Buka menu utama

DIANA DEE, Yang Sebelumnya dikenal dengan Nama Panggung Dike Ardilla pada tahun 2001 (lahir di Bandung, 17 Mei 1982; umur 37 tahun) merupakan seorang Model dan penyanyi Pop, Slowrock, dan Pop rock berkebangsaan Indonesia yang sekarang ditahun 2018 ini memilih jalur musik di Asia khususnya Malaysia Dan Singapura.

DIANA DEE
Dike Ardilla
Latar belakang
Nama lahir Diana Utami
Nama lain Diana dee, Dike Ardilla
Lahir 17 Mei 1982 (umur 37)
Bendera Indonesia Bandung, Jawa Barat, Indonesia
Jenis musik rock, slow rock, pop
Pekerjaan penyanyi Model
Tahun aktif 1996 -1999 2001 - 2008
2018 - sekarang
Perusahaan rekaman (1996) Diana Arcella Akurama Records (2001-2004)
Nano Records (2018) MYDC ( 2018 - Sekarang )
Terkait dengan Deddy Dores
Agama Islam

Riwayat HidupSunting

Gadis belia berusia 15 tahun ini nama aslinya ialah Diana Utami. Dia adalah putri pertama pasangan Bintang dan Yani, Masih menuntut ilmu di SMU Karya Budi Cileunyi, Bandung di kelas 1.

Awal KarirSunting

Tentang kiprahnya bernyanyi, ia mengaku mulai serius sejak duduk dibangku SMP kelas 3. Begitu jadi artis penyanyi yang sedang masuk dapur rekaman, nama Diana Utami diganti menjadi Diana Arcella. Penggantian nama itu sendiri tentu saja atas usul sang produser. Judul album pertama milik Diana masih dirahasiakan dengan jenis aliran musik dari lagu-lagu yang diusungnya adalah pop-rock. Dalam meniti karier sebagai penyanyi, Diana (yang mulai disebut-sebut sebagai "Mutiara dari Bandung Timur") mendapat bimbingan dari Eep (personal grup GX Band), Mendro, dan Andre Logness. Penampilanya kala itu, ketika berusia 15 tahun, dianggap menyerupai almarhumah NIKE ARDILLA. Tetapi bukan berarti Diana Arcella ingin seperti Nike, sebab bagaimanapun juga DIANA ARCELLA ingin menjadi dirinya sendiri.

Album Pertama (1996)Sunting

Kemunculannya di dunia hiburan tanah air yaitu setahun setelah kematian sang lady rocker. Ia sempat mengeluarkan sebuah single Pop Sunda berjudul "Cing Cai Lah" dan "Somse" bersama Doel Sumbang pada tahun 1996 (saat itu ia masih menggunakan nama panggung Diana Arcella). Barulah pada tahun 2001 ia menggunakan Nama Dike Ardilla sebagai nama panggungnya dan mempunyai album hits berjudul "Salah Sendiri". Kini, ia kerap manggung bersama Grup GX Band baik di Kota Bandung maupun luar Kota Bandung dan ia sering tampil di tv nasional dan tv swasta kala itu membawakan lagu-lagu miliknya yaitu "Tangguban Perahu" serta lagu lain yang ada di dalam album miliknya, Diana Arcella, dan lagu- lagu milik almarhumah Nike Ardilla seperti "Suara Hati" dan "Panggung Sandiwara".

Kemunculan KembaliSunting

Setelah lama vakum di dunia musik 10 tahun lamanya, pada tahun 2018 silam Diana kembali hadir dan sempat menggunakan nama panggung Diana Chora untuk beberapa single seperti "Kaulah Matahariku" dan "Merindumu Versi 1" dan bekerja sama dengan dua label sekaligus yaitu FZ Pro Indonesia dan Nano Record Malaysia. Nama Diana Chora Sendiri diinginkan oleh pihak label tersebut yang sempat bekerja sama pada tahun 2018 lalu. Setelah kotrak tersebut selesai, di tahun 2019 Diana kembali dengan nama panggung yang pernah ia gunakan pada tahun 2008 silam dan kini Diana Dee Kembali Membawakan lagu-lagu terbarunya diantaranya Single Pop "Bisa Pertama" yang merupakan spesial project dua Negara Indonesia dan Malaysia (composed by Bayeng Black arranged by Tuteng ZM) dan dinaungi langsung oleh Label milik sendiri yaitu MYDC Harmonic Ideas serta Single Missing dengan menggunakan lirik berbahasa Inggris bekerja sama dengan Label GMP RECORD serta single pop international dinaungi oleh Label asal Singapura yaitu Moluv Music membawakan lagu bertemakan cinta dengan judul "Biarkan Aku" feat Sazu band asal Singapura.

Terwujudnya duet dengan Deddy Dores Tahun 2000Sunting

DALAM melangkahkan kaki di blantika musik, setiap artis pasti mempunyai impian indah di benaknya. Tak terkecuali Dike Ardilla, yang sejak lama terobsesi ingin berduet dengan pencipta lagu kenamaan, Deddy Dores. Harapan tersebut terwujud lewat album kedua mojang Priangan ini yang bertajuk 18 Special Best Seller.

Sebanyak 18 lagu yang dinyanyikan Dike dalam album ini didominasi ciptaan Deddy Dores yang pernah hits lewat suara Nike Ardilla dulu. Seperti Seberkas Sinar, Sandiwara Cinta, Nyalakan Api, Bagaikan Lilin Kecil, Hatiku Bagai Terpenjara, dan Bintang Kehidupan.

Melantunkan tembang-tembang lawasnya Nike Ardilla bagi Dike sama sekali tidak masalah karena karakter suaranya memang begitu mirip dengan almarhumah.

Selain tembang hits Nike Ardilla dalam album 18 Special Best Seller ini masih terdapat lagu-lagu yang pernah dilantunkan penyanyi lain dari Nicky Astria, Mayangsari, Inka Christy, Salem, Siti Nurhaliza sampai Nafa Urbach.

Gadis bernama lengkap Diana Utami yang kelahiran Bandung, 17 Mei 1982, ini juga mengakui sempat deg-deg-an tatkala harus membawakan tembang hit yang pernah dibawakan penyanyi lain. Menurut mojang berbintang Taurus ini melantunkan lagu-lagu penyanyi lain itu tidak mudah. “Tapi sejauh ini saya sudah berusaha semaksimal mungkin,” tandas puteri sulung kesayangan pasangan Bintang Pribadi dan Yani Rusnawati ini dengan keyakinan besar.


Dari Nama DIKE ARDILLA menjadi DIANADEE 2008

Setelah selesai kontrak dengan salah satu label yang membesarkan namanya ( Dike ardilla ) ditahun 2008. Diana kembali menjadi nama dan dirinya sendiri penampilanya pun kerap ia rubah dengan gaya dan style dia sendiri, namun bukan Diana utami atau Diana arcella kini ia merubah nama panggungnya menjadi Dianadee.

Nama depan tetap nama asli namun pemberian nama belakang ia tambahkan dengan kata DEE, Dee adalah nama panggilanya sehari - hari Dee juga mempunyai arti Dike disingkat menjadi Di atau Dee. Nama Dike ardilla memang dirubah menjadi dianadee penampilanya pun kerap ia rubah tp, suara tetap Dike ardilla karna itu adalah karakter suara aslinya.. Dianadee sering tampil off air maupun on air di acara2 tv nasional ataupun tv swasta,dan tetap membawakan lagu - lagu hits miliknya juga membawakan lagu- lagu milik almarhumah Nike ardilla,

namun hujatan para penggemar selalu datang menghampirinya karna suara yang hampir sama dengan Nike ardilla, dari awal kemunculan dia dengan nama dike ardilla ditahun 2000, diana selalu jadi bulian para penggemar yang tidak suka padanya, karna penampilanya yang dianggap kerap mendompleng karier Nike ardilla.. namun ada sebagian penggemar yang mendukungnya. pro dan kotra pun terjadi.meskipun berganti nama dirinya tetap jadi bahan bulian..mungkin kurangnya media kala itu mengharuskan diana menjalani hidup dibayangi rasa takut meskipun dirinya sama sekali tidak pernah ingin menggantikan sosok almarhum Nike ardilla,

nama Dike ardilla pun diberikan oleh Management dan mendapat persutujuan dari keluarga kala itu. Dianapun sangat menyayangi dan mengidolakan sosok sang legenda Nike ardilla, bagi Diana, Nike adalah sosok yang tidak akan pernah tergantikan oleh siapapun walaupun dengan kehadiranya yang mempunyai sedikit kemiripan karakter suara. lelah selama bertahun - tahun jadi pro dan kontra atas kehadiranya didunia musik akhirnya Diana memutuskan untuk vakum didunia musik, ia hanya sesekali tampil ditv dan lebih memilih jalur bisnis miliknya sampai ia benar - benar menghilang dari dunia bernyanyi yang membesarkan namanya.


Beratnya Diana Dee / Diana Chora Menanggung Beban Nama Nike Ardilla 2018Sunting

Dike ardilla kini aktif kembali di dunia music tanah air sejak maret 2018 dengan menggunakan nama nya sendiri yaitu Dianachora. Nama besar artis dan selebrita yang sudah melegenda memang tak mudah untuk disamai. Hal inilah yang menjadi dasar bagi penyanyi Diana Chora mengganti nama panggungnya dari sebelumnya Dike Ardilla atau Dianadee.

“Terlalu berat ya pakai nama yang hampir sama dengan almarhumah Nike Ardilla. Diana Chora ini sendiri bukan nama baru, tapi nama saya sendiri,” ujar Diana di Jakarta, baru-baru ini.

Dara bernama asli Diana Utami itu awalnya dikenalkan pada Dimas AS, seorang pencipta lagu dan aranjer. Bukan hanya itu, ternyata Deddy Dores yang terkenal sebagai pemusik yang mengangkat Nike Ardilla pun tertarik dengan penampilan dan suaranya yang mirip Nike.

Diana pun sempat bermetamorfosa menjadi Dianadee dan ia kini kembali mengganti lagi nama panggungnya menjadi DianaChora.

“Saat mengganti nama, saya juga sudah siapkan dua single baru yakni ‘Merindumu’ dan ‘Kaulah Matahariku’. Sekarang dalam tahap pembuatan video klip. Kemarin sudah syuting di Bali dan sekarang sedang dalam proses editing,” jelas Diana.

Bicara soal karakter suara yang punya ciri sama dengan almarhum Nike Ardilla, Diana menyebut jika dirinya tak bisa menghilangkannya begitu saja walau sudah berganti nama menjadi Diana Chora.

“Tapi saya akan coba pelan-pelan membentuk karakter baru dari aransmen musik yang sesuai dengan tema lagu kekinian,” ucapnya.JAKARTA, VoiceMagz.com


Diana chora / Diana Dee Dilirik Label Asia,Sunting

Jakarta, dNewsstar.com – Setelah lama vakum didunia music kurang lebih 10 tahun, Pada tahun 2018 ini Nama Diana Chora sebagai penyanyi pop mulai dikenal kembali,Kiprahnya di dunia musik dimulai dari hobby, yang kemudian semuanya berjalan mengalir seperti air, bertemu si a b c dan d, hingga ia pun dikenal saat ini.

Penyanyi lewat nama panggung Dike Ardilla ini memilih jalur musik pop, karena menurutnya, musuk pop itu hampir semua pendengar musik menyukai pop, bahkan pecinta musik keras sekalipun. Meski saat ini persaingan di blantika musik pop tanah air sangat ketat. Diana Chora meyakini masih bisa bersaing dengan penyanyi lainnya. Sebabnya ia punya kemampuan suara yang membedakan penyanyi lainnya.

“Setiap artis penyanyi itu pasti berbeda. Karena kami memiliki karakter dan warna suara yang berbeda, bahkan ketika mengcover lagu dari seorang penyanyi. Meski berusaha sama, tetap akan terdengar jelas bedanya,” ujarnya saat ditemui di suatu kesempatan di seputaran Jakarta Selatan, Selasa (19/6/2018).

Dan untuk bisa bersaing di dunia musik yang cukup ketat, Diana Chora punya cara dengan membuat karya yang lebih baik.

“Persaingan itu biasa, yang penting kita berusaha mencetak karya yang baik, bagus dan enak didengar oleh pasar. Dan tentunya diterima dihati pecinta musik, terutama fans setia MYDC,” katanya.

Ditanya apa sudah siap bila diterpa gosip dengan terjun ke dunia entertainmen. Diana Chora mengaku sudah siap.

“Gosip…. nggak apa-apa lah. Kan maknanya digosok biar sip…hehehe. Insya Allah aman,” tutur wanita kelahiran Bandung, 17 Mei 1982 Diana Chora menyadari perjalan kariernya dalam bermusik tidak lepas dari suport banyak pihak.“Mendapat suport kamu keluarga, teman sahabat dan team yang selalu ada ketika kita membuat satu karya,” sebut artis berdarah Sunda ini.

Menyinggung pilihannya pada label Malaysia dibanding label negeri sendiri, Diana Chora mengaku bukan dia yang milih. Namun Diana Chora saat ini bernaung di Management miliknya yaitu Dianachora international Indonesia. “Saya tidak memilih label, tapi lebel yang memilih saya. Alhamdulillah,” jelasnya.Untuk penjualan albumnya nantinya, Diana Chora mengutarakan akan dijual di Indonesia dan internasional. “Bismillah saya jual di nasional dan internasional, semoga lancar dan di berikan kemudahan oleh Àllah SWT,” ujar artis selama kariernya lewat nama panggung Dike Ardilla, telah menelurkan sejumlah karya musik, yaitu “Cup Dikecup (feat Doel Sumbang 1996), Salah Sendiri (2001), “18 Best Seller Dike Ardilla” (2001).


Lagu Masuk Pasar Asia, Nanorecords Malaysia Gandeng Diana Chora.Sunting

Jakarta, dNewsstar.com – Penyanyi tanah air Diana Chora pada tahun 2018 ini punya karier makin cermerlang. Sebabnya label Nanorecords dari Kuala Lumpur, Malaysia milik Wanano, meliriknya untuk rekaman di Malaysia.

Wanano juga selaku pimpinan di Label Nanorecords mengatakan, ketika Nanorecords mencari bakat di Indonesia melalui teman-teman di sana, tertarik dengan penampilan Diana Chora, kerana lagunya agak kemelayuan, dan masuk dalam pasar musik Malaysia dan Asia.

“Sebetulnya Visi Nanorecords adalah mencari bakat bukan sekadar di Malaysia dan Indonesia, malah di Asia umumnya. Ketika Nanorecords mencari bakat di Indonesia melalui teman-teman di sana, kami tertarik dengan penampilan Diana Chora kerana lagunya agak kemelayuan, dan masuk dalam pasar musik Malaysia dan Asia. beliau mempunyai karakter tersendiri walaupun ramai yang menganggap beliau seperti almarhum Nike Ardilla. Tapi bagi kami sebetulnya beliau mempunya kelebihan karakter nyanyian yang tersendiri,” paparnya melalui telpon, Kamis (21/6/2018)

Ditanya sejak kapan label Malaysia Nanorecords tertarik dengan Diana Chora. Menurut Wanano sejak Maret 2018 dan telah membuat beberapa single.

“Kami mula melamar Diana Chora di bulan Maret kemaren. Dan alhamdulillah semuanya berjalan seperti yang direncanakan. Malah bermula dari Single “Kaulah Matahariku” dan sekarang Single kedua dengan judul “Merindumu”. Insya Allah kami sedang mula merencana untuk projek-projek berikutnya,” ungkapnya. Ditanya apakah sebelumnya ada kerjasama Nanorecords Malaysia dengan DCint’l. Wanano mengatakan ada kesepakatan bersama mempromosi dan mengangkat Diana Chora setinggi mungkin di luar negri “Ya, alhamdulillah kita sepakat dari awal bekerjasama untuk mempromosi dan mengangkat Diana Chora setinggi mungkin di luar negara. Malah kami juga bersepakat untuk saling mensupport penyanyi dari kedua-dua negara, bermula dari promosi, sehingga ke konser dan kerjasama terkait,” terangnya.

Disinggung kedepannya apakah Nanroecords ingin lebih intents bekerjasama dengan DCint’l. Wanano menyebut udah sepakat dalam projek kedepannya.

“Nah.. Kalau persoalan ini ngga perlu dibahas lagi, kerana memang kami udah sepakat untuk kerjasama dalam projek-projek ke depan, malah hubungan kami udah mulai serasi. Saling support dan saling membesarkan satu sama lain,” tuturnya.

Terkait kerjasama ini, Wanano menyampaikan Nanorecords dan artis-artisnya berharap karyanya dapat diterima semua.

“Pesan kami semoga usaha kami diterima semua. Nikmatilah karya-karya kami dengan matahati yang paling dalam, kerana kami adalah pengkarya yang ingin diterima hasil karyanya, hingga anak cucu,” sebutnya.

Mengenai apa ada keinginan artis-artis Malasyia dinaungi management di Indonesia juga. Ia meyakini akan ada.

“Pastilah..!. Kan namanya kerjasama.


DiskografiSunting

  1. Tangguban perahu ( album diana arcella 1996 )
  2. Single Cing Cai Lah & Somse bersama Doel Sumbang (1996)
  3. Salah Sendiri (2001) Album
  4. Aku harus Bagaimana (2002) Album
  5. 18 Best Seller Dike Ardilla (2001) Album
  6. 18 Special Best Seller Dike Ardilla (2002) Album
  7. Berikan Setitik Air (2003) Album
  8. Serpihan Kasih (2008) Album
  9. Single Dilarang Tuhan (2016)
  10. Single Kaulah Matahariku (2018)
  11. Single Merindumu (2018)
  12. Cinta itu surga ( coming soon 2018 - 2019 )
  13. Missing ( 2019 )
  14. Merindumu unplug Versi 2 ( 2019 )
  15. Bisa Pertama ( 2019 )
  16. Biarkan Aku feat Sazu ( 2019)

Pranala luarSunting