Buka menu utama

Letkol Pnb. David “Great Hawk” Ali Hamzah, (lahir di Kediri, Jawa Timur, 2 Agustus 1976; umur 43 tahun) adalah perwira menengah TNI Angkatan Udara dan penerbang pesawat tempur Sukhoi 27/30 yang memiliki callsign “Great Hawk”. David,[1] merupakan Alumnus Akademi Angkatan Udara tahun 1998, Sekbang tahun 2000 dan mahir sebagai Penerbang Tempur TNI Angkatan Udara. Saat ini ia menajabt Kapuskoda Koopsau II.[2] Sebelumnya ia pernah menjabat Komandan Skadron Udara 11 Wing 5 Pangkalan Udara Sultan Hasanuddin Makassar.[3][4][5]

David Ali Hamzah
David Ali Hamzah.jpg
Kapuskoda Koopsau II
Informasi pribadi
Lahir2 Agustus 1976 (umur 43)
Bendera Indonesia Kediri, Jawa Timur
KebangsaanBendera Indonesia Indonesia
PasanganNy. Eko Purwani
Alma materAkademi Angkatan Udara (1998)
Dinas militer
Pihak Indonesia
Dinas/cabangLambang TNI AU.png TNI Angkatan Udara
Masa dinas1998 - Sekarang
PangkatLetkol pdh au komando.png Letnan Kolonel
SatuanKorps Penerbang (Tempur)

Great Hawk, tercatat telah benyak mendapatkan penghargaan dan tanda kehormatan. Mulai dari Tanda Kehormatan Satyalencana Kesetiaan VII, lalu Tanda kehormatan Dharma Nusa, dan Tanda Kehormatan Dwidja Sistha. Saat ini ia menjabat sebagai Komanadan Skadron Udara 11 Wing 5 Pangkalan Udara Sultan Hasanuddin Makassar. Tercatat selama karier militernya ia udah beberpa pesawat yang ia awaki mulai dari pesawat tempur A-4 Skyhawk, Hawk MK-53, dan kini Sukhoi SU-27/30.

KarierSunting

Anak kedua dari tiga bersaudara tersebut sudah terbiasa hidup disiplin sejak kecil. Ayahnya yang sangat ia hormati adalah seorang Purnawirawan Polri. Saat kecil kedua orang tuanya memberikan perhatian penuh kepada dia dan kedua saudaranya. Ibunya yang ia hormati, mendidiknya dengan penuh kasih sayang. Meski sang ayah merupakan Purnawirawan Polri, tetapi tak pernah memaksakan khendak yang sama harus diikuti oleh anak-anaknya. Tak disangka, letak rumahnya yang berdekatan dengan salah satu markas TNI Angkatan Darat (AD) menjadikan, David kecil itu mulai berkeinginan untuk menjadi anggota TNI.

Garis takdir tak dapat dilawan, David yang kala itu dinyatakan lulus dari Akademi Angkatan Udara (AAU) pada 1998, dan melanjutkan pendidikan di Sekolah Penerbangan TNI AU (Sekbang) dan lulus pada 2000. Selanjutnya, David menempuh pendidikan di SIP dan lulus pada 2008. Tak berhenti di situ, kemudian ia melanjutkan pendidikan di Sekolah Komando Kesatuan Angkatan Udara (Sekkau) angkatan 85 dan lulus pada 2009 silam. David, kembali diberi kesempatan untuk mengikuti Sekolah Staf dan Komando Angkatan Udara (Seskoau) dan lulus pada 2013 lalu.

Jabatan militerSunting

  • Pama Lanud Adi Sutjipto (2000)
  • Pa Penerbang Skadron Udara 11 Lanud Hassanudin (2000)
  • Ksbs Recdispatch Siops Skaud 11 Lanud Hassanudin (2001)
  • Pa Penerbang Skadron Udara 15 Lanud Iswahyudi (2004)
  • Kasi Spec Diops Skadron Udara 15 Lanud Iswahyudi (2007)
  • Pa Instruktur Wingdikterbang (2008)
  • Instruktur Pnb Gol VI Wingdikterbang Lanud Adi Sutjipto (2009)
  • Dan Fit Ops “A” Skadud 11 Lanud Sultan Hassanudin (2010)
  • Kasi Ops Skadud 11 Lanud Sultan Hassanudin (2012)
  • P.S. Karuops Lanud Sultan Hassanudin (2013)
  • P.S. Kasi Baseops Disops Lanud Sultan Hassanudin (2013)
  • Kasi Opslat Disops Lanud Sultan Hassanudin (2014)
  • Komandan Skadron Udara 11 (2016)
  • Kapuskoda Koopsau II (2017)

ReferensiSunting