Buka menu utama

Festival Hari Puisi Indonesia adalah ajang penghargaan yang diselenggarakan oleh Yayasan Hari Puisi bekerja sama dengan Indopos. Acara yang diprakarsai oleh Rida K. Liamsi ini mulai diselenggarakan sejak tahun 2014, bertempat di Teater Kecil Taman Ismail Marzuki. Tiga jenis penghargaan yang diberikan dalam Festival Hari Puisi Indonesia adalah buku kumpulan puisi terbaik, pembaca puisi terbaik, musikalisasi puisi terbaik.[1][2][3]

PemenangSunting

Pada malam puncak Festival Hari Puisi 2014 dewan juri sayembara buku yang terdiri dari Sutardji Calzoum Bachri, Abdul Hadi WM, dan Maman S Mahayana memilih lima pemenang dan satu penerima anugerah buku puisi. Lima pemenang itu adalah D. Zawawi Imron (Air Terisak Membelah Batu), Hasta Indrayana (Piknik Yang Menyenangkan), Iverdixon Tinungki (Matakara), Isbedy Stiawan ZS (Menuju Kota Lama), dan Ni Made Purnama Sari (Bali Borneo). Dan M. Anton Sulistyo melalui bukunya, Belum Dalam Lukamu, dinyatakan sebagai penerima anugerah buku puisi 2014 yang berhak atas hadiah uang tunai Rp. 50 juta dan trophy.

Untuk lomba baca puisi, Oktavianus Marsheka, Irfan Hakim, dan Harna Silwati ditetapkan sebagai pemenang. Dewan juri yang terdiri dari Remy Silado, Leon Agusta dan Aspar Paturusi memilih tiga nama pemenang itu dari 26 orang finalis yang terpilih dari 250 peserta. Sedangkan untuk musikalisasi puisi yang didukung oleh Komunitas Musikalisasi Puisi memenangkan Bale Art Project sebagai juara pertama. Juara ke-dua dan ke-tiga masing-masing Grup Sanggar Tudung Pelite dan Vanderwijck 7.

Lihat pulaSunting

ReferensiSunting