Cyrtodactylus petani

sejenis cecak jari-lengkung dari Jawa Timur
Cyrtodactylus petani
Cyrtodactylus petani.jpg
Cyrtodactylus petani
(A) Paratipe (MZB.Lace 11712), jantan dewasa, SVL 56,6 mm
(B) Paratipe (MZB.Lace 11711), betina dengan telur (hamil), SVL 53,8 mm
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Animalia
Filum: Vertebrate
Kelas: Reptilia
Ordo: Squamata
Subordo: Lacertilia
Famili: Gekkonidae
Genus: Cyrtodactylus
Spesies: C. petani
Nama binomial
Cyrtodactylus petani
Riyanto, Grismer, & Wood, 2015

Cyrtodactylus petani adalah sejenis cecak jari-lengkung yang menyebar terbatas di Jawa Timur. Cecak ini pertama kali ditemukan pada 2006, namun baru dideskripsi pada tahun 2015. Cecak ini adalah spesies cecak jari-lengkung yang keempat yang ditemukan di Jawa, setelah C. marmoratus (1831), C. fumosus (1895) dan C. semiadii (2014).

EtimologiSunting

Nama petani diberikan merujuk pada habitat utama cecak ini, yakni di lahan-lahan pertanian.

PengenalanSunting

Cecak berukuran sedang; panjang kepala dan tubuh (SVL, snout-vent length) maksimum 57,2 mm; panjang ekor hingga 81,2 mm. Perisai supralabial (bibir atas) 9-10 buah; perisai infralabial (bibir bawah) 7-8 buah. Sisi bawah jari keempat pada tungkai belakang tertutupi oleh 17–18 perisai (lamellae).

Tubuh dan tungkai dengan bintil-bintil besar yang menyolok; terdapat deretan 20–25 bintil paravertebral (di antara ketiak depan dan belakang). Sisik-sisik di tengah perut (ventral) dalam 30–35 deret. Wilayah prekloakal (di depan kloaka) dan femoral (sisi bawah paha) dengan sisik-sisik yang membesar; terdapat deretan 31–35 buah pori prekloakal dan femoral yang bersambungan pada hewan jantan (hewan betina tidak memiliki deretan pori ini); wilayah prekloakal hanya sedikit melekuk, tidak ada cekungan atau celah prekloakal (precloacal groove). Tidak ada deretan sisik-sisik besar di sisi bawah ekor (perisai subkaudal).

Warna di sisi atas tubuh mirip dengan C. marmoratus, yakni dengan bintik-bintik hitam besar yang cenderung berpasangan, dan pola-V hitam di belakang ubun-ubun.

Habitat dan agihanSunting

Cecak ini kebanyakan ditemukan di lahan-lahan pertanian: tepi sawah, bebatuan di pinggir sungai, batu-batu besar di tengah kebun, pangkal batang pepohonan di tepi kebun dan di hutan jati; semuanya pada ketinggian tidak lebih dari 40 cm di atas tanah. C. petani juga dikoleksi dari turap semen di tepi Kali Porong, serta dari tepian parit air di Kebun Raya Purwodadi.

Sejauh ini spesimen C. petani dikoleksi dari Pasuruan (Kecamatan Purwodadi dan Winangon [sic!]), Kota Sidoarjo, dan Tuban (Kerek).

Holotipe (MZB.Lace.12899 pada koleksi Museum Zoologi Bogor) diperoleh dari Kebun Raya Purwodadi, Pasuruan.

RujukanSunting

  • Riyanto, A., LL. Grismer, & PL. Wood. (2015). "The fourth Bent-toed Gecko of the genus Cyrtodactylus (Squamata: Gekkonidae) from Java, Indonesia". Zootaxa 4059(2): 351–63. doi:10.11646/zootaxa.4059.2.6
  • Uetz, P. & J. Hallermann. The Reptile Database: Cyrtodactylus petani. Diakses pada 04/IV/2017.