Porselen identik dengan Tiongkok, sehingga kata "china" berarti barang pecah belah porselen dalam bahasa Inggris sehari-hari.
Qinghuaci (tembikar biru dan putih), jenis porselen paling terkenal di masa Dinasti Qing. Pada periode modern awal, porselen merupakan produk yang penting dalam perdagangan internasional Tiongkok.
Pertunjukan Opera Beijing di Beijing, salah satu dari banyak aspek di budaya tradisional Tiongkok.

Budaya Tiongkok (Hanzi: 中国文化; Hanzi tradisional: 中國文化; Hanzi: Zhōngguó wénhuà) adalah satu dari budaya paling tua dan kompleks di dunia.[1][2] Wilayah penyebaran dominan budaya ini meliputi daerah geografis yang luas dengan kebiasaan dan tradisi yang sangat bervariasi antara kota dan provinsi di Tiongkok.

Peradaban Tiongkok secara historis dianggap sebagai budaya dominan di Asia Timur.[3] Dengan menjadi salah satu tunas peradaban, budaya Tiongkok memberikan pengaruh besar pada filosofi, kebajikan, etiket, dan tradisi di Asia hingga saat ini.[4] Bahasa, keramik, arsitektur, musik, tarian, sastra, seni bela diri, kuliner, seni rupa, filsafat, ekonomi, agama, politik, dan sejarah memiliki pengaruh global, sedangkan tradisi dan festival juga dirayakan, ditanamkan, dan dipraktikkan oleh orang-orang Tiongkok di banyak negara di seluruh dunia.

Catatan kakiSunting

  1. ^ "Chinese Dynasty Guide - The Art of Asia - History & Maps". Minneapolis Institute of Art. Diakses tanggal 2008-10-10. 
  2. ^ "Guggenheim Museum - China: 5,000 years". Solomon R. Guggenheim Foundation & Solomon R. Guggenheim Museum. 1998-02-06 to 1998-06-03. Diakses tanggal 2008-10-10. 
  3. ^ Walker, Hugh Dyson (2012). East Asia: A New History. AuthorHouse. hlm. 2. 
  4. ^ Wong, David (2017). "Chinese Ethics". The Stanford Encyclopedia of Philosophy. Metaphysics Research Lab, Stanford University.