Buka menu utama

Gennaro Ivan "Rino" Gattuso[1][5] Ufficiale OMRI (pengucapan bahasa Italia: [dʒenˈnaːro ɡatˈtuːzo]; lahir 9 Januari 1978; umur 41 tahun) adalah seorang mantan pemain sepak bola asal Italia yang kini menjadi pelatih klub A.C. Milan.[6][7][8]

Gennaro Gattuso
Gennaro Gattuso 2008.jpg
Gattuso bermain untuk Milan di tahun 2008
Informasi pribadi
Nama lengkapGennaro Ivan Gattuso[1]
Tanggal lahir9 Januari 1978 (umur 41)
Tempat lahirCorigliano Calabro, Italia
Tinggi177 cm (5 ft 10 in)[1]
Posisi bermainGelandang bertahan
Informasi klub
Klub saat iniMilan (pelatih)
Karier junior
1990–1995Perugia
Karier senior*
TahunTimTampil(Gol)
1995–1997Perugia10(0)
1997–1998Rangers34(3)
1998–1999Salernitana25(0)
1999–2012Milan387(10)
2012–2013Sion27(1)
Total483(14)
Tim nasional
1995–1996Italia U-18[2]14(3)
1998–2000Italia U-21[2]21(1)
2000Olimpiade Italia[3]3(0)
2000–2010Italia[4]73(1)
Kepelatihan
2013Sion (pemain-pelatih)
2013Palermo
2014–2015OFI Crete
2015–2017Pisa
2017Milan Primavera
2017–Milan
* Penampilan dan gol di klub senior hanya dihitung dari liga domestik.

Sebagai seorang pemain, ia biasa bermain di lini tengah sebagai gelandang bertahan, meskipun begitu, ia juga mampu bermain di sisi sayap.[9] Meskipun ia awalnya bermain untuk klub kecil di Italia, seperti Perugia dan Salernitana, serta klub Skotlandia Rangers, akan tetapi namanya begitu dikenang saat ia bermain bersama Milan di Serie A, di mana ia memenangkan Liga Champions pada musim 2002–03 dan 2006–07, Coppa Italia pada musim 2002–03, dan juga gelar Serie A pada musim 2003–04 dan 2010–11. Selain gelar-gelar tersebut, ia juga memenangkan dua Piala Super Italia, dua Piala Super UEFA, dan sebuah Piala Dunia Antarklub FIFA. Di tingkat internasional, ia mewakili tim nasional sepak bola Italia di Olimpiade Musim Panas 2000, tiga Piala Dunia FIFA, dua Kejuaraan Eropa UEFA, dan Piala Konfederasi FIFA 2009.

Gattuso memiliki kemitraan yang begitu kental di lini tengah dengan playmaker Andrea Pirlo, baik di level klub maupun internasional, memainkan peran kunci dalam kemenangan Italia di Piala Dunia 2006, serta keberhasilan Milan di kancah domestik, Eropa, dan internasional selama pertengahan tahun 2000-an. Meskipun tidak diberkati dengan keterampilan teknis yang menonjol, akan tetapi kecepatan, kekuatan, dan tingkat kerja Gattuso melengkapi dan mendukung gaya bermain kreatif Pirlo, sementara energi, agresi, dan gaya permainannya yang keras memungkinkan Gattuso untuk melegitimasikan dirinya sendiri sebagai salah satu pemain terbaik di dunia di posisi bermainnya tersebut.[10][11][12][13] Selain kemampuannya memenangkan bola, Gattuso juga terkenal karena sifat kompetitif dan kualitas kepemimpinannya sepanjang kariernya, ia sering kali mengenakan ban kapten untuk Milan setelah pensiunnya Paolo Maldini.[5][14]

Karier kepelatihan Gattuso dimulai sebagai pemain sekaligus manajer di klub terakhirnya, Sion dari Liga Super Swiss, dan ia juga sempat melatih sebentar di Palermo dan OFI Crete. Pada Juni 2016, ia memimpin Pisa untuk promosi ke Serie B.

Karier klubSunting

Karier awalSunting

Gattuso lahir di Corigliano Calabro, Italia. Ia memulai kariernya di tim asal Umbria, yakni Perugia, tetapi kemudian pindah pada Juli 1997, pada usia 19 tahun, ke tim asal Skotlandia Rangers.

Walter Smith, pelatih yang membawa Gattuso ke Glasgow, meninggalkan klub itu pada tahun 1998. Pengganti Smith, Dick Advocaat, tidak menyukai Gattuso dan setelah dimainkan di posisi bermain yang tidak biasanya sebagai bek kanan, pemain Italia itu dijual pada Oktober 1998 ke klub yang baru promosi ke Serie A, Salernitana dengan nilai 4 juta poundsterling. Meskipun penampilannya bagus, akan tetapi hal itu tidak cukup untuk mencegah timnya dari degradasi.

MilanSunting

Gattuso dibeli oleh Milan seharga 8 juta dari Salernitana pada musim panas 1999.[15] Ia bermain pertama kali bersama klub pada 15 September 1999, di mana timnya meraih hasil imbang 0-0 atas Chelsea di Liga Champions UEFA;[16] ia kemudian segera masuk ke starting line-up pada musim itu, dan juga memainkan pertandingan derby Milan pertamanya pada 24 Oktober 1999, di mana ia tampil bagus dan langsung disayangi para penggemar Milan karena kematangan dan keuletan yang ia tunjukkan ketika menghadapi striker Inter, Ronaldo, yang secara luas dianggap sebagai pemain terbaik di dunia pada saat itu.[17]

Selama di Milan, tingkat kerja dan keserbagunaan Gattuso sebagai pemenang bola membuat manajer Milan, Carlo Ancelotti menempatkan playmaker lini tengah Andrea Pirlo di sampingnya dalam posisi menyerang yang lebih kreatif, sementara Gattuso mendukung Pirlo dalam peran yang lebih dalam, seperti seorang gelandang bertahan; kemitraan lini tengah ini sangat penting bagi keberhasilan domestik dan internasional Milan selama masa kepemimpinan Ancelotti, yang mana berhasil meraih Coppa Italia, Liga Champions UEFA dan Piala Super UEFA pada tahun 2003, serta gelar Serie A dan Supercoppa Italiana pada tahun 2004.[11][18] Gattuso menandatangani perpanjangan kontrak dengan Milan pada Juni 2003[19] dan pada bulan Oktober 2004.[20] Selama periode ini, Gattuso juga mencapai Final Liga Champions 2005 dengan Milan, akan tetapi dikalahkan oleh Liverpool melalui adu penalti, setelah awalnya memimpin 3-0 di babak pertama.[21][22]

 
Gattuso pada bulan Mei 2007

Gattuso memainkan pertandingan ke-300 untuk klub pada saat meraih hasil imbang tanpa gol di Liga Champions melawan Lille pada 26 September 2006, dan ia memperpanjang kontraknya dengan Milan hingga 2011 pada 1 Februari 2007.[23] Pada 23 Mei 2007, Gattuso memenangkan Liga Champions untuk kedua kalinya selama berkarier ketika Milan mengalahkan Liverpool 2-1 di final.[24][25]

Setelah memenangkan Piala Dunia Antarklub FIFA, pada tanggal 27 Desember 2007, Gattuso berlatih dengan mantan klubnya Rangers untuk mendapatkan kembali kebugaran selama liburan musim dingin Serie A, sementara istrinya mengunjungi keluarga di Skotlandia selama Natal.[26] Desember tahun berikutnya, Gattuso menderita cedera robek ligamentum cruciatum anterior pada saat timnya meraih kemenangan di liga 1-0 atas Catania. Meskipun cedera, Gattuso tetap bermain selama 90 menit sebelum didiagnosis oleh dokter klub setelah pertandingan. Ia menjalani operasi untuk memperbaiki kerusakan pada 19 Desember 2008 di Antwerpen, Belgia. Ia diperkirakan akan absen hingga enam bulan, tetapi berhasil kembali ke bangku cadangan Milan pada 10 Mei saat Milan melawan Juventus, sebulan lebih cepat dari jadwal.

 
Gattuso pada tahun 2009

Pada 22 Agustus 2009, ia tampil di pertandingan ke-400 bersama Milan dalam pertandingan pembuka musim Serie A 2009–10 melawan Siena, dan pada saat itu ia mengenakan ban kapten.[16] Pada 14 Desember 2009, telah dikonfirmasi oleh Milan bahwa Gattuso akan tetap menjadi pemain Milan hingga 30 Juni 2012, setelah menambahkan satu tahun lagi kontraknya.[27]

Musim 2010–11 bersama Milan adalah salah satu musim terbaik Gattuso dalam kariernya, ia berhasil mengakhiri puasa gol selama tiga tahun lewat gol yang ia cetak melalui tendangan kaki kiri dari luar kotak penalti, yang terbukti menjadi gol penentu dalam kemenangan 1-0 Milan atas Juventus pada 5 Maret 2011.[28] Gattuso kemudian mencetak gol lain dalam kemenangan 4-1 melawan Cagliari dengan sundulan jarak jauh yang mengalahkan kiper, yang keluar dari barisannya. Gattuso merayakan kemenangan Scudetto ke-18 Milan setelah hasil imbang tanpa gol melawan Roma pada 7 Mei.[29]

Gattuso mengalami masalah penglihatan pada awal September 2011, beberapa hari sebelum musim dimulai.[30] Pada 9 September 2011, Gattuso menabrak rekan setimnya Alessandro Nesta saat bermain melawan Lazio di pertandingan pembuka Serie A Milan musim 2011-12. Ia digantikan secara langsung setelah itu di menit ke-20 dan didiagnosis menderita kelumpuhan saraf kranialis keenam, yang menghasilkan penglihatan ganda,[31] cedera yang bisa mengakhiri karier sepakbolanya. Ia kemudian mengungkapkan bahwa dirinya melihat rekan satu timnya Zlatan Ibrahimović di empat posisi berbeda beberapa saat sebelum pertandingan, dan tidak dapat melihat Nesta, yang mengakibatkan tabrakan kedua pemain tersebut.[30]

Pada 11 Mei 2012, Gattuso mengkonfirmasi bahwa ia tidak akan memperbarui kontraknya dengan klub yang akan berakhir pada 30 Juni, dan ia akhirnya meninggalkan Milan pada akhir musim.[32]

SionSunting

Pada 15 Juni 2012, setelah dilepas oleh Milan, Gattuso bergabung dengan klub asal Swiss, FC Sion.[33] Ia sebelumnya dikaitkan dengan kesepakatan untuk bergabung dengan mantan klubnya, Rangers di Skotlandia, tetapi kesepakatan itu gagal karena klub mengalami kesulitan keuangan.[33] Pada 25 Februari 2013, Gattuso diangkat sebagai manajer baru Sion setelah manajer Víctor Muñoz turun pangkat menjadi pelatih pencari bakat klub setelah sebelumnya Sion dikalahkan Thun 4-0 di Liga Super Swiss.[34]

Kehidupan pribadiSunting

Gattuso menikah dengan Monica Romano, seorang wanita Skotlandia keturunan Italia, yang ia temui saat bermain untuk Rangers di sebuah pertandingan persahabatan di Toronto, Kanada. Pasangan itu berkencan lama sebelum menikah. Mereka memiliki seorang putri, Gabriella (lahir 20 Juni 2004), dan seorang putra, Francesco (lahir 8 November 2007). Monica adalah saudara perempuan dari jurnalis GMTV Los Angeles, Carla Romano.

Pada Januari 2010, Gattuso membuka toko ikan di kota asalnya, Corigliano Calabro.[35]

Gattuso adalah seorang Katolik.[36]

ReferensiSunting

  1. ^ a b c "FIFA World Cup South Africa 2010 – List of Players" (PDF). Fédération Internationale de Football Association (FIFA). Diakses tanggal 5 Juni 2013. 
  2. ^ a b "Gennaro Gattuso" Diarsipkan 28 February 2011 di Wayback Machine.. FIGC. Retrieved 9 May 2013
  3. ^ "Previous Tournaments – FIFA.com". Fédération Internationale de Football Association (FIFA). Diarsipkan dari versi asli tanggal 24 May 2013. Diakses tanggal 6 June 2013. 
  4. ^ "Gennaro Gattuso". EU-Football.info.
  5. ^ a b "Palermo: Panchina a Rino Gattuso" (dalam bahasa Italian). Sport Mediaset. Diakses tanggal 11 September 2014. 
  6. ^ "Going the extra mile for their men". Diakses tanggal 14 November 2011. 
  7. ^ "How Gattuso the butt of Gazza's jokes has enjoyed the last laugh". Diakses tanggal 7 Januari 2009. 
  8. ^ "Gattuso spices up Smith's new plot". Diakses tanggal 7 Januari 2009. 
  9. ^ "Gennaro Gattuso". BBC Sport. 8 Mei 2002. Diakses tanggal 4 Juni 2016. 
  10. ^ "L' evoluzione di Gattuso, il muratore del Milan". Il Corriere della Sera (dalam bahasa Italia). 26 November 2003. Diakses tanggal 11 September 2014. 
  11. ^ a b "Gattuso Io che corro per tutti i Palloni d' oro" [Gattuso I the one who runs for all the Ballon d'Or winners]. La Gazzetta dello Sport (dalam bahasa Italia). 14 November 2008. Diakses tanggal 11 September 2014. 
  12. ^ "Gattuso, Gennaro" (dalam bahasa Italia). Treccani: Enciclopedia dello Sport (2002). Diakses tanggal 11 September 2014. 
  13. ^ "Palombo, Blasi, Donadel: idee Milan per il centrocampo. Gattuso: "Sì stanno pensando di sostituirmi"" (dalam bahasa Italia). Diakses tanggal 11 September 2014. 
  14. ^ "Ancelotti perde Gattuso sei mesi di stop per infortunio". La Repubblica (dalam bahasa Italia). Diakses tanggal 11 September 2014. 
  15. ^ "La Salernitana cede Gattuso al Milan per 19 miliardi". la Repubblica (dalam bahasa Italia). 15 Juni 1999. Diakses tanggal 9 Mei 2013. 
  16. ^ a b "Altre 400, Rino!" (dalam bahasa Italia). A.C. Milan. Diakses tanggal 14 Juli 2016. 
  17. ^ "Rino e il Derby" (dalam bahasa Italia). A.C. Milan. Diakses tanggal 14 Juli 2016. 
  18. ^ "Gattuso, cuor di leone" (dalam bahasa Italia). Diakses tanggal 11 September 2014. 
  19. ^ "Inzaghi staying at San Siro". UEFA.com. 21 Juli 2003. Diarsipkan dari versi asli tanggal 15 Juni 2013. Diakses tanggal 9 Mei 2013. 
  20. ^ "Gattuso makes Milan commitment". UEFA.com. 28 Oktober 2004. Diarsipkan dari versi asli tanggal 15 Juni 2013. Diakses tanggal 9 Mei 2013. 
  21. ^ "2004/05: Il Liverpool beffa il Milan" (dalam bahasa Italia). UEFA. Diarsipkan dari versi asli tanggal 6 February 2015. Diakses tanggal 4 February 2015. 
  22. ^ "Liverpool triumph in Turkey". En.archive.uefa.com. 25 May 2005. Diarsipkan dari versi asli tanggal 31 Desember 2010. Diakses tanggal 28 Juni 2012. 
  23. ^ "Gattuso prolongs San Siro stay". UEFA.com. 1 Februari 2007. Diarsipkan dari versi asli tanggal 15 Juni 2013. Diakses tanggal 9 Mei 2013. 
  24. ^ "2006-07 UEFA Champions League: AC Milan" (dalam bahasa Italia). UEFA. Diakses tanggal 3 Februari 2015. 
  25. ^ "Champions, il Milan sul tetto dell'Europa Inzaghi cancella l'incubo di Istanbul". La Repubblica (dalam bahasa Italia). Diakses tanggal 3 Februari 2015. 
  26. ^ "Rino Gattuso back at Ibrox". Daily Mail. 27 Desember 2007. Diakses 9 Mei 2013.
  27. ^ "Gattuso extends Milan contract". UEFA.com. 14 Desember 2009. Diarsipkan dari versi asli tanggal 15 Juni 2013. Diakses tanggal 9 Mei 2013. 
  28. ^ "Gennaro Gattuso ends three-year drought in Milan win over Juventus". The Guardian. 5 Maret 2011. Diakses tanggal 9 Mei 2013. 
  29. ^ Gaetano De Stefano (7 Mei 2011). "Milan campione d'Italia A Roma basta lo 0-0". La Gazzetta dello Sport (dalam bahasa Italia). Diakses tanggal 14 Juli 2016. 
  30. ^ a b "A.C. Milan: Gennaro Gattuso's Future Uncertain Due to Double Vision". Bleacher Report. 24 Oktober 2011. Diakses tanggal 9 Mei 2013. 
  31. ^ "Gattuso: I'll come back stronger". ESPN Soccernet. 25 Oktober 2011. Diakses tanggal 25 Oktober 2011. 
  32. ^ "Gattuso leaves Milan after 13 years". FIFA.com. 11 Mei 2012. Diakses tanggal 9 Mei 2013. 
  33. ^ a b "Gattuso signs for FC Sion". ESPN Soccernet. 15 Juni 2012. Diakses 10 Oktober 2012.
  34. ^ "Gennaro Gattuso named player-coach of Swiss club Sion". BBC Sport. 25 Februari 2013. Diakses tanggal 25 Februari 2013. 
  35. ^ Masiello, Vince (12 Januari 2010). "Milan midfielder Gennaro Gattuso opens up fish store". Goal.com. Diakses tanggal 17 Mei 2014. 
  36. ^ "Rino Gattuso: I used to take potshots at picture of Queen in Rangers dressing room". Daily Record. 

Pranala luarSunting