Daftar kejahatan perang

Artikel ini berisi daftar dan rangkuman kejahatan perang yang dilakukan sejak Konvensi Den Haag 1899 dan 1907 serta kejahatan terhadap kemanusiaan dan kejahatan terhadap perdamaian yang telah dilakukan sejak pertama kali kejahatan jenis ini didefinisikan dalam Statuta Roma.[a]

Banyak kejahatan perang pada akhirnya tidak dituntut (karena kurangnya kemauan politik, kurangnya prosedur yang efektif atau alasan praktis dan politis lainnya),[1] sejarawan dan pengacara sering membuat tuntutan serius terhadap kejahatan perang yang telah terjadi, walaupun tidak ada investigasi formal, penuntutan atas dugaan kejahatan atau investigasi terhadap tersangka pelaku.

Kejahatan perang di bawah hukum internasional telah didirikan oleh pengadilan internasional seperti Pengadilan Nuremberg dan Pengadilan Tokyo yang menuntut para pemimpin Austria, Jerman dan Jepang atas kejahatan perang yang telah mereka lakukan selama Perang Dunia II.

CatatanSunting

  1. ^ This list is a work in progress and is not complete.

ReferensiSunting

  1. ^ Comment by The Times, November 21, 2006 p. 17, in relation to Jean-Pierre Bemba of the Congo: "There was nothing funny about his soldiers' actions in Eastern Congo... Among the crimes alleged are mass murder, rape and acts of cannibalism. Yet one senior UN diplomat has indicated privately that for the sake of peace, the investigation [by the International Criminal Court] into Bemba's responsibility may be sidelined. It isn't just in Congo that trade-offs are being made. [...] Skeptics point out that those who have stood trial so far have either been defeated in war or are retired and irrelevant. They insist there would be no chance of hauling powerful political figures in Washington and London before a court to answer for their actions..."