Buka menu utama

Gde Sumarjaya Linggih (lahir di Buleleng, Bali, 22 Oktober 1965; umur 53 tahun) adalah legislator senior DPR-RI yang duduk di Komisi VI (Perdagangan, Perindustrian, Investasi, Koperasi, UKM & BUMN, Standarisasi Nasional). Alat Kelengkapan Dewan: Badan Kerja Sama Antar Parlemen. Gde Sumarjaya Linggih terpilih kembali untuk ketiga kalinya menjadi Anggota DPR-RI periode 2014-2019 dari Partai Golongan Karya (Golkar) mewakili Dapil Bali setelah memperoleh 141,168 suara. Gde adalah pengusaha besar dan terkenal di Bali dan memiliki banyak usaha di bidang minuman (wine) dan properti. Gde menjabat sebagai Komisaris Utama dari PT. Metafora Internasional.

Gde Sumarjaya Linggih
Anggota DPR RI Fraksi Golongan Karya
Mulai menjabat
1 Oktober 2014
PresidenSusilo Bambang Yudhoyono
Joko Widodo
Informasi pribadi
Lahir22 Oktober 1965 (umur 53)
Bendera Indonesia Buleleng, Bali
Kebangsaan Indonesia
Partai politikGolkarLogo.png Golongan Karya

Gde Sumarjaya adalah Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Bali (2010-2015), sebuah asosiasi pengusaha. Pada periode 2014-2019, Gde Sumarjaya duduk di Komisi VI yang membidangi perdagangan, perindustrian, investasi dan BUMN.

Pada April 2015, terjadi mutasi di Fraksi Golkar. Gde di mutasi dari Komisi VI dan sekarang bertugas di Komisi IX yang membidangi tenaga kerja, transmigrasi, kesehatan dan kependudukan. Pada bulan Januari 2016, ia dimutasi menjadi anggota Komisi VI DPR-RI.

Daftar isi

PendidikanSunting

  • SLTA, SMA Negeri 13, Bandung (1983)
  • S1, Universitas Islam Bandung, Bandung (1991)

Perjalanan PolitikSunting

Berasal dari keluarga pengusaha, Gde Sumarjaya Linggih dipercayai untuk memimpin banyak anak perusahaan keluarga. Bermula sebagai Direktur Umum PT. Ganeca Prima mengembangkan bisnis pertamanya di bidang wine(anggur). Perusahaan yang diberi nama UD. Banyu Sakti tersebut memproduksi wine yang bermerek Indico.

Sukses di bidang bisnis, Gde Sumarjaya yang akrab dipanggil Demer, mulai mencoba terjun di bidang politik yakni bergabung menjadi kader di Partai Golkar. Sebelumnya, Gde sempat aktif berorganisasi yang kemudian membawanya sebagai anggota DPR-RI komisi VI yang menangani Perdagangan, Perindustrian, Investasi, Koperasi, UKM, BUMN, dan Standarisasi Nasional.

Pada Pileg 2004, Gde berhasil terpilih dan duduk di kursi DPR RI setelah berhasil mendapatkan 115.064 suara pada pemilu tahun 2004. Di 2009 Demer dipercaya menjadi Wakil Sekretaris Jenderal Golkar dan juga menjabat sebagai Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bali yang baru-baru ini menandatangani kerjasama agribisnis dan ekowisata antara Bali dan Kamboja.

Pada Pileg 2014, Gde kembali terpilih ketiga kalinya menjadi Anggota DPR-RI periode 2014-2019 dan duduk kembali di Komisi VI.

TanggapanSunting

Realisasi Anggaran th 2017 dan Rencana Anggaran th 2019 Kemenperin dan BSNSunting

5 Juni 2018 - Dalam Raker dengan Kementerian Perindustrian dan Kepala Badan Standarisasi Nasional (BSN), Gde menganggap perlunya anggaran yang disampaikan Kemenperin dan BSN. Gde juga berpendapat bahwa akan menjadi malapetaka terkait bonus tambahan penduduk yang didapat, atau dengan kata lain terkait bonus demografi.[1]

ReferensiSunting

Pranala luarSunting