Negara bagian dan wilayah federal di Malaysia

divisi administratif utama di Malaysia
Pembagian administratif Malaysia
Tingkat I

Negara bagianWilayah persekutuan

Tingkat II

DistrikJajahan (Kelantan) • Divisi (Sabah dan Sarawak)

Tingkat III

MukimDaerah penggawa (Kelantan) • Precinct (Putrajaya) • Distrik (Sabah dan Sarawak)

Tingkat IV

KampungSeksyen

Secara administratif Malaysia terbagi menjadi 13 negara bagian dan 3 wilayah federal (Kuala Lumpur, Labuan, dan Putrajaya) yang terbagi ke dalam 2 geografis antara Semenanjung Malaysia atau Malaysia Barat yang terletak di daratan Asia dan Malaysia Timur yang terletak di Pulau Kalimantan.

Negara Bagian dan Wilayah Federal di Malaysia.

Malaysia Barat sunting

No Negara Bagian Bendera Lambang Ibu Kota Sultan/Yang di-Pertua Negeri Menteri Besar/Ketua Menteri
1 Johor
Bendera Johor
Bendera Johor
Lambang Johor
Lambang Johor
Johor Bahru Ibrahim Ismail Onn Hafiz Ghazi
2 Kedah
Bendera Kedah
Bendera Kedah
Lambang Kedah
Lambang Kedah
Alor Setar Sultan Sallehuddin ibni al-Marhum Sultan Badlishah Muhammad Sanusi Md Nor
3 Kelantan
Bendera Kelantan
Bendera Kelantan
Lambang Kelantan
Lambang Kelantan
Kota Bahru Muhammad V Ahmad Yaakob
4 Melaka
Bendera Melaka
Bendera Melaka
Lambang Melaka
Lambang Melaka
Kota Melaka Mohd Ali Rustam Ab Rauf Yusoh
5 Negeri Sembilan
Bendera Negeri Sembilan
Bendera Negeri Sembilan
Lambang Negeri Sembilan
Lambang Negeri Sembilan
Seremban Muhriz Munawir Aminuddin Harun
6 Pahang
Bendera Pahang
Bendera Pahang
Lambang Pahang
Lambang Pahang
Kuantan Al-Sultan Abdullah Sultan Ahmad Shah Wan Rosdy Wan Ismail
7 Perak
Bendera Perak
Bendera Perak
Lambang Pahang
Lambang Pahang
Ipoh Nazrin Muizzuddin Shah Saarani Mohamad
8 Perlis
Bendera Perlis
Bendera Perlis
Lambang Perlis
Lambang Perlis
Kangar Syed Sirajuddin Syed Putra Jamalulail Mohd Shukri Ramli
9 Pulau Pinang
Bendera Pulau Pinang
Bendera Pulau Pinang
Lambang Penang
Lambang Penang
George Town Ahmad Fuzi Abdul Razak Chow Kon Yeow
10 Selangor
Bendera Selangor
Bendera Selangor
Lambang Selangor
Lambang Selangor
Shah Alam Sharafuddin Idris Shah Al-Haj Amirudin Shari
11 Terengganu
Bendera Terengganu
Bendera Terengganu
Lambang
Lambang
Kuala Terengganu Mizan Zainal Abidin Ahmad Samsuri Mokhtar
* Wilayah Federal Kuala Lumpur
Bendera Kuala Lumpur
Bendera Kuala Lumpur
Lambang Kuala Lumpur
Lambang Kuala Lumpur
Kuala Lumpur Abdullah dari Pahang (Yang di-Pertuan Agong) Anwar Ibrahim (Pemerintah Malaysia)
Nga Kor Ming (Menteri Pembangunan dan Kerajaan Tempatan)
* Wilayah Federal Putrajaya
Bendera Putrajaya
Bendera Putrajaya
Lambang Putrajaya
Lambang Putrajaya
Putrajaya Abdullah dari Pahang (Yang di-Pertuan Agong) Anwar Ibrahim (Pemerintah Malaysia)
Nga Kor Ming (Menteri Pembangunan dan Kerajaan Tempatan)

Malaysia Timur atau Malaysia Borneo sunting

No Negara Bagian Bendera Lambang Ibu Kota Yang di-Pertua Negeri Ketua Menteri
12 Sabah
Bendera Sabah
Bendera Sabah
Lambang Sabah
Lambang Sabah
Kota Kinabalu Juhar Mahiruddin Hajiji Noor
13 Sarawak
Bendera Sarawak
Bendera Sarawak
Lambang Sarawak
Lambang Sarawak
Kuching Abdul Taib Mahmud Abang Johari Tun Openg
* Wilayah Federal Labuan
Bendera Labuan
Bendera Labuan
Lambang Labuan
Lambang Labuan
Bandar Labuan (Victoria) Abdullah dari Pahang (Yang di-Pertuan Agong) Anwar Ibrahim (Pemerintah Malaysia)
Nga Kor Ming (Menteri Pembangunan dan Kerajaan Tempatan)

Penguasa sunting

Sembilan negara bagian Malaysia memiliki penguasa tituler (dikenal sebagai Sultan, Raja atau Yang di-Pertuan Besar) dan Ketua Menteri eksekutif atau Menteri Besar. Penguasa Johor, Kedah, Kelantan, Pahang, Perak, Selangor dan Terengganu dikenal sebagai Sultan. Penguasa Negeri Sembilan memiliki jabatan Yang di-Pertuan Besar. Perlis ialah satu-satunya negara bagian Malaysia di mana penguasanya bergelar Raja. Mantan koloni emas Inggris di Penang, Melaka, Sabah dan Sarawak memiliki gelar Gubernur (dikenal sebagai Yang di-Pertua Negeri) dan Ketua Menteri eksekutif.

Sejarah sunting

  • Singapura adalah negara bagian di Malaysia sejak berdirinya Malaysia pada 16 September 1963 hingga kemudian Singapura memutuskan berpisah dari Malaysia pada 9 Agustus 1965.
  • Brunei telah diundang untuk bergabung dengan Malaysia tetapi memutuskan untuk menolak pada menit terakhir karena beberapa alasan, seperti status Sultan Brunei di kerajaan Malaysia, pembagian royalti untuk minyak, dan tekanan dari kelompok oposisi yang berujung pada pemberontakan (Pemberontakan Brunei).