Karo Kerk atau Gereja Karo, adalah sebutan bagi gereja pertama yang berdiri untuk melayani Suku Karo. Pertama kali berdiri di Buluhawar.

Bangunan pertamanya juga berdiri di Buluhawar, ditahbiskan pada tanggal 24 Desember 1899 oleh Pdt. Meint Joustra, seorang guru injil berkebangsaan Belanda yang dikirim oleh NZG untuk misi Pekabaran Injil bagi masyarakat Suku Karo.

Dikatakan "sebutan" bagi gereja untuk melayani Suku Karo, karena pada saat pertama kali penginjilan dilakukan bagi Suku Karo yang dipelopori oleh Nederlandsch Zendeling Genootschap (NZG) dari tahun 1890 dimana Pdt.H.C. Kruyt bersama Nicolas Pontoh dikirim untuk melakukan penginjilan bagi Suku Karo di kawasan Karo Jahé, hingga tahun 1941 tidak ada sebuah sinode atau denominasi gereja yang didirikan. Tetapi semua pelayanan yang dinaungi oleh NZG tersebut dinamai dengan Karo Kerk atau Karo Zending.

Akibat kekalahan Belanda atas Jerman (1941) di Perang Dunia, semua aset-aset tanah jajahan Belanda diambil alih Jerman, tak terkecuali lahan zending garapan Nederlandsch Zendeling Genootschap (NZG) (Lembaga Zending Belanda) yang kemudian jatuh ke tangan Rheinische Missionsgesellschaft (RMG) (Lembaga zending Jerman).


KontroversiSunting

Banyak kalangan yang menterjemahkan secara liar Karo Kerk ke dalam berbagai nama. Misalkan menjadi Gereja Kristen Karo, Gereja Protestan Karo, Gereja Kristen Protestan Karo, Gereja Batak Karo Protestan, dsb. Padahal, secara harafiah, Karo Kerk cukup diterjemahkan dengan Gereja Karo.

Ada lagi yang beranggapan kalau GBKP adalah gereja Karo Pertama yang dulu pertama berdiri di Buluhawar, sehingga terjadi salah tafsir dan perubahan dari yang harusnya Peringeten sehna Berita Simeriah man Kalak Karo atau dalam Bahasa Indonesia-nya "Peringatan Pekabaran Injil bagi Suku Karo" menjadi "Peringatan berdirinya GBKP" atau "ulangtahun GBKP", ini jelas keliru! Sebab 14 April 1890 itu hari dimana Pdt. H. C. Krujt dan Nicolas Pontoh utusan dari Nederlandsch Zendeling Genootschap (NZG) (Lembaga Zending Belanda) untuk pertamakalinya menginjakkan kaki di Buluhawar (lokasi penginjilan pertama bagi Suku Karo) dan 24 Desember 1899 bangunan gereja pertama ditahbiskan oleh Pdt. Meint Joustra di Buluhawar.

Sedangkan GBKP baru muncul pada tahun 1941. Jadi, peringatan 1890 lebih tepat adalah sebagai Peringatan Pekabaran Injil Bagi Suku Karo.

ReferensiSunting


Karo Kerk
Nederlandsch Zendeling Genootschap
Gereja Karo Pertama Ditahbiskan (Bagian 1)
Gereja Karo Pertama Ditahbiskan (Bagian 2)
Catatan Pinto, 19 Tahun di Buluhawar
Sejarah berdirinya GBKP
GBKP
Gereja Injili Karo Indonesia