Buka menu utama

Edwel Yusri Datuak Rajo Gampo Alam

Edwel Yusri Datuak Rajo Gampo Alam, yang akrab dipanggil Datuk Edwel (lahir di Bukittinggi, Sumatra Barat, 6 Juli 1963; umur 56 tahun) adalah seorang koreografer gerak silat, pelestari dan ahli Silat Harimau Minangkabau.[1][2]

Edwel Yusri
Datuak Rajo Gampo Alam
220px
Lahir6 Juli 1963 (umur 56)
Bendera Indonesia Bukittinggi, Sumatra Barat
KebangsaanBendera Indonesia Indonesia
Nama lainDatuk Edwel
AlmamaterUniversitas Muhammadiyah, Jakarta
PekerjaanPesilat, koreografer
Dikenal atasAhli Silat Harimau Minangkabau

RiwayatSunting

Datuk Edwel mewarisi ilmu silat harimau dari kakek buyutnya, Inyiak Angguik, yang dikenal memiliki ilmu telepati turun-temurun dengan harimau Sumatra di hutan dekat kampung halamannya, Balingka, Agam, Sumatra Barat pada masa kolonial. Inyiak Angguik memelihara 8 ekor harimau yang semuanya hidup liar di hutan Pasaman sebelah kampung mereka. Dengan para harimau itulah Inyiak Angguik melatih jurus-jurus silat di kolong rumah panggungnya dengan bergelut dan bercanda. Jurus-jurus silat ini akhirnya berkembang alami meniru gerak Harimau Sumatra, bergelut satu sama lain dan kini dikenal sebagai Silat Harimau.[3]

Saat ini Datuk Edwel merupakan guru besar di Perguruan Silat Harimau Minangkabau yang telah banyak memberikan pelatihan silat pada berbagai pihak, diantaranya Perguruan Satria Muda Indonesia, Batalion Resimen Komando Kostrad 328 (Serpong), Resimen Mahasiswa Universitas Indonesia (Depok) dan melatih anggota satuan keamanan stasiun televisi RCTI.

Edwel Yusri adalah seorang sarjana hukum lulusan Universitas Muhammadiyah, Jakarta, namun kecintaannya pada warisan budaya bangsa yaitu silek (silat) Harimau Minangkabau yang terancam kepunahan, ia justru menggeluti secara total dunia silat tersebut. Ia sangat aktif memberikan pelatihan silat tersebut di berbagai tempat di Jakarta, terutama di Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Untuk mendukung aktivitasnya itu, Edwel mendirikan Yayasan Paguyuban Ikhlas. Melalui yayasan tersebut, Edwel bersama koleganya, Sekjen Persilat (Persekutuan Silat Antarbangsa), Hariadi Anwar juga telah menerbitkan buku tentang silat Harimau Minangkabau dalam bahasa Inggris.

Pengalamannya yang banyak dalam pelatihan silat telah membawanya ke berbagai negara di dunia, seperti ke Belanda, dan pada tahun 2004, ia dan anak didiknya pernah tampil di International Martial Arts Festival di Paris, Prancis.[4]

Edwel Yusri juga merupakan koreografer gerak silat dalam film Merantau yang dibintangi oleh Iko Uwais dan Christine Hakim pada tahun 2009.[5]

ReferensiSunting

  1. ^ Lusiana Indriasari (16 September 2011). "Kerusakan Hutan Ancam Budaya Masyarakat". News. KOMPAS.com. Diakses tanggal 16 Desember 2013. 
  2. ^ Agnes Winarti (23 Mei 2009). "Pencak silat to hit the big screen". The Jakarta Post. Diakses tanggal 28 Agustus 2014. 
  3. ^ Veby Mega Indah (17 September 2011). "Agar Inyiak (Harimau) Tetap Punya Rumah Hutan". Berita. Greenpeace Indonesia. Diakses tanggal 16 Desember 2013. 
  4. ^ "Edwel Yusri, expert Silat Harimau". Figur Pesilat. Silat Indonesia. 10 Juni 2008. Diakses tanggal 16 Desember 2013. 
  5. ^ "Selamatkan Hutan dengan Silat Harimau". Diakses tanggal 16 Desember 2013. 

Pranala luarSunting