Buka menu utama

Dewan Kesenian Sumatera Utara

Dewan Kesenian Sumatera Utara (DKSU) merupakan lembaga seni, budaya dan pariwisata resmi perpanjangan tangan Pemerintah Provinsi Sumatra Utara (Gubernur), yang didirikan di Kota Medan sejak tahun 1989.

Dewan Kesenian Sumatera Utara
DKSUlogo.png
Dasar Hukum
  • SK Gubsu Nomor 188.44/144/KPTS/2018
Berdiri
Mitra kerjaPemerintah Provinsi Sumatra Utara
Periode2017-2022
KetuaBaharuddin Saputra, S.H.
AlamatKomplek Taman Budaya Sumatera Utara

H. Jose Rizal Firdaus, S.H.[1] terpilih sebagai Ketua Umum DKSU yang pertama (periode 1989-1999). Pada masa berikutnya, DKSU dipimpin oleh Dr. Shafwan Hadi Umry, M.Hum.[2] sepanjang tahun 1999-2009. Setelah sempat mengalami vakum selama 7 tahun, mulai tahun 2017 DKSU kembali beraktivitas di bawah pimpinan Baharuddin Saputra, S.H.[3][4]

Kantor Sekretariat DKSU terletak pada komplek Taman Budaya Sumatera Utara, tepatnya di Jalan Perintis Kemerdekaan No. 33, Kota Medan, Provinsi Sumatra Utara.

Visi dan misi DKSU adalah untuk mewujudkan masyarakat Sumatra Utara yang peduli terhadap aktivitas kesenian, sastra, budaya dan pariwisata di tanah air. Adapun DKSU berperan sebagai organisasi kesenian resmi yang berperan aktif sebagai fasilitator, terutama bagi pengembangan potensi sekaligus penyaluran karya dari para sastrawan, budayawan, seniman dan pegiat seni di wilayah Provinsi Sumatra Utara.

Secara umum, DKSU bertindak sebagai penyelenggara resmi dari kegiatan-kegiatan spesifik, seperti:

  1. Publikasi buku antologi sastra maupun karya lainnya di Provinsi Sumatra Utara;
  2. Pengutusan duta seni Provinsi Sumatra Utara dalam berbagai kompetisi tingkat lokal, nasional maupun internasional;[5]
  3. Pelaksanaan lokakarya, pameran dan diskusi bidang kesenian, sastra, budaya serta pariwisata, baik di dalam maupun luar negeri; juga
  4. Pagelaran pertunjukan seni, sastra, budaya dan pariwisata di Provinsi Sumatra Utara.

SemboyanSunting

Dewan Kesenian Sumatera Utara (DKSU) menganut semboyan organisasi "Bersinergi, Visioner dan Berpikir Indah".

Arti LambangSunting

 
Lambang Dewan Kesenian Sumatera (DKSU)

DKSU secara simbolis menggunakan citraan "sendaren", yakni sejenis layang-layang raksasa khas Melayu Deli, yang pada masa silam dikenal luas sebagai salah satu permainan populer di kalangan masyarakat Sumatra Utara, terutama di seputaran komplek Istana Maimoon. Lebih lanjut, faktor penentu kemenangan peserta permainan "sendaren" diukur dari posisi "teraju", yaitu keadaan dimana para pemain berhasil memposisikan layang-layang tersebut tepat di atas kepala sesuai waktu yang telah disepakati sebelumnya.

Pada prinsipnya, lambang DKSU dapat didefinisikan, sebagai berikut:

  • Tulisan DKSU berwarna dibentuk menyerupai "sendaren" pada saat mengalami "teraju";
  • Warna kuning, secara simbolis merupakan pertanda kejayaan, kekayaan dan keagungan bagi bangsa Melayu;
  • Lingkaran merah kecil merepresentasikan matahari yang sedang bersinar;
  • Latar belakang berwarna hijau melambangkan bumi pertiwi yang subur.

Dalam realisasinya, DKSU berusaha menerjemahkan lambang tersebut sebagai usaha untuk mengangkat kreativitas, karya-karya dan profesionalitas para seniman Sumatra Utara ke posisi puncak, baik dalam perhelatan nasional maupun internasional.

StatusSunting

DKSU merupakan organisasi non struktural di bidang kesenian dan kebudayaan, yang menjadi perpanjangan tangan dari Pemerintah Provinsi Sumatra Utara. Selain itu, DKSU adalah mitra strategis dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata serta Dinas Pendidikan Sumatra Utara. Dalam pelaksanakan wewenang dan tugasnya, DKSU bertanggung jawab langsung kepada Gubernur Sumatra Utara.

Azas dan LandasanSunting

DKSU merupakan organisasi profesi berbasis kesenian dan kebudayaan yang berasaskan Pancasila. Secara konstitusional, DKSU berlandaskan UUD 1945. Sedangkan landasan operasional, mengacu pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga DKSU.

Wewenang dan TugasSunting

DKSU memiliki wewenang dan tugas, sebagai berikut:

  • Memberikan gagasan, saran serta pertimbangan kepada Gubernur Sumatra Utara terkait pengembangan seni budaya di Provinsi Sumatra Utara;
  • Membantu dan memfasilitasi kegiatan kreatif para seniman Sumatra Utara, baik di tingkat lokal, regional, nasional dan internasional;
  • Memelihara hubungan harmonis dengan para seniman, budayawan, pegiat seni dan lembaga-lembaga kesenian di wilayah Provinsi Sumatra Utara;
  • Menjembatani kepentingan para seniman, budayawan, pegiat seni serta masyarakat kesenian di Provinsi Sumatra Utara dengan pemerintah daerah dan instansi terkait;
  • Menjalin hubungan baik dengan lembaga-lembaga seni budaya maupun non kesenian di dalam dan luar negeri;
  • Melaksanakan proses seleksi serta menetapkan daftar sastrawan, budayawan dan seniman penerima anugerah seni.

Struktur OrganisasiSunting

Berdasarkan hasil Rapat Pleno II Tahun 2019, struktur organisasi DKSU terdiri atas:

  1. Dewan Pembina;
  2. Dewan Penasihat;
  3. Dewan Pakar; dan
  4. Badan Pengurus Harian (BPH).

Dewan PembinaSunting

Dewan Pembina DKSU terdiri atas:

  1. Gubernur Sumatra Utara (Gubsu);
  2. Kepala Kepolisian Daerah Sumatra Utara (Kapoldasu); dan
  3. Panglima Komando Daerah Militer I/Bukit Barisan (Pangdam I/BB).

Dewan PenasihatSunting

Dewan Penasihat DKSU terdiri atas:

  1. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatra Utara (Kadisbudpar Sumut);
  2. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatra Utara (Kadis Pendidikan Sumut); dan
  3. Instansi terkait lainnya.

Dewan PakarSunting

Dewan Pakar DKSU terdiri atas:

  1. Tokoh Masyarakat Sumatra Utara;
  2. Akademisi Sumatra Utara; dan
  3. Praktisi Kesenian di wilayah Sumatra Utara.

Badan Pengurus Harian (BPH)Sunting

Badan Pengurus Harian (BPH) bertindak sebagai pejabat utama yang mengatur AD/ART dan teknis operasional DKSU.

Nama Jabatan
Baharuddin Saputra, S.H.

Ketua Umum
Porman Wilson Manalu

Wakil Ketua Bidang Organisasi
Idris Pasaribu, S.H.

Wakil Ketua Bidang Sumber Daya Manusia
Dr. T. Suhaimi, S.H., M.Hum.

Wakil Ketua Bidang Program Kegiatan
Lilik Riadi Dalimunthe

Sekretaris Umum
Dr. Bima Prana Chitra, M.Hum.

Sekretaris I
Henri Batubara

Sekretaris II
Sari Karosekali

Bendahara Umum
Terbit Tarigan, S.H.

Bendahara I
Evi Khairani, S.Pd.

Bendahara II

KomiteSunting

Komite merupakan aparat utama yang bertindak menjalankan program kerja lapangan DKSU. Secara umum, DKSU terdiri atas 7 komite, antara lain:

  1. Seni Teater;
  2. Seni Sastra;
  3. Seni Rupa;
  4. Seni Tari;
  5. Seni Film & Fotografi
  6. Seni Musik; dan
  7. Seni Ekonomi Kreatif.

Masing-masing Komite DKSU tersebut dipimpin oleh satu orang koordinator.

Komite Koordinator
Seni Teater
Soekisno Dimas

Seni Sastra
Sugeng Satya Dharma

Seni Rupa
Drs. Mangatas Pasaribu, M.Sn.

Seni Tari
Dra. Hj. Dilinar Adlin, M.Pd.

Seni Film & Fotografi
Onny Kresnawan

Seni Musik
Triwahjuono Harijadi

Seni Ekonomi Kreatif
Ir. Tengku Muchairad F.

ReferensiSunting

  1. ^ "Artikel "Jose Rizal Firdaus" - Belajar Bersama Maestro Indonesia". ensiklopedia.kemdikbud.go.id. Diakses tanggal 2019-11-07. 
  2. ^ "Artikel "Rekam Jejak Shafwan Hadi Umry" - Hati dan Budi Bertaut Abadi". sastramedan.com. Diakses tanggal 2019-11-07. 
  3. ^ "Artikel "Pelantikan Pengurus Baru DKSU" - Periode 2017-2022". humas.sumutprov.go.id. Diakses tanggal 2018-03-08. 
  4. ^ "Artikel "Baharuddin Saputra, S.H. menjabat posisi Ketua Umum DKSU" - PNS Polri Berprestasi". bareskrim.com. Diakses tanggal 2019-04-24. 
  5. ^ "Artikel "Dewan Kesenian Sumatera Utara" - Ensiklopedia Sastra Indonesia". ensiklopedia.kemdikbud.go.id. Diakses tanggal 2019-03-16.