Buka menu utama

Ecclesia semper reformanda est (Latin untuk "gereja harus selalu tereformasi", seringkali – seperti lazimnya dalam bahasa Latin – disingkat Ecclesia semper reformanda) adalah sebuah frase yang pertama kali dipopulerkan[1] oleh Karl Barth pada 1947, yang dianggap berasal dari sebuah perkataan Santo Agustinus.[2] Ini merujuk kepada anggapan para teolog Protestan Reformed bahwa gereja harus mereeksaminasi dirinya sendiri secara berkelanjutan dalam rangka mengutamakan kemurnian doktrin dan praktiknya. Contoh awalnya adalah Jodocus van Lodenstein, Beschouwinge van Zion (Kontemplasi Zion), Amsterdam, 1674-1678,[3] yang mengklaim "kebenaran ... yang juga dalam Gereja sebagian besar selalu tereformasi" ("Sekerlijk de Gereformeerde Waarheyd ... leert dat in de Kerke ook altijd veel te herstellen is"[4]).

Lihat pulaSunting

ReferensiSunting

  1. ^ Steve Perisho: "Semper reformanda," at http://spu.libguides.com/DCL2017/Reformation#s-lg-box-wrapper-18675181, citing himself (August Bauer in 1893) but more importantly J. N. Mouthaan, "Besprekingsartikel: Ecclesia semper reformanda: modern of premodern?," Documentatieblad Nadere Reformatie 38, no. 1 (2014): 88 (86-89), who cites Abraham Kuyper in 1892, and observes that this means both that "The formulation ecclesia semper reformanda is much older than 1947", and that "The origin of this formulation lies therefore even earlier [than in] Kuyper."
  2. ^ . Theodor Mahlmann: "Ecclesia semper reformanda". Eine historische Aufarbeitung. Neue Bearbeitung, in: Torbjörn Johansson, Robert Kolb, Johann Anselm Steiger (Hrsg.): Hermeneutica Sacra. Studien zur Auslegung der Heiligen Schrift im 16. und 17. Jahrhundert, Berlin - New York 2010, p. 382-441, here p. 384-388
  3. ^ Michael Bush, "Calvin and the Reformanda Sayings," in Herman J. Selderhuis, ed., Calvinus sacrarum literarum interpres: Papers of the International Congress on Calvin Research (Göttingen: Vandenhoeck & Ruprecht, 2008) p. 286. ISBN 978-3-525-56914-6
  4. ^ Cited according to Theodor Mahlmann, p. 423.