'Dukungan sosial adalah informasi atau umpan balik dari orang lain yang menunjukkan bahwa seseorang dicintai dan diperhatikan, dihargai, dan dihormati, serta dilibatkan dalam jaringan komunikasi dan kewajiban yang timbal balik.[1]

Lelaki tua di panti jompo di Norwegia.

Ada 4 bentuk dukungan sosial yang umum:[2][3][4]

    • Emotional support
      • Pemberian empati, perhatian, kasih sayang, cinta, kepercayaan, penerimaan, keintiman, dorongan, atau kepedulian.[5][6] Intinya melibatkan kehangatan dan pengasuhan sebagai sumber dari dukungan sosial.[7] Memberikan dukungan emosional bertujuan agar sang peneriman dukungan merasakan bahwa dirinya berharga.[6] Dukungan ini juga disebut sebagai "esteem support" atau "appraisal support."[8]
    • Tangible support
      • Pemberian bantuan keuangan, barang, ataupun layanan.[9][10] Disebut juga "instrumental support", bentuk dukungan ini menggunakan materi untuk memberikan bantuan secara nyata (fisik) dan langsung kepada yang membutuhkan.[5]
    • Informational support
      • Pemberian nasihat, tuntunan, anjuran, atau informasi berguna bagi seseorang.[8][11] Jenis informasi ini dapat menyelesaikan masalah orang lain.[5][12]
    • Companionship support
      • Jenis dukungan yang memberikan perasaan diterima menjadi bagian suatu kelompok dan rasa kebersamaan (disebut juga "belonging support").[8] Ini berupa menghadirkan teman untuk melakukan aktivitas sosial.[13]

ReferensiSunting

  1. ^ Czyz, Ewa K.; Liu, Zhuqing; King, Cheryl A. (Maret 2012). "Social Connectedness and One-Year Trajectories Among Suicidal Adolescents Following Psychiatric Hospitalization". Journal of Clinical Child & Adolescent Psychology (dalam bahasa Inggris). 41 (2): 226. doi:https://doi.org/10.1080/15374416.2012.651998 Periksa nilai |doi= (bantuan). 
  2. ^ Wills, T.A. (1991). Margaret, Clark, ed. "Social support and interpersonal relationships". Prosocial Behavior, Review of Personality and Social Psychology. 12: 265–289. 
  3. ^ Wills, T.A. (1985). "Supportive functions of interpersonal relationships". Dalam S. Cohen; L. Syme. Social support and health. Orlando, FL: Academic Press. hlm. 61–82. 
  4. ^ Uchino, B. (2004). Social Support and Physical Health: Understanding the Health Consequences of Relationships. New Haven, CT: Yale University Press. hlm. 16–17. 
  5. ^ a b c Langford, C.P.H.; Bowsher, J.; Maloney, J.P.; Lillis, P.P. (1997). "Social support: a conceptual analysis". Journal of Advanced Nursing. 25: 95–100. doi:10.1046/j.1365-2648.1997.1997025095.x. 
  6. ^ a b Slevin, M.L.; Nichols, S.E.; Downer, S.M.; Wilson, P.; Lister, T.A.; Arnott, S.; Maher, J.; Souhami, R.L.; Tobias, J.S.; Goldstone, A.H.; Cody, M. (1996). "Emotional support for cancer patients: what do patients really want?". British Journal of Cancer. 74: 1275–1279. doi:10.1038/bjc.1996.529. PMC 2075927 . 
  7. ^ Taylor, S.E. (2011). "Social support: A Review". Dalam M.S. Friedman. The Handbook of Health Psychology. New York, NY: Oxford University Press. hlm. 189–214. 
  8. ^ a b c Kesalahan pengutipan: Tag <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama Wills912
  9. ^ Heaney, C.A., & Israel, B.A. (2008). "Social networks and social support". Dalam Glanz, K.; Rimer, B.K.; Viswanath, K. Health Behavior and Health Education: Theory, Research, and Practice (edisi ke-4th). San Francisco, CA: Jossey-Bass. 
  10. ^ House, J.S. (1981). Work stress and social support. Reading, MA: Addison-Wesley. 
  11. ^ Krause, N. (1986). "Social support, stress, and well-being". Journal of Gerontology. 41 (4): 512–519. doi:10.1093/geronj/41.4.512. 
  12. ^ Tilden, V.P.; Weinert, S.C. (1987). "Social support and the chronically ill individual". Nursing Clinics of North America. 22 (3): 613–620. 
  13. ^ Uchino, B. (2004). Social Support and Physical Health: Understanding the Health Consequences of Relationships. New Haven, CT: Yale University Press. hlm. 17.