GS Yuasa

perusahaan kelistrikan Jepang

GS Yuasa Corporation (株式会社ジーエス・ユアサ コーポレーション, Kabushiki-gaisha GS Yuasa Kōporēshon) adalah sebuah perusahaan asal Kyoto, Jepang yang fokus pada pengembangan dan produksi baterai asam timbal dan ion litium, untuk digunakan di mobil, sepeda motor, dan bidang lain, seperti dirgantara dan pertahanan.

GS Yuasa Corporation
株式会社ジーエス・ユアサ コーポレーション
Publik (K.K)
Kode emitenTYO: 6674
Komponen Nikkei 225
IndustriPeralatan listrik
PendahuluJapan Storage Battery Co., Ltd.
Yuasa Corporation
Didirikan1917; 105 tahun lalu (1917) (Japan Storage Battery; kemudian GS)

1918; 104 tahun lalu (1918) (Yuasa Storage Battery)

1 April 2004; 18 tahun lalu (2004-04-01) (melalui penggabungan)
PendiriGenzou Shimadzu
Shichizaemon Yuasa
Kantor
pusat
Inobanba-cho, Nishinosho, Kisshoin, Minami-ku, Kyoto 601-8520,
Tokoh
kunci
Makoto Yoda
(Presiden)
Produk
PendapatanKenaikan US$2,93 milyar (FY 2014) (JPY 348 milyar) (FY 2014)
Kenaikan US$96,91 juta (FY 2013) (JPY 9,98 milyar) (FY 2013)
Karyawan
13.609 (termasuk di anak usaha)(hingga 31 Maret 2014)
Situs webSitus web resmi
Catatan kaki / referensi
[1]

SejarahSunting

YuasaSunting

Pada tahun 1909, Shichizaemon Yuasa mendirikan Yuasa Iron Works untuk memodernisasi perusahaan keluarganya yang telah berdiri sejak tahun 1666 sebagai sebuah perusahaan perdagangan arang.[2] Pada tahun 1915, Yuasa Iron Works mulai memproduksi baterai penyimpanan, dan tiga tahun kemudian, Yuasa Storage Battery Co., Ltd pun resmi didirikan.[3][4] Tidak lama kemudian, Yuasa Storage Battery Co., Ltd mulai memproduksi baterai otomotif pertama di Jepang.[5] Pada tahun 1925, Yuasa mulai memproduksi sel kering, dan pada tahun 1941, Yuasa mulai memproduksi sel alkalin. Bisnis produksi baterai kering kemudian dipisah ke Yuasa Dry Battery Co., Ltd, yang kemudian digabungkan kembali ke Yuasa Storage Battery Co., Ltd untuk membentuk Yuasa Battery Co, Ltd, yang kemudian diubah namanya menjadi Yuasa Corporation.[3]

GSSunting

Pada tahun 1904, Genzo Shimadzu (1869 - 1951) mengembangkan baterai asam timbal berkapasitas tinggi untuk memasok listrik bagi pabriknya di Kyoto apabila terjadi pemadaman listrik. Pada tahun 1917, Angkatan Laut Jepang membeli 400 unit baterai tersebut. Shimadzu kemudian mendirikan Japan Storage Battery Co., Ltd pada tahun 1917[6] dan mulai memproduksi baterai otomotif pada tahun 1919. Pada tahun 1938, Shimadzu mulai memproduksi baterai alkalin, dan pada tahun 1940, mulai memproduksi lampu merkuri bertekanan tinggi.[3]

Pada tahun 1917, GS resmi didirikan[7] sesuai singkatan dari nama pendirinya, yakni Genzou Shimadzu. Sebelumnya, ia juga mendirikan Japan Storage Battery dan Shimadzu Corporation.

GS YuasaSunting

Pada tahun 2004, Yuasa Corporation bergabung dengan Japan Storage Battery untuk membentuk GS Yuasa Corporation.

Hingga tahun 2014, GS Yuasa memiliki 9 pabrik untuk memproduksi baterai NiCd dan asam timbal industrial, serta 5 pabrik untuk memproduksi sel ion litium. GS Yuasa juga menjual produk lain, seperti pencatu daya, lampu, dan baterai sepeda motor.[8] Saat ini, Yuasa memasok hampir 90% dari total baterai yang digunakan di kendaraan olahraga di Amerika Utara.[9]

Perusahaan patunganSunting

GS Yuasa dulu adalah salah satu pemain aktif di industri baterai kendaraan listrik selama akhir dekade 2000-an hingga awal dekade 2010-an, saat sejumlah pemasok baterai, yang sebagian besar berasal dari Jepang, membentuk aliansi dengan produsen mobil untuk dapat masuk ke pasar kendaraan listrik.

Lithium Energy JapanSunting

Pada tahun 2007, GS Yuasa dan Mitsubishi Motors membentuk aliansi dan mendirikan sebuah perusahaan patungan bernama Lithium Energy Japan (LEJ) untuk mengembangkan dan memproduksi baterai ion litium untuk keperluan otomotif dan industrial. Kendaraan listrik pertama yang diproduksi secara massal, yakni Mitsubishi i-MiEV pun dilengkapi dengan baterai buatan LEJ.[10]

Blue Energy Co.Sunting

Pada tahun 2009, Honda bermitra dengan GS Yuasa untuk membentuk pemasok baterai kendaraan listrik bernama Blue Energy Co. (BEC). Kendaraan hibrida buatan Honda, seperti Civic Hybrid pun ditenagai oleh baterai ion litium yang diproduksi oleh BEC di Kyoto.[11] Namun, Honda telah mencari mitra baru selain BEC sejak akhir dekade 2010-an, dan bermitra dengan sejumlah perusahaan, seperti Nissan, General Motors, dan CATL.[12][13]

Lithium Energy & Power GmbHSunting

Pada tahun 2014, Robert Bosch GmbH dan GS Yuasa bermitra untuk mengembangkan baterai kendaraan listrik ion litium generasi terbaru, yang memiliki kepadatan energi dua kali lipat, namun biaya produksinya 50% lebih murah. Baterai tersebut rencananya dapat mulai dipasarkan pada tahun 2020. Kemitraan tersebut kemudian berakhir tanpa hasil yang jelas, setelah Bosch memutuskan untuk mengalihdayakan produksi sel baterainya pada tahun 2018.[14]

Operasi di luar JepangSunting

Amerika SerikatSunting

Yuasa Battery IncSunting

Yuasa Battery, Inc didirikan pada tahun 1965.[3] Pada tahun 1979, Yuasa mulai memproduksi baterai sepeda motor melalui sebuah perusahaan patungan yang didirikan bersama General Battery Corporation di Laureldale, Pennsylvnia.[9] Saat ini, Yuasa Battery Inc memasok baterai untuk sepeda motor, skuter, kendaraan air pribadi, kendaraan segala medan, dan UTV.

Yuasa-Exide IncSunting

Pada tahun 1987, Fruit of the Loom menjual General Battery Corporation ke Exide Corporation.[15] Pada tahun 1991, Yuasa Battery Co. Ltd membeli divisi baterai industrial dari Exide untuk membentuk Yuasa-Exide Inc,[16][17] dan kemudian diubah namanya menjadi Yuasa Inc. Pada tahun 2000, manajemen Yuasa Inc membeli bisnis baterai industrial dari Yuasa Inc untuk membentuk Enersys.

Saat ini, Enersys menjual berbagai macam baterai.

EropaSunting

Pada tahun 1981, Yuasa mendirikan sebuah perusahaan di Britania Raya untuk memproduksi baterai VRLA, serta satu perusahaan lagi untuk menangani penjualan dan distribusi. Yuasa kemudian juga mendirikan perusahaan di Jerman, Prancis, dan Italia untuk menangani penjualan dan distribusi. Pada tahun 1988, Yuasa Corporation membeli 50% saham Lucas Batteries untuk membentuk Lucas-Yuasa Batteries Ltd. Pada tahun 1997, Yuasa membeli sisa saham Lucas Batteries yang belum mereka pegang untuk membentuk Yuasa Automotive Batteries Europe Ltd, yang memasarkan baterai otomotif dengan merek Lucas dan merek lain hingga tahun 2006, saat Yuasa mulai memasarkan baterai otomotif di Eropa dengan namanya sendiri. Pada tahun 2002, Yuasa Battery Europe Ltd resmi dibentuk sebagai perusahaan induk untuk semua perusahaan penjualan Yuasa di Eropa.[18]

Saat ini, Yuasa Battery Europe Ltd menjual berbagai macam baterai.

AustraliaSunting

Century Batteries Australia adalah salah satu divisi dari Century Yuasa Batteries Pty Ltd dan merupakan afiliasi dari GS Yuasa Corporation.[19]

Lain-lainSunting

Boeing 787Sunting

Yuasa dikaitkan dengan cacat kelistrikan yang terjadi di Boeing 787 Dreamliner.[20] Sistem kendali baterai listrik dibuat oleh Thales Group yang juga memilih GS Yuasa.[21][22] All Nippon Airways (ANA) pun mengganti 10 baterai (di 17 unit pesawat terbangnya), sementara Japan Airlines (JAL) mengganti "sejumlah" baterai pada 7 unit pesawat terbangnya, sebelum kejadian baru-baru ini.[23] Hingga tanggal 29 Januari 2013, Japan Transport Safety Board telah menyetujui pengendalian mutu yang diterapkan oleh pabrik Yuasa, sembari tetap menginvestigasi baterai yang rusak di Boeing 787 milik ANA.[24][25][26] Sementara National Transportation Safety Board tetap menginvestigasi kelainan pada baterai di Boeing 787 milik JAL.[27]

GaleriSunting

ReferensiSunting

  1. ^ "Corporate Profile". GS Yuasa Corporation. Diakses tanggal February 3, 2015. 
  2. ^ "History - Investor Relations - YUASA TRADING CO., LTD". www.yuasa.co.jp. 
  3. ^ a b c d Yuasa, GS. "History - About - GS Yuasa". www.gs-yuasa.com. 
  4. ^ "Yuasa Battery Corporation - Yuasa". 
  5. ^ "Archived copy". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2016-02-28. Diakses tanggal 2016-02-01. 
  6. ^ "Milestones:Birth and Growth of Primary and Secondary Battery Industries in Japan - IEEE Milestones Wiki". ieeemilestones.ethw.org. 
  7. ^ Japan Storage Battery History Diarsipkan 2013-12-12 di Wayback Machine., GS Yuasa Corporation history viewed 2013-8-5
  8. ^ "Office workshop" (PDF). sajapan.org. 25 November 2014. 
  9. ^ a b "About Yuasa - Yuasa Batteris Inc - Vehicle & Industrial Batteries". 
  10. ^ "JAPAN: Lithium Energy plans third lithium-ion cell plant". www.just-auto.com. 2010-04-14. Diakses tanggal 2020-10-08. 
  11. ^ "GS Yuasa will triple Li-ion battery supply to Honda". Green Car Congress. Diakses tanggal 2020-10-08. 
  12. ^ "Honda teams with GM for lithium batteries". eeNews Automotive (dalam bahasa Inggris). 2018-06-10. Diakses tanggal 2020-10-08. 
  13. ^ "Honda partners with CATL on Li-ion EV batteries; 56 GWh by 2027". Green Car Congress. Diakses tanggal 2020-10-08. 
  14. ^ "Bosch ist eigene Batteriezellfertigung zu teuer". www.kfz-betrieb.vogel.de (dalam bahasa Jerman). Diakses tanggal 2020-10-08. 
  15. ^ "Chicago Tribune - Historical Newspapers". 
  16. ^ "Yuasa Battery buys Exide's industrial division". 
  17. ^ "Archives - Philly.com". articles.philly.com. 
  18. ^ "Yuasa Battery Europe company history". 
  19. ^ "About Us - Century Batteries". www.centurybatteries.com.au. 
  20. ^ HIROKO TABUCHI and BETTINA WASSENER. "Deepening Crisis for the Dreamliner" The New York Times, January 16, 2013.
  21. ^ "Thales selects GS Yuasa for Lithium ion battery system in Boeing's 787 Dreamliner - GSYuasa Lithium Power". www.gsyuasa-lp.com. 
  22. ^ "Boeing probe focuses on battery, 787 deliveries halted". Reuters. January 18, 2013. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2015-09-24. Diakses tanggal 2021-08-28. 
  23. ^ CHRISTOPHER DREW, HIROKO TABUCHI and JAD MOUAWAD (January 29, 2013). "Boeing 787 Battery Was a Concern Before Failure". The New York Times. Diakses tanggal January 30, 2013. 
  24. ^ TABUCHI, HIROKO (January 28, 2013). "No Quality Problems Found at Battery Maker for 787". The New York Times. Diakses tanggal January 30, 2013. 
  25. ^ Chris Cooper and Kiyotaka Matsuda (January 28, 2013). "GS Yuasa Shares Surge as Japan Ends Company Inspections". BusinessWeek. Diarsipkan dari versi asli tanggal August 23, 2014. Diakses tanggal January 29, 2013. 
  26. ^ "Dreamliner: No fault found with Boeing 787 battery". BBC News Online. 28 January 2013. Diakses tanggal 29 January 2013. 
  27. ^ Knudson, Peter (29 January 2013). "NTSB issues sixth update on JAL Boeing 787 battery fire investigation". NTSB. Diakses tanggal 29 January 2013. 

Pranala luarSunting