Carlos Reutemann

Mantan pembalap mobil profesional asal Argentina

Carlos Alberto Reutemann (12 April 1942 – 7 Juli 2021)[2] adalah seorang mantan pembalap Formula 1 asal Argentina yang pernah turun di ajang ini antara tahun 1972-1982. Ia pernah aktif di kegiatan politik negara Tango tersebut dengan menjadi gubernur di Santa Fe.

Carlos Reutemann
Reutemann 1981.jpg
Reutemann di Monza pada 1981
Senator Nasional
Masa jabatan
10 Desember 2003 – 7 Juli 2021
Daerah pemilihanSanta Fe
Gubernur Santa Fe
Masa jabatan
10 Desember 1999 – 10 Desember 2003
PendahuluJorge Obeid
PenggantiJorge Obeid
Masa jabatan
10 Desember 1991 – 10 Desember 1995
PendahuluVíctor Reviglio
PenggantiJorge Obeid
Informasi pribadi
Lahir(1942-04-12)12 April 1942
Santa Fe, Argentina
Meninggal7 Juli 2021(2021-07-07) (umur 79)
Santa Fe, Argentina
Karier Kejuaraan Dunia Formula Satu
Tahun aktif19721982
TimBrabham, Ferrari, Lotus, Williams
Jumlah lomba146
Juara dunia0
Menang12
Podium45
Total poin298 (310)[1]
Posisi pole6
Lap tercepat6
Lomba pertamaGrand Prix F1 Argentina 1972
Menang pertamaGrand Prix F1 Afrika Selatan 1974
Menang terakhirGrand Prix F1 Belgia 1981
Lomba terakhirGrand Prix F1 Brasil 1982
Karier Kejuaraan Reli Dunia
Tahun aktif1980, 1985
TimFiat Italia, Peugeot Talbot Sport
Jumlah lomba2
Juara dunia0
Menang0
Podium2
Menang stage1
Total poin24
Lomba pertamaReli Argentina 1980
Lomba terakhirReli Argentina 1985
KebangsaanBendera Argentina Argentina
Partai politikPartido Justicialista
Afiliasi politik
lainnya
Cambiemos (2015–2019)

Masa kecilSunting

Reutemann lahir pada 12 April 1942, di Santa Fe, Argentina. Kakeknya dari garis ayah adalah keturun­an Swiss-Jerman yang berimi­grasi ke Argentina di awal abad 20. Ibu Carlos berasal dari Italia, neneknya berasal dari wilayah bernama Piedmont. Carlos dipanggil “Lole” atau babi oleh teman-temannya karena ayah­nya memiliki peternakan babi. Di Argentina babi disebut los lechones. Pengalaman balap per­tamanya adalah saat ayahnya membelikannya Ford Model A bikinan 1928.

Karier balapSunting

Pra-Formula 1Sunting

Pada 1965 ia memulai balap lokal untuk dealer Fiat di balapan Turismo, Cordoba. Dia memenangkan balapan keduanya dan total 14 balapan lainnya pada tahun ini. Kemudian pada 1967 ia memenangkan balap Turismo dengan 7 kemenangan dan naik ke kelas Turismo Carretera road racing series dan bersiap turun di kelas Ford Falcon Saloon.

Pada 1968 ia meraih perhatian interna­sional pertama kali di Tecno Formula 2 di seri Temporada, berjuang sebelum akhirnya pindah ke Brabham-nya Frank Williams untuk balapan seri keempat di Buenos Aires. Ia lantas memimpin di balapan tersebut. Pada 1970 ia ikut kejuaraan F2 Eropa dengan Brabham BT30, berduet dengan pembalap motor Benedicto Caldarella. Meraih reputasi saat mengalahkan pembalap hebat, Jochen Rindt di Hockene.

Pada musim kedua di F2 (1971), ia menjadi runner-up setelah Ronnie Peterson, bertarung habis­-habisan di seri terakhir di sirkuit Vallelunga, Roma. Finis ketiga di kejuaraan non-gelar F1 BA GP dengan menyewa mobil McLaren milik Jo Bonnier.

Formula 1Sunting

Brabham F1Sunting

Pada 1972 ia dikontrak oleh Bernie Ecclestone ke tim Brabham, meraih pole pada debut GP-nya di Argentina. Pole debut kedua dalam sejarah setelah Mario Andretti pada 1968 di Watkins Glen. Menang di kejuaraan non-gelar F1 di Sao Paulo Interlagos, tetapi patah kaki setelah menabrakkan mobil tim Rondel Brabham BT38 saat berlatih untuk Easter Monday Thruxton F2 Internasional. Meraih posisi 16 di klasemen pembalap dengan 3 poin. Pada 1975 ia mengendarai mobil desain baru yang radikal dari Gordon Murray Brabham BT42, ia lalu meraih posisi ke-7 di kejuaraan dunia. Sempat memimpin GP Spanyol sebelum gardannya rusak. Ia juga ang­gota dari Ferrari sports car team, memenangkan balapan enam jam di Vallelunga, berbagi dengan Tim Schenken.

Pada 1974 penampilan Reutemann semakin kuat dengan mobil baru Murray. BT44, menang di Afrika Selatan, Austria dan Amerika Serikat untuk meraih posisi keenam kejuaraan dunia. Tahun berikutnya (1975) ia dinobatkan sebagai calon juara dunia, tetapi juga memiliki reputasi sebagai penyendiri, Reutemann cuma meraih satu kemenangan GP di Nurburgring. Brabham beralih ke mesin Alfa, tetapi Carlos berharap Brabham tetap memakai mesin Cosworth DFV.

FerrariSunting

Pada 1976 Reutemann tertekan dan kehilangan gairah di tim Brabham-Alfa, karena per­saingannya dengan Carlos Pace. Dia menebus dirinya dari kontrak dan pindah ke Ferrari. Membuat debut gemilangnya dengan mobil ketiga Ferrari di Monza dan menyaingi Niki Lauda. Saat ditanya apakah Reutemann itu rival atau teman, Lauda menjawab, "dua-duanya bukan." Terjadi persaingan di tim Ferrari Carlos meraih satu GP, Niki meraih tiga GP dan gelar juara dunia.

Di 1978 ia sukses dengan Michelin-Ferrari. Empat kali menang GP dan posisi tiga di kejuaraan dunia.

LotusSunting

Tahun berikutnya (1979) ia pindah ke Lotus dan bermitra dengan Mario Andretti, sayang ia mengalami banyak kerusakan mesin.

Williams F1Sunting

Ia lantas pergi ke Williams sebagai pembalap nomor dua pada 1980. "Kalau sedang terpuruk, apa saja diterima," ocehnya. Menang di Monaco dan kembali meraih posisi tiga kejuaraan dunia. Ia sempat berperang dengan tim saat mengabaikan team order dengan memenangi GP Brasil di Rio di depan Alan Jones, akibatnya, uang hadiahnya ditahan oleh tim Williams. Ia kemudian bertarung di seri terakhir di Las Vegas melawan Nelson Piquet. Di awal tahun ia ber­taruh dengan jurnalis Alan Henry, bahwa ia mampu meraih gelar dunia. (Henry menang, dan sudah dibayar dengan cek. Tapi tak pernah diuangkan).

Pada 1982 ia pensiun setelah dua kali balapan, menjadi anggota senat Argentina. Ia juga pernah menjadi Gubernur Provinsi Santa Fe, Argentina.

Catatan kakiSunting

  1. ^ Hingga 1990, tidak semua poin yang dicetak oleh seorang pembalap berkontribusi pada penghitungan akhir Kejuaraan Dunia mereka (lihat daftar sistem penilaian poin untuk informasi lebih lanjut). Angka tanpa tanda kurung adalah poin Kejuaraan; angka dalam kurung adalah total poin yang dicetak.
  2. ^ Faturos, Federico. "Ex F1 racer Carlos Reutemann dies at age 79". Autosport. Diakses tanggal 7 July 2021. 

Pranala luarSunting