Cacak burung adalah tanda magis penolak bala yang berbentuk tanda + (positif) yang dikenal dalam budaya tradisional asli Kalimantan seperti suku Banjar, suku Dayak Bukit, suku Dayak Dusun Deyah dan lain-lain. Pada suku Dayak Maanyan yang menganut Kaharingan disebut palang balasangar. Bentuk tanda + juga merupakan penyederhanaan bentuk dari swastika.

Tanda cacak burung biasanya dioleskan pada telapak tangan untuk mengobati orang yang terkena "kapidaraan" dengan memakai kapur dan sirih. Kapidaraan dianggap dapat terjadi karena dikenang atau dipengaruhi oleh arwah orang yang telah meninggal dunia. Pada suku Bukit tanda "cacak burung" dipakai ketika melaksanakan upacara adat dalam bentuk tarian ritual. Salah satu rumah Banjar dikenal dengan sebutan Rumah Cacak Burung karena bentuk atap bubungan rumah tersebut serta denah rumah ini berbentuk + (tanda tambah), maka dinamakan pula rumah Cacak Burung.[1]

Pranala luarSunting

Catatan kakiSunting