Buka menu utama

Bidal adalah jenis puisi lama dalam bentuk peribahasa dalam sastra Melayu lama yang kebanyakan berisi sindiran, peringatan, nasihat, dan sejenisnya.[1] Bidal merupakan jenis peribahasa yang memiliki arti lugas, irama, dan rima. Sehingga bidal dapat digolongkan ke dalam jenis puisi.[2]

KategoriSunting

Dalam penulisan bidal terdiri dari bebrapa kategori yang perlu diketahu.[1] Bidal dibagi menjadi beberapa kategori:

  • Ungkapan yaitu kiasan tentang keadaan atau kelakauan yang dinyatakan dengan sepatah atau beberapa patah kata.
  • Peribahasa yaitu kalimat yang menggunakan pembanding untuk melukiskan sesuatu.
  • Tamsil yaitu seperti perumpamaan tetapi dikuti bagian kalimat yang menjelaskan.
  • Ibarat yaitu seperti perumpamaan dan tamsil tetapi diikuti bagian yang menjelaskan yang berisi perbandingan dengan alam.
  • Pepatah yaitu kiasan tetap yang dinyatakan dalam kalimat selesai.
  • Pemeo yaitu ucapan yang terkenal dan diulang-ulang, berfungsi sebagai semboyan atau pemacu semangat.

Contoh bidalSunting

  • Bagai kerakap di atas batu, hidup segan mati tak mau.
  • Ada ubi ada talas, ada budi ada balas.
  • Ikan sepat ikan gabus, makin cepat makin bagus.

Lihat pulaSunting

ReferensiSunting