FX Rudy Gunawan, sastrawan penulis kumpulan cerpen [bukan] pilihan Kompas "Zarima" (Galang Press, Yogyakarta), novel "Mata Yang Malas" (Gramedia Pustaka Utama, Jakarta), novel "170.8 fm: Radio Negeri Biru" (Gagas Media, Jakarta), novel "K-O-M-A" (Spasi & VHRbook), dan ikut memelopori penulisan novel adaptasi melalui penerbit GagasMedia yang didirikannya. Sebagai seorang jurnalis, ia pernah mendirikan media khusus untuk disabilitas "Majalah Diffa" (2010 - 2015) dan Koran Desa di Yogyakarta (2015). Sebelumnya ia membantu mengelola Jurnal Budaya "Mitra" oleh Profesor Toeti Heraty (2001 - 2004) dan kemudian memimpin media khusus tentang hak asasi manusia yaitu Voice of Human Rights News Center yang antara lain didirikan oleh pejuang hak asasi manusia Munir. FX Rudy Gunawan juga dikenal sebagai pegiat kebudayaan yang mencoba mengangkat isu-isu sosial-politik dalam sejumlah bentuk seni pertunjukan melalui sebuah lembaga yang didirikannya bersama Seno Gumira Ajidarma, Arahmaiani dan Nezar Patria, yaitu Perkumpulan Seni Indonesia (PSI) sejak tahun 1995 hingga 2010. PSI antara lain bekerja sama dengan Kontras (Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Kekerasan) dan memproduksi pertunjukan "Mengapa Kau Culik Anak Kami?" yang disutradarai oleh Seno Gumira Ajidarma.

Karya yang telah difilmkanSunting

Sejak mendirikan penerbit GagasMedia pada tahun 2003, FX Rudy Gunawan mulai berkolaborasi dengan dunia perfilman melalui program menovelkan skenario sejumlah film Indonesia yang diadaptasi oleh sejumlah sastrawan seperti AS Laksana dan dirinya sendiri. Novel-novel adaptasinya antara lain: Tusuk Jelangkung, Bangsal 13, Aku Ingin Menciummu Sekali Saja, Realita, Cinta & Rock n Roll, Merah itu Cinta. Semuanya merupakan kolaborasi GagasMedia dengan sejumlah Produser Film.

Karya-karya non fiksinyaSunting

"Filsafat Seks" (Bentang, Yogyakarta), kumpulan esai "Pelacur & Politikus" (Graffiti Press, Jakarta), "Mendobrak Tabu; seks, kebudayaan, dan Kebejatan Manusia" (GalangPress, Yogyakarta), "Budiman Sudjatmiko; Menolak Tunduk" (Grasindo, Jakarta), "Wild Reality; Refleksi Atas Kelamin" (IndonesiaTera, Yogyakarta) "Mbah Maridjan; Presiden Gunung Merapi (GagasMedia, Jakarta)", dan "Premanisme Politik" (ISAI, Jakarta) yang ditulis bersama Nezar Patria dan Togi Simanjuntak.

Dilahirkan di Cirebon, 20 september 1965, mendapatkan gelar sarjana filsafat dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, menjadi wartawan di majalah Jakarta Jakarta dari 1992 sampai 2000. Menjadi Redaktur Pelaksana Jurnal Budaya "Mitra" dari 2001 sampai 2004. Pada 2003 merintis pendirian penerbit GagasMedia yang memiliki tujuan menghidupkan kembali karya sastra popular remaja yang sudah lama mati suri. Mendapatkan gelar Magister Humaniora dari Universitas Sanata Dharma Yogyakarta pada 2014. Selama 2016 - 2019 menjadi Tenaga Ahli Madya di Kantor Staf Presiden Kedeputian IV Bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi. Pada bulan September sampai Oktober 2019 lolos seleksi mengikuti program residensi penulis dari Komite Buku Nasional di New York.