Budiman diartikan sebagai "kualitas pembenaran dan dibenarkan dalam hal moral."[1] Ini adalah sebuah konsep yang dapat ditemukan dalam agama-agama India dan tradisi-tradisi Abrahamik sebagai konsep teologi. Contohnya, dari berbagai sudut pandang dalam Hindu, Kristen dan Yudaisme, ini dianggap merupakan atribut yang mengimplikasikan bahwa tindakan seseorang dibenarkan, dan dapat memiliki konotasi bahwa orang tersebut "dibenarkan" atau "diakui" sesuai dengan kehidupan yang direstui Allah.

Secara etimologi, budiman menurut Kamus Bahasa Indonesia diartikean sebagai orang yang berbudi, pintar, dan bijaksana.[2]

ReferensiSunting

  1. ^ "Salinan arsip". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2017-12-01. Diakses tanggal 24 November 2017. 
  2. ^ "Budiman". kbbi.kemdikbud.go.id. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2021-12-28. Diakses tanggal 2021-12-28.