Kabupaten Flores Timur

kabupaten di Nusa Tenggara Timur
(Dialihkan dari Flores Timur)

Kabupaten Flores Timur adalah sebuah Kabupaten di Nusa Tenggara Timur, Indonesia, dibentuk berdasarkan UU Nomor 69 Tahun 1958 tanggal 9 Agustus 1958 tentang Pembentukan Daerah-daerah Tingkat II dalam Wilayah Daerah-daerah Tingkat I Bali, NTB dan NTT. Jumlah penduduk Flores Timur pada tahun 2019 berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) berjumlah 255.900 jiwa.[2]

Kabupaten Flores Timur
Nusa Tenggara 1rightarrow blue.svg Nusa Tenggara Timur
Lambang resmi Kabupaten Flores Timur
Lambang
Lokasi Nusa Tenggara Timur Kabupaten Flores Timur.svg
Kabupaten Flores Timur berlokasi di Kepulauan Sunda Kecil
Kabupaten Flores Timur
Kabupaten Flores Timur
Kabupaten Flores Timur berlokasi di Indonesia
Kabupaten Flores Timur
Kabupaten Flores Timur
Koordinat: 8°14′32″S 122°58′05″E / 8.24224°S 122.96817°E / -8.24224; 122.96817
Negara Indonesia
ProvinsiNusa Tenggara Timur
Tanggal peresmian20 Desember 1958; 61 tahun lalu (1958-12-20)[1]
Dasar hukumUndang-undang Nomor 69 Tahun 1958
Ibu kotaLarantuka
Pemerintahan
 • BupatiAntonius Hubertus Gege Hadjon
 • Wakil BupatiAgustinus Payong Boli
 • Sekretaris DaerahPaulus Igo Geroda
 • Ketua DPRDRobertus Rebon Kereta
Luas
 • Total3.079,2 km2 (11,889 sq mi)
Populasi
 • Total255.900 jiwa
Demografi
 • AgamaKristen 79,53%
- Katolik 78,14%
- Protestan 1,39%
Islam 20,44%
Hindu 0,03%[3]
Zona waktuWITA (UTC+08:00)
Kode pos
86211 - 86273
Kode telepon(+62) 383
Kode Kemendagri53.06 Edit the value on Wikidata
Jumlah kecamatan19
Jumlah kelurahan21
DAURp.608.246.576.000,-(2018)
PADRp.59.346.536.200,-
APBDRp.1.114.932.491.500,- [4]
Situs webwww.florestimurkab.go.id

GeografiSunting

Kabupaten Flores Timur secara astronomis terletak antara 8'04°–8'40° Lintang Selatan dan 122'38°–123'57° Bujur Timur. Luas wilayah Kabupaten Flores Timur adalah 5.983,38 km² yang terdiri dari luas daratan sebesar 1.812,85 km² dan luas perairan sekitar 4.170,53 km². Wilayah kabupaten ini meliputi ujung timur Pulau Flores, Pulau Adonara, dan Pulau Solor, serta beberapa pulau kecil.[5][6]

Batas wilayahSunting

Batas-batas wilayahnya adalah sebagai berikut:

Utara Laut Flores
Timur Kabupaten Lembata
Selatan Laut Sawu
Barat Kabupaten Sikka

TopografiSunting

Kabupaten Flores Timur terdiri atas wilayah daratan, wilayah pesisir dan laut, memiliki topografi mulai dari datar (kemiringan 0–8%), landai (kemiringan 9–15%), agak curam (kemiringan 16–25%), curam (kemiringan 26–40%), sampai sangat curam (kemiringan ≥40%). Keadaan topografi tersebut dapat digambarkan melalui kelerengan beberapa wilayah.

  1. Wilayah Flores Timur (Larantuka) mempunyai tingkat kemiringan lahan sebagai berikut 3 Ha lahan datar, 16 Ha lahan landai, 5 Ha lahan agak curam, 20 Ha lahan curam, dan 62 Ha lahan sangat curam.
  2. Wilayah Solor memiliki tingkat kemiringan lahan sebagai berikut 621 Ha lahan datar, 1 Ha lahan landai, 5 Ha lahan agak curam, 3 Ha lahan curam, dan 14 Ha lahan sangat curam.
  3. Wilayah Adonara punya tingkat kemiringan lahan sebagai berikut 4 Ha lahan datar, 3 Ha lahan landai, 718 Ha lahan agak curam, 4 Ha lahan curam, dan 40 Ha lahan sangat curam.

Dengan demikian, total luas lahan datar di wilayah Kabupaten Flores Timur adalah 629 Ha, total luas lahan landai adalah ±19,8 Ha, total luas lahan agak curam sebesar 728 Ha, total luas lahan curam 27 Ha, dan total luas lahan sangat curam sebesar 115 Ha.[7]

VulkanologiSunting

Kabupaten Flores Timur berada dalam jalur Gunung Api yang masih aktif sebanyak 4 (empat) buah, yaitu:

  1. Gunung Lewotobi Laki – Laki dengan tinggi 1.584 meter dari permukaan laut di Pulau Flores.
  2. Gunung Lewotobi Perempuan dengan tinggi 1.703 meter dari permukaan laut di Pulau Flores.
  3. Gunung Leraboleng dengan tinggi 1.117 meter dari permukaan laut di Pulau Flores.
  4. Gunung Ileboleng dengan tinggi 1.659 meter dari permukaan laut di Pulau Adonara.[7]

IklimSunting

Letak geografis Flores Timur memiliki dampak pada iklim di wilayah ini yaitu iklim sabana tropis (Aw) yang mempunyai 2 musim, yaitu musim kemarau dan musim penghujan. Pada periode bulan Juni-September angin muson bertiup dari Australia dan tidak banyak mengandung uap air sehingga mengakibatkan musim kemarau. Sebaliknya, pada bulan Desember-Maret angin banyak mengandung uap air yang berasal dari Asia dan Samudera Pasifik & Hindia, sehingga terjadi musim hujan. Keadaan ini berganti setiap enam bulan setelah melewati masa peralihan pada bulan April-Mei dan Oktober-November. Oleh karena itu, wilayah Flores Timur menjadi wilayah yang tergolong kering dan selalu terancam bencana kekeringan setiap tahun, karena hanya 4 bulan (Januari-Maret dan Desember) yang keadaannya relatif basah, sedangkan 8 bulan sisanya relatif kering.[5][6]

Data iklim Larantuka, Nusa Tenggara Timur, Indonesia
Bulan Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des Tahun
Rata-rata tertinggi °C (°F) 31.3
(88.3)
32.2
(90)
33.2
(91.8)
32
(90)
31.7
(89.1)
30.3
(86.5)
31.3
(88.3)
32.1
(89.8)
33.9
(93)
34.9
(94.8)
33.8
(92.8)
32.1
(89.8)
32.4
(90.35)
Rata-rata harian °C (°F) 26.8
(80.2)
26.5
(79.7)
26.6
(79.9)
27
(81)
26.9
(80.4)
26.4
(79.5)
25.7
(78.3)
25.6
(78.1)
25.9
(78.6)
26.8
(80.2)
27.7
(81.9)
27.3
(81.1)
26.6
(79.91)
Rata-rata terendah °C (°F) 21.7
(71.1)
23.7
(74.7)
23.8
(74.8)
24.2
(75.6)
24.5
(76.1)
23.9
(75)
22
(72)
21.4
(70.5)
20.9
(69.6)
22.7
(72.9)
24.2
(75.6)
24.3
(75.7)
23.11
(73.63)
Presipitasi mm (inci) 260
(10.24)
224
(8.82)
213
(8.39)
66
(2.6)
40
(1.57)
23
(0.91)
6
(0.24)
3
(0.12)
5
(0.2)
31
(1.22)
90
(3.54)
218
(8.58)
1.179
(46,43)
Rata-rata hari hujan 19 17 14 7 4 2 0 0 0 3 9 15 90
% kelembapan 83 84 82 79 78 75 74 73 72 75 77 81 77.8
Rata-rata sinar matahari bulanan 182 197 224 245 259 281 296 303 307 300 268 206 3.068
Sumber #1: Climate-Data.org & Weatheronline[8][9]
Sumber #2: BPS.go.id[10]

PemerintahanSunting

Daftar BupatiSunting

No. Foto Bupati Mulai Menjabat Selesai Menjabat Wakil Bupati Keterangan Ref.
1.
Stefanus Ndoen
19 Desember 1958
29 Februari 1960
-
Pejabat Sementara
Kepala Daerah
2.
Joakim Bl. de Rosary
29 Februari 1960
19 Juli 1967
-
3.
C. Y. Monteiro
19 Juli 1967
1973
-
-
4.
Anton Buga Langoday
1973
1978
-
5.
Markus Weking
1978
1983
-
6.
Simon Petrus Soliwoa
1983
1989
-
7.
Hamonangan Iskandar Munthe
[11][12][13]
1989
1994
-
8.
Hendrikus Henky Mukin
[14]
1994
2000
-
9.
Felix Fernandez
[15][16][17]
2000
12 April 2005
John Payong Beda
[18]
-
Husein Pancratius R
12 April 2005
27 Agustus 2005
-
Penjabat Bupati
10.
Simon Hayon
[19][20][21]
27 Agustus 2005
27 Agustus 2010
Yosep Lagadoni Herin
-
Muhammad S. Wongso
[22]
27 Agustus 2010
26 Juli 2011
-
Penjabat Bupati
11.
Yosep Lagadoni Herin
[23][24]
26 Juli 2011
26 Juli 2016
Valentinus Sama Tukan
-
Emanuel Kara
[25]
26 Juli 2016
22 Mei 2017
-
Penjabat Bupati
12.
 
Antonius Hubertus Gege Hadjon
[26][27][28][29][30]
22 Mei 2017
sekarang
Agustinus Payong Boli

Daftar Sekretaris DaerahSunting

Sekretaris Daerah Kabupaten Flores Timur
 
Lambang Kabupaten Flores Timur
Petahana
Paulus Igo Geroda

sejak 31 Oktober 2018
GelarS.Sos, M.AP
Dibentuk19 Desember 1958
Pejabat pertamaJoakim Bl. de Rosary
(Pejabat Sementara)

Sekretaris Daerah (Sekda) adalah Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama untuk Aparatur Sipil Negara di Kabupaten Flores Timur. Dalam pelaksanaan tugas dan kewajibannya, Sekretaris Daerah bertanggungjawab kepada Bupati Flores Timur.

Berikut Daftar Sekretaris Daerah Kabupaten Flores Timur sejak dilakukan Serah Terima Pimpinan dari Kepala Pemerintahan Setempat (KPS) Joakim BL de Rozary kepada Pejabat Sementara Kepala Daerah (Pjs. Bupati) Flores Timur Stefanus Ndoen tanggal 19 Desember 1958:[31] <onlyinclude>

No.
Foto
Sekretaris Daerah
Mulai Menjabat
Akhir Jabatan
Keterangan
Bupati
-
  Joakim Bl. de Rosary
19 Desember 1958
22 Juli 1959
Pejabat Sementara
Stefanus Ndoen
(Pejabat Sementara Kepala Daerah)
1.
Simon Nama Samon Lamanepa
22 Juli 1959
19 Juli 1963
[note 1]
Pejabat Sementara
19 Juli 1963
7 Desember 1970
[note 2]
Joakim BL. de Rosary
Cyprianus Josep Monteiro
2.
  Hendrikus Antonius Labina[32]
7 Desember 1970[note 3]
1971
Pejabat Sementara
1971
1976
Drs. Anton Buga Langoday
3.
Drs. Frans da Costa
1976
1978
4.
Drs. Fransiskus Kunrardus Matutina
1978
1980
Letkol (Purn). Markus Weking
5.
Drs. Jacob Keda
1980
1982
6.
Drs. Petrus Ndoen[note 4]
1982
23 Oktober 1984
Letkol (Purn). Simon Petrus Soliwoa
7.
  Drs. Petrus Beluta Letor
23 Oktober 1984
10 Juni 1993
Letkol Inf (Purn). Hamonangan Iskandar Munthe
8.
Drs. Viktus Luru
10 Juni 1993
1998
Letkol (SUS) AU (Purn) Drs. Hendrikus Henky Mukin, SH
9.
Drs. Landoaldus Mekeng
1998
2006
Piet Alexander Tallo
(Penjabat Bupati)
Felix Fernandez, SH., CN
Husein Pancratius R
(Penjabat Bupati)
Drs. Simon Hayon
10.
Drs. Fransiskus Diaz Alfi
2006
2010
11.
Anton Tonce Matutina, BA., SH[33][34]
2010
9 Januari 2011
Pelaksana Tugas
Drs. Muhammad S. Wongso
(Penjabat Bupati)
9 Januari 2011
31 Oktober 2018
Yosep Lagadoni Herin[35]
Emanuel Kara
(Penjabat Bupati)
Antonius Hubertus Gege Hadjon
12.
Paulus Igo Geroda, S.Sos, M.AP[36][37]
31 Oktober 2018
Sekarang

CatatanSunting

  1. ^ Melalui Sidang ke-II rapat ke II DPRD-GR Daerah Flores Timur Tanggal 17 Juni 1963, dimajukan 2 calon Sekretaris Daerah, yaitu Simon Nama Sabon Lamanepa & S. A. T. Lengari. Dari kedua calon tersebut disepakati Simon Nama Sabon Lamanepa sebagai Sekretaris Daerah dan diangkat dengan Surat Keputusan Bupati Kepala Daerah Kabupaten Flores Timur, Joakim Bl. de Rosary, Nomor:75/UP/Pem/SK Tanggal 19 Juli 1963.
  2. ^ E. A. A. Fernandez sempat ditunjuk sementara waktu sebagai Pejabat Sementara (Pjs) Sekretaris Daerah Kabupaten Flores Timur dengan SK Bupati Kepala Daerah Kabupaten Flores Timur Tanggal 16 Juni 1964, berhubung Simon Nama Sabon Lamanepa mengajukan ijin berobat keluar daerah karena sakit.
  3. ^ Telegram Bupati Kepala Daerah Kabupaten Flores Timur Tanggal 7 Desember 1970 No.Des.1/5303 Tentang Penunjukan Sdr. H. A. Labina sebagai Penjabat Sementara Sekretaris Daerah Kabupaten Flotim.
  4. ^ Meninggal dunia tahun 1990 di Kupang dalam jabatan Kepala Biro Keuangan Setwilda Tk. I Provinsi NTT.

ReferensiSunting

  1. ^ https://florestimurkab.go.id/beranda/profil/sejarah-kabupaten-flores-timur/
  2. ^ a b "Kabupaten Flores Timur Dalam Angka 2020" (pdf). BPS Kabupaten Flores Timur. Diakses tanggal 22 September 2020. 
  3. ^ "Jumlah Pemeluk Agama di NTT 2019" (PDF). www.ntt.kemenag.go.id. Diakses tanggal 22 September 2020. 
  4. ^ "APBD 2018 ringkasan update 04 Mei 2018". 2018-05-04. Diakses tanggal 2018-10-27. 
  5. ^ a b "Flores Timur". 
  6. ^ a b "Kab. Flores Timur" (PDF). 
  7. ^ a b "Profil Flores Timur" (PDF). 
  8. ^ "Larantuka, Indonesia". Climate-Data.org. Diakses tanggal 17 Agustus 2020. 
  9. ^ "Larantuka, Indonesia". Weatheronline. Diakses tanggal 17 Agustus 2020. 
  10. ^ "Iklim Flores Timur". BPS.go.id. Diakses tanggal 18 Agustus 2020. 
  11. ^ "Di Balik Nama Tosiba". forumtbm.or.id. Diakses terakhir tanggal 20 Oktober 2018, jam 18:57 WITA.
  12. ^ "Iskandar Munthe Sesalkan Pemkab Flotim". kupang.tribunnews.com. Diakses terakhir tanggal 20 Oktober 2018, jam 19:00 WITA.
  13. ^ "Mantan Bupati Flotim Dimakamkan di Taman Makam Pahlawan di Bali – Asisten III Wakili Bupati Flotim". balinewsnetwork.com. Di akses terakhir tanggal 20 Oktober 2018, jam 19:02 WITA.
  14. ^ "Akhirnya sampai juga Pengembaraan Laki-laki Seribu Gunung". larantuka.com. Diakses terakhir tanggal 20 Oktober 2018, jam 19:41 WITA.
  15. ^ "Felix Fernandez, Mantan Bupati Flores Timur Tutup Usia". floresa.co. Diakses terakhir tanggal 20 Oktober 2018, jam 19:43 WITA.
  16. ^ "Gubernur Leburaya Berikan Penghormatan Terakhir Kepada Almarhum Felix Fernandez". kupang.tribunnews.com. Diakses terakhir tanggal 20 Oktober 2018, jam 19:46 WITA.
  17. ^ "Catatan Perjalanan Felix Fernandez, Bupati Flores Timur Periode 2000-2005". onvsoff.com. Diakses terakhir tanggal 20 Oktober 2018, jam 19:47 WITA.
  18. ^ "Tak akur sepanjang jabatan". arsip.gatra.com. Diakses terakhir tanggal 25 Oktober 19:46 WITA.
  19. ^ "Simon-Yosni ‘Retak’". tungguwaktu.wordpress.com. Diakses terakhir tanggal 20 Oktober 2018, jam 19:49 WITA.
  20. ^ "Bupati Flores Timur, Drs. Simon Hayon". jurnalis-ntt.blogspot.com. Diakses terakhir tanggal 20 Oktober 2018, jam 19:51 WITA.
  21. ^ "Kader Golkar Flores Timur Tolak Pencalonan Bupati Simon - Diaz". nasional.tempo.co. Diakses terakhir tanggal 20 Oktober 2018, jam 19:53 WITA.
  22. ^ "Drs. Muhammad S Wongso, Pelaksana Tugas Bupati Flores Timur". larantuka.com. Diakses terakhir tanggal 20 Oktober 2018, jam 20:16 WITA.
  23. ^ "Yoseph Lagadoni Herin Bupati Terpilih Flores Timur". kemendagri.go.id. Diakses terakhir tanggal 20 Oktober 20:19 WITA.
  24. ^ "Mantan Wartawan Jadi Bupati Flores Timur". lampung.antaranews.com. 
  25. ^ mediaindonesia.com. "Gubernur NTT Lantik Penjabat Bupati Flores Timur". 
  26. ^ ""Breun" Calon Terpilih di Flores Timur - ANTARA News Nusa Tenggara Timur". kupang.antaranews.com. 
  27. ^ "Tiba Kembali di Larantuka, Anton Hadjon-Agus Boli Disambut Ribuan Simpatisan". jurnaltimur.com. Diakses terakhir tanggal 20 Oktober 20:46 WITA.
  28. ^ "Simon Hayon, Anton Hadjon dan Flotim Butuh Pemimpin Politik". jurnaltimur.com. Diakses terakhir tanggal 20 Oktober 20:48 WITA.
  29. ^ "Anton Hadjon Ditetapkan sebagai Bupati Flores Timur". kupang.antaranews.com. 
  30. ^ kompas.id. "Dilantik, Bupati-Wakil Bupati Flores Timur dan Lembata – Kompas.Id". 
  31. ^ "Sejarah Kabupaten Flores Timur". florestimurkab.go.id. Diakses terakhir tanggal 26 Oktober 2018, jam 13:37 WITA.
  32. ^ "Flores Timur Kehilangan Putra Terbaik, HA Labina". kupang.tribunnews.com. Diakses terakhir tanggal 26 Oktober 2018, jam 13:23 WITA.
  33. ^ "Sekda Flotim: Yosni Itu Siapa?". kupang.tribunnews.com. Diakses terakhir tanggal 26 Oktober 2018, jam 17:42 WITA.
  34. ^ "Purna Tugas Sekda Tonce Matutina di Usia 60 Tahun". florespost.co. Diakses terakhir tanggal 26 Oktober 2018, jam 13:27 WITA.
  35. ^ "Ijazah Palsu; Bupati Yosni Minta Menpan dan Mendagri Copot Sekda Flotim". aksiterkini.com. Diakses terakhir tanggal 26 Oktober 2018, jam 17:38 WITA.
  36. ^ "Paulus Igo Geroda Sekda Flotim yang Baru Gantikan Tonce Matutina". kupang.tribunnews.com. Diakses terakhir tanggal 26 Oktober 2018, jam 13:36 WITA.
  37. ^ "Bupati Anton Lantik Paulus Igo Geroda Sebagai Sekda Flores Timur". kupang.tribunnews.com. Diakses tanggal 1 November 2018, jam 09:13 WITA.

Daftar PustakaSunting

Dewan PerwakilanSunting

KecamatanSunting

Kabupaten Flores Timur terdiri dari 19 Kecamatan, 21 Kelurahan, dan 229 Desa. Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 280.178 jiwa dengan luas wilayah 1.813,20 km² dan sebaran penduduk 154 jiwa/km².[1][2]

Daftar kecamatan dan kelurahan di Kabupaten Flores Timur, adalah sebagai berikut:

Kode
Kemendagri
Kecamatan Jumlah
Kelurahan
Jumlah
Desa
Status Daftar
Desa/Kelurahan
53.06.17 Adonara 8 Desa
53.06.08 Adonara Barat 18 Desa
53.06.18 Adonara Tengah 13 Desa
53.06.10 Adonara Timur 2 19 Desa
Kelurahan
53.06.14 Demon Pagong 7 Desa
53.06.13 Ile Boleng 21 Desa
53.06.16 Ile Bura 7 Desa
53.06.04 Ile Mandiri 8 Desa
53.06.11 Kelubagolit 12 Desa
53.06.03 Larantuka 18 2 Desa
Kelurahan
53.06.15 Lewolema 7 Desa
53.06.06 Solor Barat 1 14 Desa
Kelurahan
53.06.07 Solor Timur 17 Desa
53.06.19 Solor Selatan 7 Desa
53.06.05 Tanjung Bunga 16 Desa
53.06.02 Titihena 14 Desa
53.06.12 Witihama 16 Desa
53.06.09 Wotan Ulu Mado 12 Desa
53.06.01 Wulanggitang 11 Desa
TOTAL 21 229

Pemekaran DaerahSunting

Kabupaten AdonaraSunting

Usulan Pemekaran Kabupaten Adonara yang merupakan pemekaran dari Kabupaten Flores timur telah disetujui oleh Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI.[3]

Namun Pemerintah belum bisa melanjutkan pembahasan usulan pembentukan 65 Daerah Otonomi Baru (DOB) yang diusulkan oleh DPR RI, di mana di dalamnya terdapat usulan Daerah Otonom Baru dari Nusa Tenggara Timur, yakni Kota Maumere (Pemekaran Kabupaten Sikka) dan Kabupaten Adonara (Pemekaran Kabupaten Flores Timur).[4].[5]

DemografiSunting

TradisiSunting

Masyarakat Flores Timur terikat dengan adat-istiadat serta tata cara yang telah menjadi tradisi dari generasi ke generasi yang menjadikannya sebagai masyarakat yang sangat menghargai etnis, budaya, agama dan ras yang lain di dalam tatanan kehidupan dan bermasyarakat.

AgamaSunting

Agama di Kabupaten Flores Timur[6]
Agama persen
Katolik
  
78.14%
Islam
  
20.44%
Protestan
  
1.39%
Hindu
  
0.03%

Sebagian besar penduduk beragama Kristen sebesar 79,53% dimana mayoritas adalah Katolik 78,14% dan Kristen Protestan 1.39%. Kemudian yang menganut agama Islam juga cukup banyak yakni 20,44%, dan sebagian kecil memeluk agama Hindu 0.03%, dan umumnya adalah warga yang berasal dari Bali.[6]

Mata PencaharianSunting

PariwisataSunting

Objek WisataSunting

  • Upacara Keagamaan Paskah-"Semana Santa", dimana penduduk kota biasa melakukan perarakan membawa Patung Yesus dan Bunda Maria sebagai Pelindung dan Penyelamat umat manusia umumnya dan masyarakat Larantuka khususnya untuk diarak mengelilingi kota Larantuka.
  • Pembuatan Tenun Ikat atau semacam kain yang proses pembuatan sampai menjadi kain yang siap dipakai menggunakan cara tradisional.
  • Wisata Bahari, yaitu menikmati pantai dan pulau yang indah atau juga melakukan kegiatan seperti scuba, snorkeling atau renang karena pantai dan laut yang terhampar semuanya masih perawan dan belum dirusak oleh tangan ataupun limbah, baik industri ataupun rumah tangga.
  • Pertapaan Trappist Lamanabi di Desa Lamanabi, Tanjung Bunga, dikenal sebagai tempat wisata rohani bagi mereka yang mencari kesunyian untuk retret.[7]
  • Danau Waibelen, Batu Payung, Batu Bertulis, Pantai Painghaka yang di sebut Situs Sejarah semuanya ini terletak di Desa Waibao - Riangpuho.

CatatanSunting


ReferensiSunting

  1. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 29 Desember 2018. Diakses tanggal 3 Oktober 2019. 
  2. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Permendagri nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 25 Oktober 2019. Diakses tanggal 15 Januari 2020. 
  3. ^ DPD RI Setujui Adonara Jadi Kabupaten Baru kemendagri.go.id
  4. ^ Inilah 65 Calon Daerah Otonomi Baru jurnalparlemen.com
  5. ^ Adonara dan Kota Maumere Belum Prioritas timorexpress.com
  6. ^ a b Kesalahan pengutipan: Tag <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama AGAMA
  7. ^ Lukas Narek (December 16, 2013), Eidi Krina Jason Sembiring, ed., "Pertapaan Lamanabi, Wisata Rohani di Ujung Flores Timur", nasional.sindonews.com 

Pranala luarSunting