Buka menu utama

Eclipse of Reason

film tahun 1987 karya Bernard Nathanson mengenai aborsi periode akhir

Eclipse of Reason adalah film dokumenter pro-kehidupan yang disutradarai, difilmkan, dan dinarasikan oleh Bernard Nathanson, dengan pengantar yang disajikan oleh Charlton Heston. Eclipse of Reason merupakan tindak lanjut dari film pertama Nathanson yang berjudul The Silent Scream. Film ini mungkin paling dikenal karena penggambarannya yang kontroversial mengenai aborsi dilatasi dan evakuasi (D&E).[1] Subjek film ini lebih berfokus pada implikasi-implikasi moral dari aborsi atau pengguguran janin. Film ini berperan sebagai seruan Nathanson kepada para wanita di seluruh dunia untuk mengakhiri praktik aborsi.[1] Film ini, juga The Silent Scream, memiliki peranan penting dalam upaya National Right to Life Committee yang didirikan oleh Konferensi Uskup Katolik Nasional untuk mencuri perhatian publik Amerika Serikat berkenaan dengan persoalan aborsi.[2]

Eclipse of Reason
Eclipse of reason award winning doc.jpg
Sampul DVD
SutradaraBernard Nathanson
ProduserBernard Nathanson
Adelle Roban Nathanson
NaratorBernard Nathanson
Charlton Heston
DistributorAmerican Portrait Films
Tanggal rilis
  • 1987 (1987)
Durasi
27 menit
NegaraAmerika Serikat
BahasaInggris

Eclipse of Reason merepresentasikan argumen bahwa janin (fetus) adalah manusia, dan karenanya aborsi adalah pembunuhan, suatu keyakinan yang sejalan dengan gerakan antiaborsi atau pro-kehidupan.[1] Film ini juga berfungsi untuk melawan para pengkritik film The Silent Scream yang berpendapat bahwa film itu sangat mengandalkan bahasa sang narator, kendati Nathanson menyatakan bahwa film itu hanya mengandalkan gambar-gambar dan bukan kata-kata yang merendahkan. Dengan demikian, Eclipse of Reason menyampaikan pesan yang sama bahwa aborsi adalah pembunuhan, dengan gambar-gambar serupa sebagaimana The Silent Scream pendahulunya. Bagaimanapun, untuk menghindari 'perampasan' oleh bahasa atas pencitraan pada film sebelumnya, Eclipse of Reason meminta para penontonnya untuk mempertimbangkan dengan akal dan tidak menggunakan narasi emosional.[1]

IkhtisarSunting

Eclipse of Reason memperlihatkan aborsi periode akhir yang terjadi sesaat setelah 4 bulan kehamilan. Film ini berfokus pada anggota-anggota tubuh janin pada rahim dan berlanjut dengan menampilkan aborsi dalam detail grafis. Janin dalam film sebelumnya Nathanson lebih berupa gambar hitam putih yang berdenyut, janin dalam Eclipse of Reason diperlihatkan secara gamblang dalam warna sepenuhnya.

Selanjutnya ditampilkan berbagai wanita yang pernah melakukan aborsi dan menderita dampak berbahaya dari prosedur tersebut; para wanita itu memberikan kesaksian mereka di dalam film ini.

Nathanson mengakhiri Eclipse of Reason dengan sebuah montase dari foto-foto yang menggambarkan gagasannya mengenai dua dunia yang berbeda, yang satu dipenuhi dengan tindakan-tindakan aborsi dan yang lainnya tanpa aborsi. Ia berpendapat bahwa kita tidak dapat mewujudkan suatu "Dunia Akal" tanpa sepenuhnya menghapuskan praktik aborsi.[1]

Penerimaan kritisSunting

Menurut Newsweek, film ini lebih sulit bagi para kritikus untuk menyebutnya "menyesatkan" jika dibandingkan dengan The Silent Scream.[3]

Eclipse of Reason paling banyak dikritik karena idealisasinya mengenai "Dunia Akal" dan karena menciptakan suatu dikotomi yang mungkin tidak ada di antara dua dunia hipotetis. Menurut suatu kelompok kritikus, Nathanson menciptakan suatu dunia yang baik (pro-kehidupan) versus dunia yang jahat (pro-pilihan), yang secara langsung bertentangan dengan maksudnya untuk membuat sebuah film tanpa adanya segala bentuk bahasa bermuatan emosional.[1]

Lihat pulaSunting

ReferensiSunting

  1. ^ a b c d e f (Inggris) Pickering, B., & Lake, R. 1999. "Visual Images as (opposed to?) Reason: The Argument of Eclipse of Reason." Conference Proceedings -- National Communication Association/American Forensic Association (Alta Conference on Argumentation), 253-261. Retrieved from Communication & Mass Media Complete database.[dibutuhkan verifikasi sumber]
  2. ^ (Inggris) Petchesky, Rosalind Pollack (1987). "Fetal Images: The Power of Visual Culture in the Politics of Reproduction". Feminist Studies. 13 (2): 263–292. doi:10.2307/3177802. JSTOR 3177802. 
  3. ^ (Inggris) Douglas Walton (2010). The Place of Emotion in Argument. Penn State Press. hlm. 131. ISBN 9780271040899. 

Pranala luarSunting