Buka menu utama

Capt H. Epyardi Asda, M.Mar. (lahir di Singkarak, Kabupaten Solok, Sumatra Barat, 11 Maret 1962; umur 57 tahun) adalah seorang pengusaha dan politisi Indonesia. Ia duduk di kursi DPR-RI dari fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Epyardi Asda
Lahir11 Maret 1962 (umur 57)
Bendera Indonesia Singkarak, Kabupaten Solok, Sumatra Barat, Indonesia
KebangsaanBendera Indonesia Indonesia
AlmamaterPendidikan Perwira Pelayaran Besar (P3B), Semarang
STIP Jakarta
PekerjaanPolitisi
Pengusaha
Partai politikPartai Amanat Nasional (2018-sekarang)
Partai Persatuan Pembangunan (hingga 2018)
Suami/istriEmiko
Orang tuaAsfar Panduko Sutan
Rosida

Pada 2014, ia mencalonkan diri menjadi Ketua Umum PPP, tetapi di tengah pencalonannya, ia mengundurkan diri karena melihat kondisi partai yang terus menerus dirundung konflik.[1]

Anggota DPRSunting

Epyardi menjabat sebagai anggota DPR selama tiga periode, yaitu periode 2004-2009, periode 2009-2014, dan periode 2014-2019. Ia dipilih dari daerah pemilihan (dapil) Sumatra Barat I yang meliputi beberapa daerah tingkat II, yaitu Kabupaten Kepulauan Mentawai, Kabupaten Pesisir Selatan, Kota Padang, Kota Solok, Kabupaten Solok Selatan, Kota Sawah Lunto, Kabupaten Sijunjung, Kabupaten Dharmasraya, Kota Padang Panjang dan Kabupaten Tanah Datar.[2]

Pada periode 2009-2014, Epyardi duduk di Komisi V yang mengurusi permasalahan Perhubungan, Telekomunikasi, Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat, Pembangunan Pedesaan dan Kawasan Tertinggal.[3] Pada periode 2014-2019, ia ditempatkan di Komisi II yang membidangi pemerintahan dalam negeri, otonomi daerah, aparatur dan reformasi birokrasi dan kepemiluan pada masa periode jabatan 2014-2018.[4]

Saat duduk di DPR, terjadi perpecahan fraksi PPP antara kubu yang diketuai Hasrul Azwar dengan yang diketuai Epyardi Asda. Di tengah tarik ulur pembahasan alat kelengkapan dewan, Epyardi menyatakan dirinya adalah Ketua Fraksi PPP yang sah. Epyardi menyebut bahwa Hasrul Azwar adalah ketua fraksi sementara karena hanya ditandatangani oleh Wakil Ketua Umum Emron Pangkapi dan Sekjen Romahurmuziy saja. Sementara itu, Surat Keputusan DPP PPP yang mengutus dirinya ditandatangani oleh Ketua Umum Suryadharma Ali dan Wasekjen Ahmad Gozali Harahap.[5]

Pada 2018, Epyardi memutuskan pindah ke Partai Amanat Nasional (PAN). Posisinya di DPR diganti oleh Hasanuddin melalui mekanisme pergantian antarwaktu (PAW).[6] Ia kembali maju di pemilu 2019 daerah pemilihan (dapil) DKI Jakarta II yang meliputi Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, dan luar negeri.[7]

Calon Ketua umum PPPSunting

Epyardi mencalonkan diri menjadi calon Ketua Umum PPP pada Muktamar ke-VIII di Hotel Grand Sahid, Jakarta. Tetapi di tengah pencalonannya, ia mengundurkan diri karena melihat kondisi partai yang terus menerus dirundung konflik. "Alasannya melihat partai yang seperti ini, silakan yang nafsu ambil, saya enggak tega ambil," ujar Epyardi di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Jumat (31/10/2014).[8]

Kegiatan lainSunting

Sebelum menjadi anggota dewan, Epyardi adalah seorang pengusaha yang mendirikan beberapa perusahaan, diantaranya:

  • PT Kaluku Maritima Utama
  • PT Tree Elang Maritim
  • PT Anugrah Tetap Cemerlang

ReferensiSunting

  1. ^ BeritaSatu.com. "Gagal "Nyalon" Ketum PPP, Ini Alasan Epyardi Asda". beritasatu.com. Diakses tanggal 2019-05-25. 
  2. ^ Situs Resmi MPR-RI
  3. ^ Epyardi Asda, Anak Kusir Bendi yang Menolak jadi PNS
  4. ^ Epyardi Asda PPP - Sumatra Barat I WikiDPR, diakses 25 Oktober 2018
  5. ^ "Epyardi Asda Sebut Dirinya Ketua FPPP, Hasrul Azwar Anggap Tak Sah". detiknews. Diakses tanggal 2019-05-25. 
  6. ^ Media, Kompas Cyber. "Pindah Partai, Dua Anggota DPR dari Fraksi PPP Diganti". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2019-05-25. 
  7. ^ "HNW, Tsamara, Biem, hingga Eggi Sudjana Bertarung di Dapil DKI II". kumparan. Diakses tanggal 2019-05-25. 
  8. ^ "Epyardi Nyatakan Mundur Jadi Calon Ketum PPP". SINDOnews.com. Diakses tanggal 2019-05-25. 

Pranala luarSunting