Carlos Michael Kodoati

Carlos Michael Kodoati (Michael Carlos Kodoati, lahir 11 Mei 1986) adalah jurnalis dan pembawa acara televisi Indonesia. Dari suku Minahasa Tonsea, Carlos adalah anak ke-4 dari 4 bersaudara dari pasangan mendiang Lodeweik Kodoati dan mendiang Meity Wewengkang.

Carlos Michael Kodoati
ImageCarlosMichael.jpeg
LahirMichael Jackson Carlos Kodoati
11 Mei 1986 (umur 35)
Bendera Indonesia Minahasa Utara, Indonesia
PekerjaanPresenter Berita, Jurnalis
Tahun aktif2013–2019
Orang tuaLodeweik Kodoati
Meity Wewengkang

Carlos gemar membaca buku dan menulis. Catatan yang kini sedang ditulisnya adalah Etika Komunikasi Politik, sebuah jalan keluar bagi apatisme publik terhadap jurnalisme karena kenyataan ketidakberimbangan dan intrik-intrik persuasi yang merusak hakikat jurnalisme publik dalam era demokrasi modern.

Karier dan pendidikanSunting

Masa kecil hingga remaja, Carlos berpendidikan di TK Sonja Watutumou, SD Inpres Watutumou, SLTP Negeri 5 Airmadidi di Maumbi, SMA Katolik Karitas Tomohon, SMA Frater Don Bosco Manado. Carlos mewarnai masa awalnya di sejumlah radio: Radio K-Lite FM Bandung, Radio Cosmofemale FM Manado, Radio SIP FM Manado, Radio Montini FM Manado.

Carlos terpanggil menjalani kehidupan formasi calon imam dan berkuliah di bidang Filsafat pada Universitas Katolik Parahyangan Bandung namun ia memutuskan mengakhiri aktivitasnya di Biara pada tahun 2011.[1] [2] Pada tahun yang sama, Carlos mendapat kesempatan menulis paper tentang Industri Media Indonesia dan mendalami teorinya secara daring bersama Utrecht University, Netherlands, sehingga memperoleh sertifikat jurnalistik. Bergabung dengan M-Channel Manado sebagai penyiar selama tiga bulan pada 2013 lalu menjuarai lomba presenter berita dalam ajang SCTV Goes To Campus (SGTC) di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Tiga hari kemudian ia bergabung dengan BeritaSatu TV hingga 2019.

Carlos mulai bekerja pada BeritaSatu TV atau PT. First Media News milik kelompok usaha raksasa Lippo Group sejak 1 Juli 2013. Carlos aktif menulis di laman blog website dengan namanya sendiri.[3] Maupun di halaman blog media tempatnya bekerja yakni BeritaSatu.com.[4]

Sebagai jurnalis, Carlos melakukan tugas peliputan baik di dalam negeri maupun di luar negeri.[5][6][7][8][9] Dia juga adalah penyiar tetap di stasiun televisi yang sama.

Carlos menjadi jurnalis yang melakukan laporan langsung dari lapangan; dalam menjalankan tugasnya ini ia dikenal sangat mahir dan gesit bahkan berani di lokasi peristiwa. Ia pernah berada 10 meter dari lokasi kontak senjata antara polisi dan teroris di Starbuck Coffee Menara Cakrawala Sarinah pada Januari 2016. Ia juga dikenal humanis dalam setiap peliputan, saat siaran berlangsung ia menegur kamerawan yang bertugas dengannya untuk tidak mengambil gambar dari sisi kesedihan orang pada saat memandu laporan langsung dari pusat krisis keluarga korban jatuhnya pesawat Air Asia QZ-8501 di Bandara Djuanda Surabaya.

Carlos menulis dan memproduksi sendiri Dokumenter berjudul "Kami Mau Kalimantan Kembali", sebuah kritik kerusakan lingkungan lahan gambut Kalimantan Tengah yang dilakukan Pemerintahan Presiden Soeharto di era 90-an. Karya ini membawanya mendapat penghargaan ICCTF Media Award 2014 dan membawanya meliput Konferensi Perubahan Iklim atau United Nations Climate Change Conference, COP20 atau CMP10 di San Borja, Lima, Republik Peru. Dalam kesempatan itu Carlos menjelajah Amerika Latin dan peninggalan kuno suku Inca paling terkenal: Machu Picchu, dan menjadikannya jurnalis televisi Indonesia di era modern pertama yang melaporkan keagungan peninggalan Inca itu kepada masyarakat Indonesia melalui televisi BeritaSatu TV.

Pengalaman jurnalismeSunting

Menjadi Reporter Nasional sebuah televisi berita berjaringan di Jakarta, Carlos meliput sejumlah hal penting,

  • Liputan kunjungan kepala negara/pemerintahan/pejabat internasional: Xi Jinping (Presiden Tiongkok-2013), Mark Rutte (PM Belanda-2013), ASEAN Governoor Capital City 2013
  • Meliput tokoh dan organisasi politik dalam aktivitas kampanye dan politik kenegaraan ke seluruh daerah Indonesia: Partai Gerindra, Partai Nasdem, Partai Golkar, PDIP, Prabowo Subianto, Surya Paloh, Aburizal Bakrie, Megawati Soekarnoputri (April-Juni 2014), Calon Wakil Presiden Jusuf Kalla (Juni-Juli 2014), Wakil Presiden Jusuf Kalla (Wartawan Istana 20 Oktober 2014-2018)
  • Melakukan wawancara eksklusif dengan Penerima Hadiah Nobel Perdamaian yang juga Mantan Presiden sekaligus pejuang Kemerdekaan Timor Leste,Jose Ramos Horta. Kepada Carlos, Horta berbicara banyak mengenai optimisme warga Papua dalam kesatuan mereka pada NKRI, dan bagaimana usaha pemerintahan Joko Widodo mewujudkan kesejahteraan bagi Papua. Horta diwawancarai dalam kapasitasnya sebagai utusan khusus PBB untuk masalah-masalah Guniea-Bissau (di dalamnya termasuk Papua).
  • Meliput Konferensi Perubahan Iklim ( Conference Of Parties/COP 20) UNFCCC (United Nation Framework Convention on Climate Change) di San Borja, Lima, Peru, 27 November-15 Desember 2014.
  • Meliput Keajaiban Dunia Peninggalan Inka "Machu Picchu"-Peru, Desember 2014
  • Meliput Tragedi Jatuh Air Asia QZ8501, Surabaya, 27 Desember-14 Januari 2015
  • 7 Jam Reporter Breaking News Kebakaran Menara Kosgoro, 2015
  • Berada di titik peristiwa sebagai Reporter Breaking News Kejadian Ledakan dan Kontak Senjata di Starbucks Coffee Kawasan Sarinah, 2016


Penghargaan:

  • Karya Dokumenter "Kami Mau Kalimantan Kembali": Peraih Climate Change Media Award 2014 Kategori Jurnalis Televisi Terbaik dari Indonesia Climate Change Trust Fund (ICCTF) dan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta, 13 Oktober 2014
  • Karya Dokumenter "Asa Anak Pantura": Pemenang Fellowship AJI Jakarta-International Labour Organization "Urgensi Hukum Perlindungan Pekerja Rumah Tangga Anak" 2015
  • Karya Dokumenter "Kami Mau Kalimantan Kembali": Peraih Jurnalis Dokumenter Kebencanaan Terbaik Piala Citra Leka Birawa-Tangguh Award 2015 oleh BNPB
  • Karya Dokumenter "Tergiur Dollar Hongkong": Pemenang Fellowship PPMN (Perhimpunan Pengembangan Media Nusantara) "Investigasi Buruh Migran" dengan Tema Proposal "Tergiur Dollar Hong Kong", Peliputan di Hong Kong 2015.

ReferensiSunting

Pranala luarSunting