Drs. H. Djazuli Kuris, MM (lahir di di Jarai (Pagar Alam), 20 Agustus 1950; umur 69 tahun) merupakan Wali kota Pagar Alam yang menjabat selama dua (2) periode, tahun 2003-2008 & 2008-2013.

Djazuli Kuris
Wali Kota Pagar Alam 1
Masa jabatan
5 Februari 2003 – 23 April 2013
PresidenSusilo Bambang Yudhoyono
WakilBudiarto (2003–08)
Ida Fitriati(2008–13)
PendahuluDjazuli Kuris (Pjs.)
PenggantiIda Fitriati
Informasi pribadi
Lahir20 Agustus 1950 (umur 69)
Jarai (Pagar Alam) Kabupaten Lahat
KebangsaanIndonesia
Partai politikGolongan Karya
AnakNovirzah
PekerjaanPegawai Negeri Sipil
Politikus

Dalam Pilkada Pagar Alam 2003 ia menggandeng Dr. H. Budiarto, SE, M.Si yang merupakan kakak kandung dari mantan ketua Partai Gerindra (Alm.) H. Nur Iswanto, SH, MM (asal ds. Batu Rancing, Tj. Sakti Pumu).

Sedangkan periode 2008-2013 ia berpasangan dengan dr. Hj. Ida Fitriati Basjuni. Pria yang kini berusia lebih dari 60 tahun ini, merupakan bapak dari Wakil Wali kota Pagar Alam periode 2013-2018, Novirzah Djazuli, SE.

Asal UsulSunting

KelahiranSunting

Djazuli Kuris dilahirkan pada tahun 1950. Ia berasal dari Desa Penantian, Kecamatan Jarai, Kabupaten Lahat.

Karier Pemerintahan / SipilSunting

Ia memulai kariernya sebagai Camat Pagar Alam. Sejak Pagar Alam resmi sebagai daerah otonomi baru (DOB) pada tahun 2001 ia ditunjuk oleh Menteri Dalam Negeri sebagai Caretaker Wali kota Pagar Alam hingga tahun 2003.

Karier PolitikSunting

Karier politiknya dimulai ketika ia menjabat sebagai Ketua Umum Partai Golongan Karya Kota Pagar Alam hingga sekarang.

Setelah Tak Lagi Menjadi Wali KotaSunting

Pada tahun 2013 ia akan mencalonkan dirinya sebagai Gubernur Sumatra Selatan hingga 2018. Namun pada akhirnya, ia dinyatakan gagal oleh KPU pada tahap verifikasi.

Setahun kemudian, ia juga akan mencalonkan dirinya sebagai Anggota DPR-RI Sumsel dari Partai Golongan Karya untuk periode 2014-2019 akan tetapi ia gagal lagi, karena jumlah perolehan suara yang diraih masih kurang.

Beberapa peristiwa penting saat menjabatSunting

  1. Pembangunan Bandara Atung Bungsu, di Kelurahan Atung Bungsu, Kecamatan Dempo Selatan
  2. Pembangunan Tangga Seribu, namun sayang seribu sayang pada saat SBY terpilih menjadi Presiden RI ke-6 proyek ini justru dihentikan pengerjaannya (sekarang baru berjumlah ±120 tangga). Tujuannya untuk menghubungkan kaki Gunung Dempo dengan titik nol pendakian.
  3. Pembangunan Villa Pagar Alam, tempat menginap bagi pariwisata / siapa saja yang berkunjung ke Gunung Dempo. Namun sejak kepemimpinannya beralih ke dr. Hj. Ida Fitriati, justru tempat ini jarang diurus.