Biomusikologi adalah studi tentang musik dari sudut pandang biologis. Istilah ini diciptakan oleh Nils L. Wallin pada tahun 1991 untuk mencakup beberapa cabang psikologi musik dan musikologi, termasuk musikologi evolusi, neuromusikologi, dan musikologi komparatif. [1]

Musikologi evolusioner mempelajari "asal mula musik, pertanyaan tentang lagu hewani, tekanan seleksi yang mendasari evolusi musik", dan "evolusi musik dan evolusi manusia". Neuromusikologi mempelajari "area otak yang terlibat dalam pemrosesan musik, proses saraf dan kognitif pemrosesan musik", dan "ontogeni kapasitas musik dan keterampilan musik". Musikologi komparatif mempelajari terkait "fungsi dan penggunaan musik, keuntungan dan pembiayaan musik", dan "fitur universal sistem musik dan perilaku musik".

Terapan biomusikologi "upaya untuk memberikan wawasan biologis ke dalam hal-hal, seperti penggunaan terapi musik dalam pengobatan medis dan psikologis; luasnya penggunaan media audiovisual seperti film dan televisi; keberadaan musik di mana-mana pada di tempat umum dan perannya dalam mempengaruhi perilaku massa; dan potensi penggunaan musik yang berfungsi untuk menambah pembelajaran umum."

Sedangkan biomusikologi mengacu pada musik di antara manusia, dan zoomusikologi memperluas bidang ke spesies lain.

ReferensiSunting

  1. ^ Wallin, N. L. (1991): Biomusicology: Neurophysiological, Neuropsychological and Evolutionary Perspectives on the Origins and Purposes of Music, Stuyvesant, NY: Pendragon Press.