Buka menu utama

Wikipedia β

Empu Prapañca

(Dialihkan dari Empu Prapanca)

Empu Prapañca adalah seorang pujangga sastra Jawa yang hidup pada abad ke-14 pada zaman Majapahit dan kemungkinan selain pujangga juga merupakan mpu yang paling ternama. Namanya dikenal oleh semua orang di Indonesia. Hal ini disebabkan karena Prapañca merupakan penulis kakawin Nāgarakṛtâgama yang termasyhur tersebut.

Prapañca ketika menulis kakawin ini bekerja pada raja Rājasanagara. Konon menurutnya sendiri ia adalah seorang dharmādhyakṣa atau penghulu agama Buddha. Namun hal ini banyak ditentang banyak pakar Sastra Jawa Kuno, seperti Th. Pigeaud dan P.J. Zoetmulder.

Nama prapañca kemungkinan merupakan nama pena dan artinya adalah "bingung". Prapanca bukan nama asli, melainkan nama samaran seorang mantan dharmadhyaksa kasogatan (pendeta kerajaan). Nama Prapanca mengisyaratkan bahwa nama asli si pengarang terdiri dari lima aksara, pancaksara. Setelah tidak menjabat, ia tinggal di desa Kamalasana di lereng sebuah gunung (Nagarakretagama pupuh 95/3), tempat ia menulis karyanya. Ada dugaan bahwa ayah Prapanca adalah Acarya Nada, penyusun prasasti Wuware tahun 1289, tapi tidak bisa dibuktikan.

Siapa sesungguhnya Prapanca sampai sekarang tidak diketahui. Ia melukiskan dirinya sendiri dalam Negarakretagama Pupuh 96: Prapanca itu pra lima buah/ Cirinya: omongannya lucu/ Pipinya tembam, matanya ngeliyap/ Gelaknya ngakak. Terlalu kurangajar dia, tidak bisa ditiru/ Tolol, tidak mengikuti anjuran tutur/ Memerlukan pimpinan yang baik dalam tatwa/ Pantasnya ia dipukul pantatnya berulang kali.

Yang jelas Prapanca hidup pada zaman keemasan Majapahit, sebagai hasil perluasan wilayah keluar Jawa mengikuti politik Kertanegara yang dilancarkan oleh Gajah Mada. Ia menguraikan kebesaran Majapahit, kemakmurannya, hubungan antara pusat dan daerah, dan hubungan dengan luar negeri.