Buka menu utama

Lokomotif D300

(Dialihkan dari D300)

Lokomotif D 300 adalah lokomotif diesel hidraulik buatan pabrik Fried Krupp, Jerman. Lokomotif ini mulai dinas sejak 1958, dan lokomotif ini merupakan kakak dari lokomotif D 301 yang memiliki model serupa dan diproduksi oleh pabrik yang sama.[a] Lokomotif ini bergandar D', artinya lokomotif ini memiliki empat gandar penggerak.

Lokomotif D300
Lokomotif D300
Data teknis
Sumber tenagaDiesel hidraulik
ProdusenFried. Krupp, Jerman
ModelKrupp-M350D1
Tanggal dibuat1958[a]
Jumlah dibuat13 unit
Spesifikasi roda
Susunan roda AARD
Klasifikasi UICD'
Dimensi
Lebar sepur1.067 mm
Panjang7.384 mm
Lebar2.700 mm
Tinggi maksimum3.650 mm
Jarak antara alat perangkai9.274 mm
Jarak antarpivot-
Tinggi alat perangkai760 mm
Berat
Berat kosong32 ton
Berat siap34 ton
Berat adhesi34 ton
Bahan bakar
Kapasitas bahan bakar1.050 liter
Kapasitas pelumas90 liter
Kapasitas air pendingin225 liter
Kapasitas bak pasir300 liter
Sistem mesin
Motor traksi1 unit
Tipe: Fried Kruup 2W1L1 - 15
Kinerja
Kecepatan maksimum50 km/jam
Daya mesin340 hp
Daya ke generator/converter305 hp
Lain-lain
Tipe kompresorErhand S Schmer Westinghouse ISO - 105
Karier
Perusahaan pemilikPT Kereta Api Indonesia
Mulai dinas1958[a]


Lokomotif D300 23 di Dipo Induk Ambarawa.

Lokomotif ini berdaya mesin sebesar 340 HP. Lokomotif ini biasa digunakan untuk melangsir kereta penumpang ataupun kereta barang, dan sesekali menarik kereta api jarak pendek apabila dibutuhkan. Lokomotif ini dapat berjalan dengan kecepatan maksimum yaitu 50 km/jam, meskipun seringkali dijalankan dengan kecepatan lebih rendah dari itu karena dinasan langsir pada umumnya dilakukan pada kecepatan rendah.

Lokomotif ini terdapat di berbagai dipo lokomotif, meskipun tidak semua dipo lokomotif memiliki lokomotif D 300 mengingat adanya lokomotif D 301 yang serupa dan berjumlah lebih banyak.

SejarahSunting

Sebanyak 30 unit[1] lokomotif D 300 hadir di Indonesia pada tahun 1962 dan digunakan untuk langsiran seperti halnya lokomotif D 301. Sejak awal dinasnya, lokomotif ini memang diutamakan untuk dinas langsiran kereta api, menggantikan lokomotif uap kecil seperti C11, C12, C13, C14, dan C15. Kegiatan pelangsiran dipandu oleh juru langsir, dan dilakukan di wilayah stasiun atau di luar wilayah stasiun dengan mempertimbangkan tidak mengganggu perjalanan kereta api.

Meskipun demikian, terkadang kereta api jarak pendek dengan kecepatan rendah juga ditarik oleh lokomotif ini. Lokomotif D 300 sangat optimal untuk berjalan di jalur rel ringan (tipe R25 atau R33), karena beban gandarnya lebih ringan, dan karena inilah lokomotif D 300 (bersama saudaranya, D 301), sering digunakan pada jalur cabang yang pada umumnya memiliki jalur rel ringan.

Lokomotif D 300 pun berpengalaman dalam berbagai dinasan langsir dan juga kereta api jarak pendek, bersama dengan D 301. Meskipun demikian, lokomotif ini akhirnya lebih difokuskan untuk dinasan langsir sejak banyak jalur cabang yang ditutup pada dekade 70-an hingga 80-an.

Batas kecepatan izin untuk langsiran dengan D 300 adalah 30 km/jam dan ketika melewati peron atau akan dirangkai kecepatannya harus dikurangi hingga 5 km/jam saja. Pada kegiatan langsiran pada malam hari (sekitar pukul 18.00 hingga 06.00) lampu lokomotif D 300 dinyalakan sebagai tanda lokomotif langsir.

Lokomotif ini serupa dengan saudaranya, D 301, namun memiliki perbedaan pada beratnya, yakni D 301 memiliki berat yang lebih ringan, 28 ton. Untuk memperpanjang masa pakai lokomotif ini, lokomotif D 300 dan D 301 kemudian mengalami repowering pada tahun 1992.

Seiring waktu, karena keterbatasan suku cadang, ditambah dengan kebijakan PT KAI yang kini menggunakan lokomotif jalur utama seperti CC 201 dan CC 203 untuk membantu dinasan langsir, ikut menggeser lokomotif langsir seperti D 300, D 301, dan BB 300. Jumlah lokomotif D 300 pun semakin berkurang, hingga tersisa 3 unit setelah 27 unit lainnya tidak dapat dioperasikan lagi. Ketiga unit itu adalah D 300 23 di Dipo Lokomotif Cepu serta D 300 14 dan 29 yang dialokasikan di dipo lokomotif Cilacap.

Pada akhirnya, hanya lokomotif D 300 23 yang bisa beroperasi sebagai lokomotif penarik kereta wisata di Museum Kereta Api Ambarawa.[2]

PreservasiSunting

Lokomotif D 300 kini sudah ada 1 unit yang dipreservasi, yaitu D 300 23 sebagai penarik kereta wisata di Museum Kereta Api Ambarawa, menemani lokomotif D 301 24 yang memiliki tugas yang sama. Keduanya menggunakan livery kuning-hijau khas PJKA.

Data teknisSunting

  • Panjang body: 7384 mm
  • Lebar body: 2700 mm
  • Berat kosong: 32 ton
  • Daya mesin: 340 hp
  • Jumlah motor traksi: 1 buah
  • Kecepatan maksimum: 50 km/jam

Lihat pulaSunting

Catatan kakiSunting

  1. ^ a b c Berdasarkan data yang diperoleh dari Diesel Locomotive Roster ini, lokomotif tersebut mulai dinas tahun 1958, tetapi di referensi Unit Pusat Pelestarian dan Desain Arsitektur PT KAI menyebutkan tahun 1968, tetapi lebih tepat tahun 1958 karena tidak mungkin D301 yang diketahui datang tahun 1962 mendahului D300.

ReferensiSunting

  1. ^ "Kuda Kecil (1) : D300". Roda Sayap (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-11-10. 
  2. ^ Unit Pusat Pelestarian dan Desain Arsitektur: Lokomotif D300