Buka menu utama

Conventional Take-Off and Landing

(Dialihkan dari CTOL)

CTOL (kepanjangan dari Conventional Take-Off and Landing) adalah proses lepas landas dan mendarat pesawat konvensional seperti pesawat penumpang yang membutuhkan landasan dengan panjang landasan yang umum digunakan berdasarkan pertimbangan teknis tertentu. Umumnya panjang landasan yang digunakan adalah sekitar 1.5 km sampai dengan 3 km bergantung dari letak geografis dan iklim di mana bandara tersebut berada. Makin tinggi letak ketinggian bandara serta makin panas iklim bandara tersebut maka panjang landasan yang dibutuhkan lebih panjang dari biasanya, karena pengaruh tekanan dan kerapatan udara. Contoh landasan terpanjang di dunia adalah landasan yang berada di Kota Doha (Qatar) yang mencapai 5000 m. Selain dari posisi geografis juga dipertimbangkan dari ukuran pesawat yang mendarat. Umumnya semakib besar ukuran pesawat yang mendarat semakin panjang landasan yang dibutuhkan. Meskipun beberapa pesawat tertentu yang berukuran besar mampu mendarat di landasan pendek sepeti C-17 Globemaster. Jarak landasan yang dibutuhkan ketika mendarat umumnya lebih pendek bila dibandingkan dengan jarak yang dibutuhkan pesawat ketika tinggal landas.

Persyaratan landasan biasanya diatur dengan standar keamanan Internasional demi keamanan dan keselamatan penerbangan

Dalam keadaan tertentu misalnya perang, landasan udara sering dijadikan target sasaran untuk melumpuhkan angkatan udara lawan. Dengan demikian khususnya pesawat militer atau pun pesawat tempur yang menggunakannya dilengkapi dengan peralatan khusus untuk tinggal landas dan mendarat melalui landasan pendek ataupun bunker (lubang perlindungan). Alat bantu yang digunakan biasanya berupa roket pendorong, ataupun kabel khusus serta pengait seperti halnya ketika mendarat pada kapal induk. Selain menggunakan peralatan tambahan, pada pesawat militer dugunakan pesawat tempur dengan rancangan tertentu yang mendarat pada landasan pendek guna kelancaran operasi pertahanan ataupun operasi militer. Salah sati rancangan yang digunakan adalah muculnya pesawat tempur berkemampuan STOL (Short take off landing), pesawat berkemampuan terbang dan mendarat menggunakan landasan pendek.