Buka menu utama

Faizal Hermiansyah (lahir di Tangerang, 08 Februari 1993; umur 26 tahun) adalah seorang pengusaha muda Indonesia. Ia terpilih menjadi Ketua Umum HIPMI perguruan tinggi Provinsi Banten periode 2017-2020 yang dilantik di Hotel Yasmin Karawaci, Banten pada tanggal 25 Januari 2017. [1][2][3]

Faizal Hermiansyah
S. Kom
Berkas:Faizal-berbicara-tentang-eightcode.jpg
Informasi pribadi
LahirFaizal Hermiansyah
08 Februari 1993 (umur 26)
Bendera Indonesia Tangerang, Banten, Indonesia
Orang tuaBudi Herwanto (ayah)
Umi Kulsum (ibu)
Alma materUniversitas Budi Luhur (2014)
PekerjaanPemilik (CEO) utama Eight Code Indonesia, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia, Pengusaha Muda
Situs webfaizalhermiansyah.com

Kehidupan awal bisnisSunting

Berbisnis sudah dilakoninya saat usianya menginjak 16 tahun. Di usia yang masih belia tersebut, ia merintis bisnis kaus sampai kemudian mampu menyewa sebuah ruko. Dengan talenta yang dimilikinya, ia mampu mengembangkan bisnis dengan menghasilkan omzet hingga Rp 50 juta. Namun, nasib kemudian mengantarnya untuk meninggalkan bisnis tersebut dan masuk ke bisnis lain di ranah IT. Pun demikian, di bidang IT dirinya semakin menemukan passion-nya. Melalui Eight Code, bisnis yang ditekuninya, ia sukses mengawal puluhan perusahaan yang menjadi kliennya menuju gerbang kesuksesan.[4]

Terlahir dari keluarga yang bukan pengusaha, bahkan dari keluarga biasa, Faizal Hermiansyah Mulai masuk ke dunia bisnis sejak usia 16 tahun dan membuat dirinya bisa belajar lebih awal seputar dunia bisnis. Ketika itu dirinya membuka bisnis sablon kaus yang berawal dari hobinya dalam membuat desain. Dari tangannya, lahirlah kreasi-kreasi unik desain kaus dan kemudian dipasarkan melalui website dan forum di internet. Selain di online, dirinya juga memasarkannya pada teman-teman di kampusnya. Aktivitasnya di organisasi kampus sangat membantu untuk mendapatkan network dan pemasaran bisnisnya.

Awalnya ia tak memproduksi sendiri kaus-kaus tersebut, melainkan dialihkan ke tukang sablon. Dengan brand Three Days Code, ia menjanjikan setiap pesanan bakal jadi dalam waktu tiga hari.

Dengan kepiawaiannya dalam menjalin network, perlahan bisnisnya terus berkembang. Bahkan kemudian Faizal Hermiansyah memiliki 11 jaringan reseller yang rutin mengorder kaus darinya. Dengan jaringannya tersebut, banyak orderan yang saban hari diterimanya. Namun, karena kesibukannya dengan kuliah ditambah semua hal dalam bisnisnya dikerjakan sendiri, membuat Faizal Hermiansyah kewalahan.

Di saat yang bersamaan, beruntunglah ia sudah memikirkan jalan lain di bidang IT. Sehingga keterpurukan yang dialaminya di bisnis kaus, tak berdampak terlalu buruk. Ia menyadari jika kekuatan yang dimilikinya adalah online. Di saat yang lain belum memiliki website dan melakukan sistem order online, Faizal Hermiansyah sudah melakukannya terlebih dulu. dan akhirnya, kekuatan inilah yang akhirnya membuat dirinya semakin berani melakukan perubahan; meninggalkan bisnis kaus dan memulai bisnis sebagai konsultan IT.

Pada tahun 2012, Faizal Hermiansyah pun fokus menggarap pasar IT dan membangun brand Eight Code Dan pada tahun 2014, Faizal Hermiansyah lulus dari kuliah Strata 1 dengan gelar S. Kom dan sempat bekerja di Perusahaan swasta di Jakarta [5]

Hadir untuk Pengusaha MikroSunting

Debut kariernya di bidang IT dimulai saat dirinya mengerjakan sebuah proyek IT di salah satu Bank BUMN. Dari proyek pertamanya tersebut, Faizal Hermiansyah menangguk untung sebesar Rp 100 juta. Untuk proyek pertama dan masih berstatus sebagai mahasiswa, angka tersebut jelas cukup fantastis. Proyek-proyek lain pun terus berdatangan, dari perusahaan rokok, otomotif, produsen kebutuhan/peralatan bagi balita, sampai proyek IT dari kementerian.

Pasca lulus kuliah, Faizal Hermiansyah pun sempat dua tahun bekerja di perusahaan milik orang lain 2014. Kedua perusahaan tersebut masih bergerak di bidang IT. Meski hanya sebentar, ia sudah cukup mendapatkan pengalaman dalam hal menjual produk dan memperluas network. Belakangan, ia juga telah mengembangkan sistem IT bernama SIMI (Sistem Informasi Manufacture Indonesia) yang merupakan salah satu produk Sistem Informasi yang dibuat khusus untuk manufacturing pabrik mikro dan makro. Dengan Sistem ini akan membuat antara satu divisi dan divisi lain terintegrasi dan membuat pekerjaan semakin efisien. Sistem ini saya develop dengan tim, dimana yang menjadi target market saya adalah para pengusaha mikro. Kenapa mikro? Karena di segmen ini peluangnya masih terbuka lebar, sementara perusahaan-perusahaan besar umumnya mereka sudah memiliki sistem tersendiri. Produk luar dengan harga yang sangat mahal.

Salah satu tantangan terberat bergerak di bisnis ini adalah terkait dengan persaingan harga. Banyak pelaku bisnis IT yang berani banting harga, namun dengan kualitas yang rendah. Untuk menjaga hal tersebut, Faizal Hermiansyah memiliki trik jitu, yakni dengan memperluas network. Oleh sebab demikian, saat ini dirinya bergabung di BPC Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Kota Tangerang Selatan dan didaulat sebagai Ketua Bidang Telekomunikasi dan Industri Kreatif. Selain itu, dirinya juga menjadi pucuk pimpinan sebagai Ketua Umum untuk Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Perguruan Tinggi Provinsi Banten.

Yakin dengan prospek bisnis IT tetap cerah. Hal ini dibuktikan dengan perolehan omzet pada tahun lalu, dimana dirinya mampu membukukan omzet yang besar. Berbagai proyeknya pun sudah tersebar di berbagai wilayah di Tanah Air, dari mulai Bandung, Jakarta, Surabaya, Makassar, Bali, Lampung, dan beberapa daerah lain di Pulau Jawa.


ReferensiSunting

Pranala luarSunting