Fortune Indonesia

perusahaan Indonesia

PT Fortune Indonesia Tbk (IDX: FORU)[1] adalah perusahaan pengembangan komunikasi yang didirikan pada tanggal 5 Mei 1970 dengan nama PT Fortune Indonesia Advertising Company oleh Mochtar Lubis. Pada saat itu Fortune Indonesia berafiliasi dengan Fortune International Australia.

PT Fortune Indonesia Tbk
IndustriPeriklanan
Komunikasi
DidirikanJakarta, Indonesia
PendiriMochtar Lubis (1970)
Kantor
pusat
Gedung Galaktika, Jl. Harsono R.M. No 2 Ragunan, Jakarta Selatan, 12550, Indonesia
Tokoh
kunci
Satrio Tjai (Presiden Direktur)
Situs webwww.thefortuna.co

Pada tanggal 3 Desember 2012, Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) menetapkan Fortune Indonesia sebagai salah satu saham dalam perhitungan Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI).[2]

Kegiatan usaha FORU pada saat ini mencakup layanan periklanan, hubungan masyarakat (bahasa Inggris: public relations) dan disain grafik. FORU memiliki beberapa segmen bisnis di bawah empat anak perusahaannya, yaitu PT Fortune Pramana Rancang, PT Pelita Alembana dan PT Fortune Adwicipta.

SejarahSunting

Mochtar Lubis mendirikan sebuah perusahaan periklanan lokal dengan nama PT Fortune Indonesia Advertising Company pada tahun 1970 yang pada saat itu perusahaan berafiliasi dengan Fortune International Australia. Tahun 1978 merupakan pijakan awal FORU dalam meretas langkah-langkahnya sebagai perusahaan periklanan di Indonesia.

Pada saat itu, FORU mulai menerapkan jenis-jenis kampanye, seperti seperti Lingkaran Biru KB, Indonesia Bangkit, Satu Abad Bung Hatta dan lain sebagainya. Kampanye-kampanye tersebut dimaksudkan agar memperbaiki kualitas hidup di masyarakat Indonesia. Kampanye pertama mulai dilaksanakan pada tahun 1985. Kampanye pertama tersebut merupakan kampanye pemasaran sosial untuk Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dengan mempromosikan alat kontrasepsi sebagai bagian dari program keluarga berencana nasional.

Pada tahun 2014, perusahaan diakuisisi oleh Karya Citra Prima, anak usaha dari Rajawali Corpora. Kemudian, pada tahun 2019, brand perusahaan berubah dari FORU ke Fortuna.

Perubahan ini merefleksikan adanya pembaruan dalam tubuh Fortune Indonesia, dimana hal itu dimulai dari aksi akuisisi oleh Rajawali Corpora. Selain itu, penamaan Fortuna yang berarti "sumber keberuntungan" sebagai brand baru perusahaan dianggap lebih ke-Indonesia-an karena kebanggaan mereka menjadi bagian dari Indonesia, namun tetap berpikir luas dan global.[3]

ManajemenSunting

  • Komisaris Utama : Abed Nego
  • Direktur Utama : Satrio Tjai
  • Direktur : M.D. Menuk Sudaryanti
  • Direktur : Ratna Puspita

ReferensiSunting

  1. ^ "Profil perusahaan tercatat". idx.co.id. Bursa Efek Indonesia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2014-01-04. Diakses tanggal 4 Januari 2014. 
  2. ^ Nurmayanti (10 Desember 2012). "Fortune Indonesia Masuk Indeks Saham Syariah". Liputan6.com. Diakses tanggal 4 Januari 2014. 
  3. ^ "Fortune Indonesia Menjadi Fortuna, Lahirnya Brand Termuda Warisan Indonesia". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2019-05-27. Diakses tanggal 3 April 2020. 

Pranala luarSunting