] dan tidak tercipta sendiri.[12] Beberapa hipotesis medis telah dipaparkan mengenai hal ini.[13]

Daftar isi

SejarahSunting

Sistem golongan darah ABO diakui secara luas sebagai hasil penelitian ilmuwan Austria Karl Landsteiner yang menemukan tiga golongan darah pada tahun 1900.[14]

Pada tahun 1926, Rin Hirano dan Tomita Yashima menerbitkan artikel "Blood Type Biological Related" di Army Medical Journal. Artikel ini dianggap sebagai laporan non-statistik dan tidak ilmiah yang termotivasi oleh rasisme.[butuh rujukan]

Takeji FurukawaSunting

Pada tahun 1927, Takeji Furukawa, dosen di Sekolah Guru Perempuan Tokyo, menerbitkan makalahnya yang berjudul "Penelitian Sifat Melalui Golongan Darah" di jurnal ilmiah Psychological Research. Gagasan yang dipaparkannya mendadak populer di kalangan masyarakat Jepang meski Furukawa tidak memiliki bukti apapun, dan pemerintah Jepang yang militeris saat itu mengadakan penelitian yang bertujuan menghasilkan tentara-tentara ideal.[1] Penelitian Furukawa hanya melibatkan 10 sampai 20 orang sehingga gagal memenuhi batas statistik yang diperlukan agar pengujiannya dapat diandalkan atau digeneralisasikan ke populasi yang lebih besar.[butuh rujukan]

Di sisi lain, pada tahun 1934, Fisher melaksanakan pengujian chi kuadrat yang sangat populer di era modern untuk pengujian pertama. Beberapa pakar mengaku telah menemukan perbedaaan yang menonjol mengenai sejumlah penelitian Jepang kala itu.[15]

Dalam penelitian lain, Furukawa membandingkan persebaran golongan darah di dua suku bangsa: pribumi Formosa di Taiwan dan suku Ainu di Hokkaidō. Penelitiannya didorong oleh sebuah insiden politik:[16] Saat Jepang menduduki Taiwan pasca invasi Tiongkok tahun 1895, penduduknya melawan para penjajah habis-habisan. Pemberontakan tahun 1930 dan 1931 menewaskan ratusan pendatang Jepang.[16]

Tujuan penelitian Furukawa adalah "mempelajari dasar sifat rasial bangsa Taiwan yang belakangan ini memberontak dan bertindak begitu kejam". Berdasarkan temuan bahwa 41,2% sampel Taiwan memiliki golongan darah O, Furukawa berkesimpulan bahwa sifat berontak orang Taiwan sudah tertanam secara genetik. Kesimpulannya tersebut didasarkan pada fakta bahwa di kalangan suku Ainu, yang memiliki sifat submisif, hanya 23,8% sampel memiliki golongan darah O. Furukawa berpendapat bahwa bangsa Jepang harus meningkatkan frekuensi pernikahan antarras dengan bangsa Taiwan untuk mengurangi jumlah warga Taiwan bergolongan darah O.[16]

Catatan kakiSunting

  1. ^ a b c Yamaguchi, Mari (6 May 2005). "Myth about Japan blood types under attack". MediResource Inc. Diarsipkan dari versi asli tanggal 28 December 2009. Diakses tanggal 29 December 2007. 
  2. ^ Takeji Furukawa (1927), 血液型と気質 Blood Type and Temperament - in Europe As are more than Asia, so Europeans insisted A races are superior to B races. A Japanese scholar, Takeji Furukawa opposed the idea and asserted that B persons were active while A persons were passive.
  3. ^ Dating by blood type in Japan
  4. ^ Nuwer, Rachel. "You are what you bleed: In Japan and other east Asian countries some believe blood type dictates personality". Scientific American. Diakses tanggal 16 Feb 2011. 
  5. ^ Cramer, K. M., & Imaike, E. (2002). Personality, blood type, and the five-factor model. Personality and individual differences, 32(4), 621-626.
  6. ^ Rogers, M., & Glendon, A. I. (2003). Blood type and personality. Personality and individual differences, 34(7), 1099-1112.
  7. ^ Wu, K., Lindsted, K. D., & Lee, J. W. (2005). Blood type and the five factors of personality in Asia. Personality and individual differences, 38(4), 797-808.
  8. ^ Kengo Nawata (2014), No relationship between blood type and personality: Evidence from large-scale surveys in Japan and the US, The Japanese Journal of Psychology, 85(2), 148-156.
  9. ^ Sakamoto, A., & Yamazaki, K. (2004), Blood-typical personality stereotypes and self-fulfilling prophecy: A natural experiment with time-series data of 1978–1988., Progress in Asian Social Psychology, Vol. 4, 239–262.
  10. ^ Sung Il Ryu, Young Woo Sohn (2007), A Review of Sociocultural, Behavioral, Biochemical Analyses on ABO Blood-Groups Typology, The Korean Journal of Social and Personality Psychology
  11. ^ Yamazaki, K., & Sakamoto, A. (1992), 血液型ステレオタイプによる自己成就現象II-全国調査の時系列分析- The self-fulfillment phenomenon generated by blood-typical personality stereotypes: time-series analysis of nation-wide survey II, Paper presented at the 33rd annual convention of the Japanese society of social psychology. Tokyo (pp. 342-345).
  12. ^ Matsui, Y. (1991), 血液型による性格の違いに関する統計的検討 Statistical consideration on personality difference of blood types, Bulltine of Tokyo metropolitan Tachikawa junior college, 124, 51-54.
  13. ^ Donna K. Hobgood (2011), Personality traits of aggression-submissiveness and perfectionism associate with ABO blood groups through catecholamine activities, Medical Hypotheses, 77(2):294-300.
  14. ^ Landsteiner, K. (1900). "Zur Kenntnis der antifermentativen, lytischen und agglutinierenden Wirkungen des Blutserums und der Lymphe". Zentralblatt Bakteriologie. 27: 357–62. 
  15. ^ eg. Masao Omura (Nihon University) in "血液型と性格 Blood Type and Personality", Terumitsu Maekawa (Asia University) in "血液型人間学 Blood Type Humanics" and so on.
  16. ^ a b c Becker, Peter (Ed.); Yoji Nakatani (2006). "The Birth of Criminology in Modern Japan". Criminals and their Scientists: The History of Criminology in International Perspective (Publications of the German Historical Institute). Cambridge University Press. hlm. 294. ISBN 0-521-81012-4. 

Dr LAURENT: "4groupes sanguins, 4 personnalités" Marco Pietteur ed. 2007/2014. Belgium. (In French)

Bacaan lanjutanSunting

Pranala luarSunting