Buka menu utama

Gerakan völkisch (bahasa Jerman: völkische Bewegung, "gerakan kerakyatan"), adalah penafsiran Jerman mengenai gerakan populisme, dengan fokus romantisisme pada cerita rakyat dan literatur "organik", yakni "komunitas yang tumbuh secara alami dalam persatuan", ditandai oleh metafora satu tubuh (Volkskörper) untuk seluruh penduduk selama periode akhir abad ke-19 hingga era Nazi.

Pengaruh terhadap NazismeSunting

Ideologi völkisch berpengaruh terhadap perkembangan Nazisme. Joseph Goebbels secara terbuka menegaskan dalam reli Nuremberg 1927 bahwa jika gerakan populis (völkisch) tahu bagaimana memahami kekuasaan dan mengajak ribuan orang turun ke jalan, ia akan memperoleh kekuasaan politik pada 9 November 1918 (pecahnya Revolusi Jerman 1918-1919 yang didalangi PDS, akhir dari Kekaisaran Jerman).[1] Adolf Hitler menulis dalam Mein Kampf (Perjuanganku): "ide-ide dasar gerakan Sosialis Nasional adalah populis (völkisch) dan ide populis bersumber dari Sosialis Nasional."

Lihat jugaSunting

CatatanSunting

ReferensiSunting

  • Dohe, Carrie b. Jung's Wandering Archetype: Race and Religion in Analytical Psychology. London: Routledge, 2016.
  • Goodrick-Clarke, Nicholas. 1985. The Occult Roots of Nazism: The Ariosophists of Austria and Germany 1890-1935. Wellingborough, England: Aquarian Press. ISBN 0-85030-402-4. (1992. The Occult Roots of Nazism: Secret Aryan Cults and Their Influence on Nazi Ideology. New York: New York University Press. ISBN 0-8147-3060-4)
  • Kurlander, E. 2002. "The Rise of Völkisch-Nationalism and the Decline of German Liberalism: A Comparison of Liberal Political Cultures in Schleswig-Holstein and Silesia 1912–1924", European Review of History 9(1): 23-36. Abstract
  • Mosse, George L. 1964. The Crisis of German Ideology: Intellectual Origins Of The Third Reich. New York: Grosset & Dunlap.
  • Stern, Fritz. 1961, 1963. The Politics Of Cultural Despair: A Study In The Rise Of The Germanic Ideology. Berkeley: University of California Press.