Daftar istilah transportasi rel

artikel daftar Wikimedia

Istilah perkeretaapian dan transportasi rel banyak diadaptasi dari istilah-istilah teknik sipil, otomotif, dan rekayasa transportasi darat. Dalam bahasa Indonesia, istilah-istilah tersebut banyak diserap dari bahasa Belanda dan Inggris serta mengadopsi praktik Amerika dan Eropa lewat Union internationale des chemins de fer (UIC) sebagai induk organisasi regulator dan operator perkeretaapian.[1]

Istilah perkeretaapian Indonesia telah disesuaikan penggunaannya baik di lingkungan PT KAI (selaku operator besar), Direktorat Jenderal Perkeretaapian, dan beberapa di antaranya juga termuat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, serta disajikan padanannya dengan kata/frasa dalam bahasa Inggris.

0–9Sunting

ASunting

A
Kode susunan roda AAR dan klasifikasi UIC untuk satu gandar penggerak.[2]
Abar
Rem.[3]
Abar dinamik
Jenis abar yang mempergunakan keluaran motor traksi sebagai generator untuk melambatkan kecepatan kereta api tanpa harus mempergunakan abar udara tekan.
Abar udara
Sistem pengereman menggunakan udara terkompresi sebagai medium operasi.[4]
Adhesi
Jenis jalur kereta api paling umum dengan roda menapak pada rel kereta api.[5]
Alat material untuk siaga (Amus)
Material yang disiapkan pada jalur kereta api bila sewaktu-waktu terjadi gangguan atau kerusakan. Biasanya berupa arung-karung pasir, batu kricak, dan bantalan rel.[6][7]
Alkmaar
Jenis sinyal mekanik kereta api yang digerakkan manual dan terlayan setempat. Nama berasal dari perusahaan Belanda bernama Nederlandse Machinefabriek Alkmaar, sekarang bagian dari Vialis.[8]
Alternator
Generator yang mengubah energi mekanik menjadi listrik dalam bentuk arus bolak-balik.[9]
American Locomotive Company (ALCO)
Perusahaan lokomotif Amerika Serikat, dahulu terbesar kedua di negara itu.[10][11]
As panas
Suatu keadaan ketika laher gandar mengalami panas berlebih akibat gaya gesek. Dapat menimbulkan bahaya percikan api apabila tidak segera ditangani.[12][13][14]

BSunting

B
Kode susunan roda AAR dan klasifikasi UIC untuk dua gandar penggerak.[2]
Badug
Palang atau tembok yang dipasang di ujung jalur buntu untuk mencegah sarana melampaui batas jalur
Balai yasa
Fasilitas yang dimiliki perusahaan kereta api untuk memperbaiki sarana dalam jangka waktu dua hingga empat tahunan, atau 24.000 hingga 48.000 km.
Balai Teknik Perkeretaapian (BTP)
Lembaga teknis di bawah Direktorat Jenderal Perkeretaapian yang bertugas mengawasi serta mengelola prasarana perkeretaapian.[15]
Balas
Batu pecah bersudut tajam (angular) dengan ukuran antara 2-6 cm yang membentuk alas rel tempat bantalan.
Bangunan Hikmat (BH)
Bangunan yang dirancang menurut konsep teknik sipil, disebut juga sebagai "struktur".
Berhenti luar biasa (BLB)
Kejadian saat kereta api berhenti pada tempat di luar gapeka yang berlaku padanya. Dapat berlaku di jalan bebas, maupun di stasiun.[16]
Bisnis
Kelas 2
Bogie
Kerangka yang membentuk set roda dengan gandar.
Boper
Alat yang digunakan untuk membantali ujung sarana kereta satu sama lain.
Bukit langsiran
Bagian dari emplasemen penyusun (marshalling yard) yang dibuat miring sehingga masinis dapat menggunakan gaya gravitasi Bumi untuk menggerakkan sarana ke jalur yang dikehendaki. Metode ini cepat dan memerlukan usaha yang sedikit daripada melangsir kereta dengan lokomotif.[12]
Bustitution
Akronim dari kata bus dan subsititution, praktik mengganti layanan kereta api dengan layanan lain serupa, seperti angkutan terusan atau bus yang dapat bersifat sementara atau bahkan selamanya.

CSunting

C
Kode susunan roda AAR dan klasifikasi UIC untuk tiga gandar penggerak.[2]
Challenger
 
Susunan roda Challenger
Lokomotif uap dengan susunan roda 4-6-6-4.[17][18][19][20]
Co-Co (EU)
Lokomotif yang memiliki dua bogie dengan tiga gandar penggerak (enam roda). Penulisan yang benar adalah Co'Co', tetapi Co-Co lebih sering digunakan.[butuh rujukan]
Corong air
Alat untuk mencurahkan air ke ketel lokomotif uap.

DSunting

D
Kode susunan roda AAR dan klasifikasi UIC untuk empat gandar penggerak.[2]
Deadman
Mekanisme keselamatan kereta yang otomatis mengerem saat masinis tidak menginjak pedalnya atau memutar tuasnya sesuai waktu yang ditentukan.
Decapod
 
Susunan roda Decapod
Lokomotif uap dengan susunan roda 2-10-0.[21][22][23]
Depot kereta api (train depot)
Tempat menyimpan dan merawat sarana perkeretaapian dalam jangka waktu harian atau bulanan
Depot lokomotif (motive power depot)
Depot kereta api yang khusus merawat lokomotif
Daerah operasi
Satuan kerja PT Kereta Api Indonesia yang dapat terhubung satu sama lain.
Satuan kerja PT KAI di wilayah Jawa.
Divisi regional
Satuan kerja PT Kereta Api Indonesia yang bersifat terpencar.
Satuan kerja PT KAI di wilayah Sumatra.
Diamond
 
Perpotongan dua rel dengan jurusan berbeda diamond
Perpotongan antara dua rel dengan jurusan berbeda yang sebidang.[24]
Dingin
Sarana berpenggerak dalam posisi mati.

ESunting

Ekonomi
Kelas 3.
Ekonomi premium
Intermediet antara kelas 2 dan kelas 3.
Eksekutif
Kelas 1.
Eksploitasi
(arkais) Pembagian wilayah administratif Kereta Api Indonesia di Jawa yang terbagi atas beberapa inspeksi (hingga 1989) dan Sumatra (hingga 2001).
Electro-Motive Diesel (EMD)
Produsen lokomotif terbesar kedua di dunia. EMD dahulunya adalah Electro-Motive Division, anak perusahaan dari General Motors, sebelum dijual.
Emplasemen
 
Emplasemen di Chicago, Illinois, Desember 1942
Susunan jalur kereta api tempat kereta api berhenti, langsir, bongkar muat barang, atau dirangkaikan.[25][26]

GSunting

Garratt
 
Diagram lokomotif Garratt
Jenis lokomotif uap yang berartikulasi menjadi tiga bagian.[27]
GEVO
Sebutan untuk lokomotif diesel Evolution series produksi GE Transportation.[28][29]
Gerbong
(teknis) Sarana perkeretaapian untuk mengangkut barang.
(awam) Sarana perkeretaapian untuk mengangkut penumpang dan barang.
Gerbong sumuran (UIC)
Jenis gerbong datar dengan sumuran atau lekukan untuk mengangkut peti kemas yang terlalu tinggi. Juga disebut gerbong "PKPKW".
Grafik perjalanan kereta api (gapeka)
Grafik yang berisi pedoman pelaksanaan operasi kereta api yang digambarkan sebagai fungsi posisi kereta api terhadap waktu yang telah ditetapkan.[30]

HSunting

Hijau
Aspek yang menunjukkan kereta api aman melintas atau boleh melewati sinyal dengan kecepatan disesuaikan dengan peraturan perjalanan.
Hilir dan udik/hulu
Jurusan hilir: perjalanan kereta api menjauh dari pangkal lintas (km 0).
Jurusan udik/hulu: perjalanan kereta api mendekati pangkal lintas.

JSunting

Jalan bebas
Bagian petak jalan antara sinyal masuk dan sinyal masuk stasiun yang berdekatan.
Jalan perlintasan langsung (JPL)
Perlintasan sebidang.
Jalur kereta api
Bagian dari rute kereta api yang menghubungkan dua atau lebih tempat atau dengan lintas lain.[31]
Rute kereta api yang dibangun oleh organisasi, dengan tujuan sebagaimana disebutkan di atas.[31][32][33] Jalur ini dapat memiliki nama resmi.[34]
Serangkaian rute kereta api yang dibangun untuk tujuan publik.[35][36]
Jalur dwiganda
Jalur yang memiliki dua pasang rel kereta api untuk operasi kereta api yang berbeda
Jalur ganda
Jalur yang memiliki sepasang rel yang memiliki jurusan berbeda dalam operasi normal
Jalur langsir
Jalur yang hanya digunakan untuk langsir.
Jalur tunggal
Jalur yang hanya memiliki satu rel untuk dua jurusan.
Juru langsir
Orang yang bertugas memimpin dan mengatur jalannya langsir kereta.

KSunting

Kabin masinis
Ruangan di dalam lokomotif yang berisi tombol dan tuas-tuas untuk menjalankan kereta api, ditempati oleh masinis dan asistennya.[37][38]
Kabus
Kereta atau gerbong yang dirangkaikan di ujung kereta yang biasanya ditempati juru rem. Sudah usang dan banyak digantikan dengan petunjuk akhir rangkaian berupa lampu atau tebeng.[39]
Kambing
Kelas termurah dari kereta api.[40]
Kepala stasiun
Orang yang memimpin administrasi stasiun kereta api.
Kereta
Sarana perkeretaapian untuk mengangkut penumpang.
Kereta gantung
Kendaraan yang berjalan di atas atau di bawah kabel.
Kereta luar biasa (KLB)
Perjalanan kereta api pada saat tertentu atau tidak tercantum dalam Gapeka untuk kepentingan perjalanan khusus, antara lain untuk kepentingan perawatan, pertolongan, atau kepentingan kenegaraan.[30]
Konservasi
Status untuk sarana yang berstatus tidak siap guna operasi atau mangkrak
Kotak pasir
Kotak di moncong lokomotif, kereta rel, atau trem yang berisi pasir. Pasir berfungsi untuk mencegah roda selip saat menerjang hujan atau tanjakan curam.
Kuning
Aspek warna hati-hati atau segera turunkan kecepatan, dapat menggunakan bendera atau sinyal, tetapi dapat berbeda maknanya antara perusahaan KA yang satu dengan yang lain.

LSunting

Lampu kedip
 
Kereta api Canadian National Railway yang memperagakan lampu kedip pada lokomotif
Sepasang lampu yang dipasang di depan dan belakang lokomotif modern Amerika Utara, dan biasanya ditempatkan di bawah lampu utama. Lampu ini dapat berkedip saat membunyikan suling lokomotif.[41]
Larat
Sarana kereta api yang meluncur tanpa masinis
Lengkung
Jalur kereta api yang berkeluk seperti busur
Lokomotif
Kendaraan rel yang memiliki mesin penggerak dan kabin masinis untuk menjalankan kereta api, dan bukan untuk penumpang
Lokomotif diesel
Lokomotif yang menggunakan mesin diesel sebagai penggerak
Lokomotif uap
Lokomotif yang menggunakan mesin uap sebagai penggerak
Los bundar
Struktur berbentuk bundar yang digunakan untuk menyimpan dan merawat lokomotif

MSunting

MagLev
Jenis kereta api yang berjalan di atas rel magnetik
Maklumat perjalanan kereta api (malka)
Perubahan gapeka yang masa berlakunya tidak melebihi dari pelaksanaan gapeka yang telah ditetapkan atau sampai dengan berlakunya gapeka baru.[30]
Masinis
Orang yang menjalankan lokomotif dan/atau sarana kereta api yang berpenggerak.[42]
Merah
Aspek bahaya atau tidak aman. Kereta api harus berhenti di depan sinyal.
Monorel
Sebuah jalur rel yang hanya terdiri dari rel tunggal.
Mulai dinas
Tanggal mulai beroperasinya sarana

NSunting

Northern
 
Susunan roda Northern
Lokomotif dengan susunan roda 4-8-4, dikenal sebagai also "Pocono", "Niagara", "Confederation", "Greenbrier", dan "Potomac"[43][44]
Notch 8
Notch kedelapan pada tuas tenaga (throttle) lokomotif, menandakan lokomotif berada dalam tenaga penuh.[45][46]

PSunting

P24 dan P48
Pemeliharaan berdasarkan jarak tempuh (24.000 atau 48.000 km)
Pacific
 
Susunan roda Pacific
Lokomotif uap dengan susunan roda 4-6-2[47]
Pantograf
 
Pantograf
Alat yang dipasang di atap KRL, lokomotif listrik, atau trem yang digunakan untuk mengalirkan arus dari listrik aliran atas.[48][49]
Pemeliharaan akhir (PA)
Semua perbaikan dan pemeriksaan yang terakhir dilakukan pada sarana di balai yasa
Pemeliharaan akhir yang akan datang (PAYAD)
Perbaikan dan pemeriksaan yang akan dijadwalkan di waktu mendatang untuk sarana
PPK
Pemberitahuan tentang perjalanan kereta api.
Petugas Pelayanan Kereta, orang yang diberi tugas untuk memberikan informasi sepanjang perjalanan kereta api.[50]
Pengatur perjalanan kereta api (PPKA)
Pegawai yang bertugas mengatur dan melakukan segala kegiatan untuk menjamin keselamatan dan ketertiban urusan perjalanan kereta api dan urusan langsir dalam suatu stasiun.
Penganjlok
Perangkat keselamatan kereta yang dapat menganjlokkan sarana yang melampauinya, khususnya untuk mencegah sarana tiba-tiba masuk sepur raya dari sepur simpan.[24]
Pengawalan kereta api (walka)
Petugas keamanan yang bertugas mengawal perjalanan kereta api.
Pengawas peron (PAP)
Pembantu PPKA dalam mengatur perjalanan kereta api dan langsir.
Pengoperasi kereta api otomatis (automatic train operation/ATO)
Alat peningkatan keselamatan perkeretaapian yang digunakan untuk membantu mengoperasikan kereta api secara otomatis.
Pengontrol kereta api otomatis (automatic train control/ATC)
Alat yang secara otomatis akan mengikat abar jika masinis tidak menanggapi aspek sinyal atau pembatasan kecepatan pada petak tertentu.[51]
Perhentian
Jenis stasiun kereta api yang tidak diperlengkapi dengan wesel, ditujukan untuk penumpang dengan okupansi rendah, biasanya dijaga atau tidak.
Peristiwa luar biasa
Setiap peristiwa yang menimbulkan gangguan perjalanan kereta api berdasarkan gapeka yang berlaku seperti gangguan sarana-prasarana, bencana alam, ditabrak kendaraan lain.
Peristiwa luar biasa hebat
Kecelakaan kereta api, termasuk tabrakan antar kereta api, anjlok, terguling, atau terbakar.
Periuk gandar
Selongsong yang melindungi ujung bantalan/laher gandar pada bogie kereta.[52]
Periuk gandar golong, jika berhenti abar harus terikat
Kalimat peringatan di bawah kereta penumpang yang diperlengkapi periuk gandar dengan tipe roller bearing.
Perjalanan luar biasa
Perjalanan kereta api pada waktu tertentu yang telah ditetapkan atau tidak tercantum dalam Gapeka untuk perjalanan kereta api penumpang atau barang[30]
Perlindungan kereta api otomatis (ATP)
Alat peningkatan kepatuhan terhadap sinyal dan pembatasan kecepatan yang diberikan menggunakan pemantauan kecepatan, termasuk otomatis berhenti di depan sinyal.[53]
Perlintasan sebidang
Perpotongan jalur kereta api yang berada pada satu bidang terhadap jalan raya atau jalan setapak.
Perlintasan liar
Perlintasan yang tidak mengantongi izin resmi
Perlintasan tidak sebidang
Persilangan jalur kereta api yang tidak berada pada satu bidang terhadap jalan raya atau jalan setapak, dapat berupa jalan layang atau terowongan bawah tanah.
Peron
Jalan kecil yang sejajar dengan rel kereta api tempat lalu lalang dan naik turun penumpang di stasiun kereta api, halte kereta api, atau tempat pemberhentian transportasi rel lainnya.
Peron pulau
Peron yang terletak di antara dua sepur.
Peron siku-siku
Peron yang terdiri atas gabungan peron ujung dan peron sejajar.
Peron sejajar
Peron yang sejajar dengan sepur.
Peron sisi
Peron yang berada di sisi gedung utama dan sejajar dengan sepur.
Peron rendah
Peron yang berketinggian 180 mm diatas kepala rel[54]
Peron sedang
Peron yang berketinggian 430 mm diatas kepala rel[54]
Peron tinggi
Peron yang berketinggian 1000 mm diatas kepala rel[54]
Persinyalan blok otomatis
Sistem yang terdiri atas serangkaian sinyal yang membagi petak jalan menjadi petak-petak blok dan berfungsi untuk mengontrol pergerakan kereta api di sepanjang petak tersebut menggunakan persinyalan otomatis.
Petak blok
Petak yang dibatasi dua sinyal blok. Petak ini tidak mengizinkan kereta api lain masuk petak tersebut saat ada kereta api lain masih berada di petak tersebut.[55]
Petak jalan
Bagian jalur kereta api yang terletak di antara dua stasiun berdekatan.
Petugas penjaga perlintasan sebidang (PJL)
Orang yang ditugasi menjaga perlintasan sebidang. Bedakan dengan JPL.
Prama dan prami
Sebutan singkat untuk pramugari di atas kereta api.

RSunting

Railfans
Penggila kereta api.
Rangkaian
Untaian dari banyak sarana perkeretaapian yang tidak dipisahkan selama operasi normal[56]
Reglemen
Peraturan dinas (dari bahasa Belanda reglement).
Rel gerigi
Rel kereta api curam yang diperlengkapi sistem gerigi, ditempatkan di bagian tengah bantalan rel guna mengendalikan kecepatan kereta api saat naik/turun gunung.
Restorasi
Kereta makan.
Ruang bebas
Penanda batas berhenti kereta api (preipal).[57]
Rucat
(bahasa Sunda ngarucat) melepas semua komponen.[58] Dalam konteks perkeretaapian merucat artinya mengafkirkan, menghancurkan, atau melepaskan komponen dari sarana. Ditujukan bagi sarana yang telah dinyatakan dihapus dari daftar aktiva perusahaan.
Rumah sinyal
Bangunan tempat alat-alat persinyalan diletakkan.

SSunting

Semboyan
Sekumpulan pesan atau tanda bermakna yang berfungsi untuk memberikan isyarat melalui medium tangan, persinyalan, suara, bentuk, warna, atau cahaya yang ditempatkan pada suatu tempat tertentu dan memberikan suatu isyarat dengan arti dan maksud tertentu untuk mengatur dan atau mengontrol pengoperasian kereta api.
Sepur
(arkais) Jalur.
Guna mencegah keambiguan makna dengan "kereta api" di kalangan orang Jawa, transportasi rel di Indonesia mengganti kata "sepur" menjadi "jalur".
Sepur lempeng
(arkais) Bagian dari wesel yang relnya lurus. Alias: jalur lurus/sepur lurus.
Sepur belok
Bagian dari wesel yang relnya berbelok Alias: jalur belok.
Sepur raya
Jalur yang paling sering dilintasi kereta api
Sepur salah
Jalur kiri pada jalur ganda.
Sepur sempit
 
Perbandingan sepur standar (biru) dan sepur sempit (merah)
Jalur kereta api yang lebar sepurnya kurang dari 1.435 mm (4 ft 8 12 in)[59]
Sepur lebar
Jalur kereta api yang lebar sepurnya lebih besar daripada sepur standar, atau 1.435 mm (4 ft 8 12 in)[60]
Siap operasi (SO)
Sarana perkeretaapian yang dapat beroperasi normal sebagaimana mestinya
Silinder
Celah dalam motor bakar tempat piston bergerak
Sinyal
Alat untuk memberi isyarat kepada masinis tentang keadaan jalur di depannya.
Sinyal berangkat
Sinyal yang dipasang di tiap-tiap jalur kereta api menghadap ke arah stasiun
Sinyal elektrik
Sinyal yang menggunakan lampu warna untuk memberikan indikasi tertentu kepada masinis, dikontrol menggunakan peralatan elektronik.
Sinyal katai
Jenis sinyal elektrik yang dipasang langsung di atas tanah dengan ukuran biasanya lebih kecil daripada sinyal tiang.
Sinyal krian
Sinyal tebeng yang dilengkapi peralatan pengunci. Nama berasal dari Stasiun Krian di Sidoarjo, Jawa Timur.
Sinyal masuk
Sinyal yang dipasang sebelum wesel pertama yang akan dihadapi masinis.
Sinyal mekanik
Sinyal yang dioperasikan menggunakan tuas-tuas mekanik (handel).
Sinyal muka
Sinyal yang memberikan indikasi sinyal masuk
Sinyal muka keluar, sinyal pendahulu keluar
Sinyal yang memberikan indikasi sinyal berangkat
Sinyal pengulang
Sinyal yang memberikan indikasi sinyal utama apabila pandangan tidak bebas membuat sinyal utama tidak dapat terlihat masinis.
Sinyal semapur/semafor
Sinyal mekanik yang menggunakan lengan untuk memberikan aspek tertentu.
Sinyal tebeng
Sinyal mekanik yang menggunakan tebeng (papan isyarat) untuk memberikan aspek tertentu.
Stasiun kereta api
Prasarana kereta api atau tempat kereta api berhenti secara teratur untuk menaikturunkan penumpang atau membongkar-muat barang.
Stasiun operasi
Tempat kereta api berhenti dan berangkat, bersilang, menyusul atau disusul, dan langsir.
Stasiun pertemuan
Stasiun yang berlokasi di titik pertemuan 3 jurusan[61] atau lebih.
Stasiun paralel
Stasiun yang gedungnya sejajar dengan sepur-sepur.[61]
Stasiun pertemuan juga dapat disebut sebagai stasiun paralel apabila gedungnya merupakan hasil kombinasi stasiun paralel dan stasiun siku-siku.
Stasiun siku-siku
Stasiun yang memiliki peron ujung dan peron lidah, misal Stasiun Jakarta Kota, Stasiun Tanjung Priok, dan Stasiun Kertapati.[61]
Stasiun pulau
Stasiun yang gedungnya terletak diantara sepur-sepur dan sejajar dengannya.[61]
Stasiun semenanjung
Stasiun yang gedungnya terletak di antara dua sepur yang bersatu.[61]
Stasiun percabangan yang wesel percabangannya terletak jauh sebelum stasiun tersebut dan sepurnya sejajar dengan gedung stasiun dan sepur lempeng.
Suling lokomotif
Suling yang digunakan untuk memberikan isyarat oleh masinis. Berbeda dengan klakson, suling difungsikan menggunakan tenaga uap.

TSunting

Tambahan
Kereta api yang tidak disertakan dalam jadwal reguler.[62][63][64] Dapat berjalan pada musim liburan untuk menghadapi lonjakan penumpang dan mengurangi jumlah penumpang yang menunggu atau mengantre di stasiun.[65]
Teknisi kereta api
Petugas pengoperasian fasilitas sarana kereta api serta melakukan perbaikan ringan peralatan atau sarana kereta api.
Terminus
Stasiun akhir perjalanan kereta api.
Stasiun yang tidak memiliki kelanjutan jalur.
Tidak siap guna operasi (TSGO)
Sarana perkeretaapian yang rusak dan sudah tidak memungkinkan lagi untuk beroperasi kembali (mangkrak). Dalam kasus yang jarang overhaul (jika memiliki mesin penggerak) diperlukan agar sarana dapat kembali beroperasi. Jika dinyatakan gagal untuk bisa dihidupkan, maka sarana harus menunggu penghapusan aktiva jika akan diafkirkan.
Tidak siap operasi (TSO)
Sarana perkeretaapian yang rusak tetapi masih memungkinkan lagi untuk beroperasi kembali. Perlu perbaikan besar-besaran atau penggantian mesin (jika berpenggerak) agar sarana dapat kembali beroperasi.
Timbunan
Bagian dari badan jalan kereta api yang dibangun pada cekungan atau tepi jurang untuk meminimalkan kelandaian.
Tolak/setut
(usang) nama salah satu gerakan langsir: lokomotif melepaskan dan meluncurkan rangkaian dengan memanfaatkan sisa gaya dorong lokomotif. Teknik ini tidak cocok untuk KA penumpang, KA angkutan ternak, serta KA yang membawa bahan berbahaya dan beracun.[66]
Torpus
Kode panggil untuk Kantor Pusat PT KAI
Traksi ganda
Konfigurasi kereta api yang ditarik dua atau lebih lokomotif yang dirangkai bersama sehingga dapat menarik kereta api berat saat mendaki bukit curam. Saat ini traksi ganda banyak digunakan untuk KA penumpang.
Tubuh baan
Tanah yang diratakan untuk melandasi rel kereta api.

WSunting

Waktu tunggu
Waktu kereta api berhenti sesuai jadwal. Biasanya waktu tunggu digunakan untuk memberikan keleluasaan bagi penumpang yang naik atau turun saat menunggu disilang atau disusul.[67]
Warta maklumat (wam)
Perubahan gapeka yang berlaku paling lama dalam waktu satu bulan kalender.[30]
Wesel
Alat pemindah jurusan kereta api.
Wilayah gelap
Petak jalan yang tidak diberi sinyal blok[68]

ReferensiSunting

  1. ^ "Transport Thesaurus". UIC.org. 1995. Diarsipkan dari versi asli tanggal 6 June 2015. Diakses tanggal 20 May 2009. 
  2. ^ a b c d Pinkepank, Jerry A. (1973). The Second Diesel Spotter's Guide. Milwaukee, WI: Kalmbach Publishing. ISBN 0-89024-026-4. 
  3. ^ "Hasil Pencarian - KBBI Daring". kbbi.kemdikbud.go.id. Diakses tanggal 2020-01-27. 
  4. ^ Wood, W. W. (1920) [first published 1909]. Wood's Westinghouse E-T Air Brake Instruction Pocket Book (edisi ke-second). New York: The Norman W. Henley Publishing Co. 
  5. ^ "Combined Adhesion ad Cog-Wheel Railways". The Railway News and Joint Stock Journal. London. 51 (1307): 100–101. 19 January 1889. 
  6. ^ SUTOMO, SUTOMO (2015-07-01). "Perbandingan komposisi dan keanekaragaman jenis yang berasal dari soil seedbank pada kawasan yang terganggu dan tidak terganggu erupsi 2010 di gunung Merapi, Yogyakarta". Masyarakat Biodiversitas Indonesia. doi:10.13057/psnmbi/m010406. 
  7. ^ "InfoPublik - PT KAI Daop 8 Siapkan Alat Material Untuk Siaga Untuk Keselamatan Angkutan Nataru". infopublik.id (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-02-08. 
  8. ^ "Heritage - Kereta Api Indonesia". heritage.kai.id. Diakses tanggal 2020-01-27. 
  9. ^ Aylmer-Small, Sidney (1908). "Lesson 28: Alternators". Electrical railroading; or, Electricity as applied to railroad transportation. Chicago: Frederick J. Drake & Co. hlm. 456–463. 
  10. ^ "Railroading Glossary: A". TRN.Trains.com. Kalmbach Publishing. Diarsipkan dari versi asli tanggal 31 August 2014. Diakses tanggal 20 February 2013. 
  11. ^ Solomon, Brian (2009). Alco Locomotives. MBI Publishing Company. hlm. 8. ISBN 9781616731366. 
  12. ^ a b "Railroading Glossary: H". TRN.Trains.com. Kalmbach Publishing. Diarsipkan dari versi asli tanggal 21 August 2014. Diakses tanggal 20 February 2013. 
  13. ^ "Hotbox". The Hotbox. North Central Region National Model Railroad Association. Diarsipkan dari versi asli tanggal 7 January 2008. Diakses tanggal 24 January 2008. 
  14. ^ US 4659043 
  15. ^ Perkeretaapian, Balai Perawatan (2018-10-06). "Balai Teknik Perkeretaapian yang Ada di Indonesia". Balai Perawatan Perkeretaapian (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-02-08. 
  16. ^ "UPDATE TERBARU: PT KAI Terapkan Kebijakan Berhenti Luar Biasa karena Aksi 22 Mei". Warta Kota. Diakses tanggal 2020-10-09. 
  17. ^ Solomon, Brian (2009). Alco Locomotives. MBI Publishing Company. hlm. 70. 
  18. ^ Lamb, J. Parker (2003). Perfecting the American Steam Locomotive. Bloomington, IN: Indiana University Press. hlm. 107. ISBN 0-253-34219-8. 
  19. ^ Taylor, John (June 1952). "Name That Locomotive". Boys' Life. Boy Scouts of America. hlm. 40. 
  20. ^ Wegman, Mark (2008). "34: The City Streamliners". American Passenger Trains and Locomotives Illustrated. Minneapolis, Minnesota: Voyageur Press, an imprint of MBI Publishing Company. hlm. 144. ISBN 978-0-7603-3475-1. 
  21. ^ Prince, Richard E. (2000) [first published 1966]. Seaboard Air Line Railway: Steam Boats, Locomotives, and History. Bloomington, IN: Indiana University Press. hlm. 163. ISBN 0-253-33695-3. 
  22. ^ "Development of American Steam Locomotives". Locomotive Firemen and Enginemen's Magazine. Vol. 43 no. 6. Indianapolis, IN: Brotherhood of Locomotive Firemen and Enginemen. December 1907. hlm. 777. 
  23. ^ Locomotive Cyclopedia of American Practice. hlm. 102. 
  24. ^ a b "Railroading Glossary: D". TRN.Trains.com. Kalmbach Publishing. Diarsipkan dari versi asli tanggal 30 August 2014. Diakses tanggal 20 February 2013. 
  25. ^ "Railroading Glossary: Y". TRN.Trains.com. Kalmbach Publishing. Diarsipkan dari versi asli tanggal 22 August 2014. Diakses tanggal 20 February 2013. 
  26. ^ "Era Glossary of Railway Terms". ERA.Europa.eu. 8 November 2010. 
  27. ^ Durrant, A. E. (1969). The Garratt Locomotive. London: David & Charles Locomotive Studies. hlm. 13. ISBN 7153435646. 
  28. ^ Wilson, Jeff (2009). The Model Railroader's Guide to Diesel Locomotives. Waukesha, WI: Kalmbach Publishing. ISBN 978-0-89024-761-7. 
  29. ^ (19 September 2012). GE and Kazakhstan Temir Zholy (KTZ) Announce GE Evolution Series Passenger Locomotive to be Manufactured in Astana. Siaran pers. Diakses pada 14 October 2014.
  30. ^ a b c d e Article 1, Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 110 Tahun 2017, 6 November 2017
  31. ^ a b "railway line". The Free Dictionary. Diakses tanggal 19 October 2014. 
  32. ^ "China, Russia mull high-speed Moscow-Beijing rail line: report". Yahoo News. 17 October 2014. Diakses tanggal 19 October 2014. 
  33. ^ "China to build new East Africa railway line". BBC News. 12 May 2014. Diakses tanggal 19 October 2014. 
  34. ^ "Named Railway Lines". National Rail Enquiries. Diakses tanggal 19 October 2014. 
  35. ^ "Rail Lines (total route-km)". The World Bank. Diakses tanggal 19 October 2014. 
  36. ^ "Railway Lines Network" (PDF). JR East Group. 16 March 2013. Diakses tanggal 19 October 2014. 
  37. ^ Fowler, George L. (1906). Locomotive Dictionary; compiled for American Railway Master Mechanics' Association (edisi ke-first). New York, Chicago and London: The Railroad Gazette and The Railway Gazette. hlm. 15. 
  38. ^ Halberstadt, Hans (1996). Modern Diesel Locomotives. Osceola, WI: MBI Publishing Co. hlm. 61–63. ISBN 0-7603-0199-9. 
  39. ^ "Railroading Glossary: C". TRN.Trains.com. Kalmbach Publishing. Diarsipkan dari versi asli tanggal 13 September 2014. Diakses tanggal 20 February 2013. 
  40. ^ Mrázek, Rudolf. (2006). Engineers of happy land : perkembangan teknologi dan nasionalisme di sebuah koloni. Hermojo. (edisi ke-Ed. 1). Jakarta: Yayasan Obor Indonesia. hlm. 17. ISBN 978-979-461-594-2. OCLC 867653457. 
  41. ^ "Ditch Lights". American Rails. Diakses tanggal 2 October 2014. 
  42. ^ "Railroading Glossary: E". TRN.Trains.com. Kalmbach Publishing. Diarsipkan dari versi asli tanggal 22 August 2014. Diakses tanggal 20 February 2013. 
  43. ^ Solomon, Brian (2012). North American Locomotives: A Railroad-by-Railroad Photohistory. MBI Publishing Company. hlm. 6. ISBN 9781610586856. 
  44. ^ Glischinski, Steve (1997). Santa Fe Railway. Railroad Color History. Andover Junction Publishing. hlm. 104. ISBN 0-7603-0380-0. 
  45. ^ Wilson, Jeff (2009). The Model Railroader's Guide to Diesel Locomotives. Waukesha, WI: Kalmbach Publishing. hlm. 15. ISBN 978-0-89024-761-7. 
  46. ^ Loumiet, James R.; jungbauer, William G. (2005). Train Accident Reconstruction and FELA and Railroad Litigation (edisi ke-fourth). Tucson, Arizona: Lawyers & Judges Publishing Co. hlm. 226. ISBN 978-1-930056-93-0. 
  47. ^ Henry Harrison Suplee, B.Sc.; J.H. Cuntz, C.E. M.E.; Charles Buxton Going, Ph.B., ed. (1906). The Engineering Index. IV: 1901-1905. New York and London: The Engineering Magazine. hlm. 714. 
  48. ^ "Railroading Glossary: P". TRN.Trains.com. Kalmbach Publishing. Diarsipkan dari versi asli tanggal 13 September 2014. Diakses tanggal 20 February 2013. 
  49. ^ Hay, William Walter (1982). Railroad Engineering. John Wiley & Sons, Inc. hlm. 134–135. ISBN 0-471-36400-2. 
  50. ^ "Petugas Pelayanan Kereta". Jakarta by Train (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-10-07. 
  51. ^ IEC 60050-821:1998 - International Electrotechnical Vocabulary - Part 821: Signalling and security apparatus for railways. International Electrotechnical Commission. 1998. 
  52. ^ "The Evolution of Railway Axlebox Technology". Evolution. SKF. 7 December 2010. Diakses tanggal 18 September 2014. 
  53. ^ "ERA Glossary" (PDF). ERA.Europa.eu. Diakses tanggal 23 March 2017. 
  54. ^ a b c Peraturan Menteri Perhubungan Nomor : PM 29 Tahun 2011 tentang Persyaratan Teknis Bangunan Stasiun Kereta Api
  55. ^ "ERA Glossary of Railway Terms". 8 November 2010. Diakses tanggal 13 December 2017. 
  56. ^ "IEC 61375-2-3:2017-02: Electronic railway equipment - Train communication network (TCN) - Part 2-3: TCN communication profile". DIN.de. Diakses tanggal 28 June 2017.  (perlu mendaftar)
  57. ^ "Hasil Pencarian - KBBI Daring". kbbi.kemdikbud.go.id. Diakses tanggal 2020-10-09. 
  58. ^ Luthfiyani, L. (2016). Kamus Genggam Bahasa Sunda. Sleman: Frasa Lingua. hlm. 71. ISBN 9786026475275. 
  59. ^ "Railroading Glossary: N". TRN.Trains.com. Kalmbach Publishing. Diarsipkan dari versi asli tanggal 22 August 2014. Diakses tanggal 23 March 2017. 
  60. ^ "Railroading Glossary: B". TRN.Trains.com. Kalmbach Publishing. Diarsipkan dari versi asli tanggal 21 August 2014. Diakses tanggal 20 February 2013. 
  61. ^ a b c d e Subarkah, Iman (1981). Jalan Kereta Api. Bandung: Idea Dharma. 
  62. ^ "FM 55-20, Chapter 2, Railway Train Operations". GlobalSecurity.org. Diakses tanggal 13 October 2014. 
  63. ^ Phillips, Edmund John (1942). Railroad Operation and Railway Signalling. Chicago: Simmons-Boardman Publishing Co. hlm. 40. Diakses tanggal 13 October 2014. 
  64. ^ Dalby, Harry Andrews (1904). Train Rules and Train Dispatching: A Practical Guide for Train Dispatchers, Enginemen, Trainmen and All who Have to Do with the Movement of Trains (edisi ke-first). New York and London: The Locomotive Publishing Co. hlm. 129. Diakses tanggal 13 October 2014. 
  65. ^ "FM 55-20, Chapter 4, Rail Dispatching Operations and Procedures". GlobalSecurity.org. Diakses tanggal 13 October 2014. 
  66. ^ "BAB V - DINAS LANGSIR - Perkeretaapian Indonesia". sites.google.com. Diakses tanggal 2020-10-27. 
  67. ^ "TRT Home - Transportation Research Thesaurus (TRT)". trt.trb.org. Diakses tanggal 2017-08-30. 
  68. ^ Holloway, Keith (13 June 2006). "Failure to adhere to track warrant control rules caused collision". NTSB press release. National Transportation Safety Board. Diakses tanggal 29 May 2009. Non-signaled (dark) territory presents a unique problem for rail safety 

Daftar pustakaSunting

Pranala luarSunting