Kabupaten Bener Meriah

kabupaten di Indonesia
(Dialihkan dari Bener Meriah)

Koordinat: 4°45′N 97°0′E / 4.750°N 97.000°E / 4.750; 97.000

Bener Meriah adalah salah satu kabupaten di Aceh, Indonesia.[2][8] Kabupaten ini merupakan hasil pemekaran Kabupaten Aceh Tengah. Kabupaten Bener Meriah yang beribu kota di Simpang Tiga Redelong memiliki luas 1.454,09 km² terdiri dari 10 Kecamatan dan 233 desa.[3] Penduduk terbesar di wilayah ini adalah suku Gayo, suku Aceh, dan suku Jawa. Bahasa Gayo, bahasa Aceh, dan bahasa Jawa dipakai oleh sebagian besar penduduk selain bahasa Indonesia. Di Bener Meriah terdapat bandara Rembele yang melayani Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah.

Kabupaten Bener Meriah
Kegiatan pacuan kuda untuk memperingati hari jadi Kabupaten Bener Meriah
Kegiatan pacuan kuda untuk memperingati hari jadi Kabupaten Bener Meriah
Lambang resmi Kabupaten Bener Meriah
Motto: 
Musara pakat
(Gayo) Satu haluan dan tujuan dengan mengedepankan musyawarah untuk mencapai kesepakatan dan kesepahaman
Peta
Kabupaten Bener Meriah di Sumatra
Kabupaten Bener Meriah
Kabupaten Bener Meriah
Peta
Kabupaten Bener Meriah di Indonesia
Kabupaten Bener Meriah
Kabupaten Bener Meriah
Kabupaten Bener Meriah (Indonesia)
Koordinat: 4°45′N 97°00′E / 4.75°N 97°E / 4.75; 97
Negara Indonesia
ProvinsiAceh
Tanggal berdiri18 Desember 2003[1]
Dasar hukumUU Nomor 41 Tahun 2003[1]
Ibu kotaSimpang Tiga Redelong
Jumlah satuan pemerintahan[2]
Daftar
  • Kecamatan: 10
  • Gampong: 232
Pemerintahan
 • Bupati(pj).Haili yoga
 • wakil bupati-
 • Ketua DPRDM.saleh
Luas
 • Total1.454,09 km2 (561,43 sq mi)
Populasi
 • Total164.964
 • Kepadatan113/km2 (290/sq mi)
Demografi
 • AgamaIslam 99,55%
Kristen 0,08%
- Protestan 0,07%
- Katolik 0,01%
Buddha 0,03%
Lain-lain 0,34%[4]
 • IPMKenaikan 73,27 (2021)
tinggi[5]
Zona waktuUTC+07:00 (WIB)
Kode area telepon0655
Pelat kendaraanBL xxxx Y**
Kode Kemendagri11.17 Edit the value on Wikidata
APBDRp 915.387.145.591-[6]
PADRp 116.273.260.300-
DAURp 431.518.927.000- (2021)[7]
Situs webbenermeriahkab.go.id

GeografiSunting

Bener Meriah terletak 4° 33 50–4° 54 50 Lintang Utara dan 96° 40 75- 97° 17 50 Bujur Timur dengan tinggi rata-rata di atas permukaan laut 100–2.500 mdpl.

Batas wilayahSunting

Kabupaten Bener Meriah memiliki batas wilayah sebagai berikut:

Utara Kabupaten Aceh Utara dan Kabupaten Bireuen
Timur Kabupaten Aceh Timur
Selatan Kabupaten Aceh Tengah
Barat Kabupaten Aceh Tengah

SejarahSunting

Kabupaten Bener Meriah merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Aceh Tengah berdasarkan Undang-Undang No. 41 tahun 2003 tanggal 18 Desember 2003 tentang Pembentukan Kabupaten Bener Meriah di Provinsi Aceh. Kabupaten ini diresmikan oleh Menteri Dalam Negeri tanggal 7 Januari 2004.

EtimologiSunting

Nama Bener Meriah diperkirakan berasal dari Beuner Meria, putera dari Raja Linge XIII.[9] Syair Mude Kala menceritakan saat masih kecil Beuner Meria dan adiknya yang bernama Sengeda dibawa oleh sang ibu ke Kesultanan Aceh selepas wafatnya ayah mereka. Takhta Kerajaan Linge kemudian dipegang oleh Raja Linge XIV yang merupakan kakak dari Raja Linge XIII.

Ketika dewasa Beuner Meria dan Sengeda kembali ke Linge dan menuntut takhta dari pamannya. Sayangnya, sang paman justru menghukum mati kedua kakak beradik tersebut. Menurut legenda, Beuner Meria tidak mati dan menjelma menjadi seekor gajah putih, sedangkan nyawa Sengeda berhasil diselamatkan oleh algojo yang seharusnya mengeksekusinya.

Keberadaan gajah putih ini didengar oleh Sultan Aceh. Sultan Aceh meminta agar gajah putih ini dihadiahkan kepadanya. Saat tiba di ibukota Kesultanan Aceh, gajah putih ini mengamuk. Amukan gajah putih ini berhasil dijinakan oleh Sengeda. Lantas dia menceritakan asal usul gajah putih ini. Sultan Aceh lalu memerintahkan untuk menghukum mati Raja Linge XIV, namun sang ibu dari Beuner Meria memaafkannya. Raja Linge XIV hanya dijatuhi hukuman untuk membayar denda.

Akhirnya, Sengeda diangkat menjadi raja Linge dengan gelar Raja Linge XV. Sementara itu, nama Beuner Meria diabadikan menjadi salah satu daerah di Tanah Gayo.

Radio Rimba RayaSunting

Radio Rimba Raya (Desember 1948–... 1949) adalah Radio Republik Indonesia Darurat yang disiarkan oleh Tentara Republik Indonesia Divisi X/Aceh pimpinan Kolonel Husin Yusuf. Radio ini mulai bersiaran sejak terjadinya Agresi Militer Belanda I sampai dengan Konferensi Meja Bundar berakhir dan tentara pendudukan Belanda ditarik dari Indonesia.

PemerintahanSunting

Daftar BupatiSunting

No Foto Nama Bupati Mulai Jabatan Akhir Jabatan Wakil Bupati Keterangan
* Husni Bahri Top Januari 2004 29 Maret 2005 Tidak ada Pelaksana tugas
* Saad Isra 29 Maret 2005 29 Maret 2006 Tidak ada Pelaksana tugas
* Ruslan Abdul Gani 29 Maret 2006 3 Maret 2007 Tidak ada Pelaksana tugas
1   Tagore Abubakar 3 Maret 2007 3 Maret 2012 Sirwandi Laut Tawar
* Teuku Islah 4 Maret 2012 11 Juli 2012 Tidak ada Pelaksana tugas
2 Ruslan Abdul Gani 11 Juli 2012 24 Maret 2016[10] Rusli M. Saleh
*   Rusli M. Saleh 24 Maret 2016 27 Oktober 2016 Tidak ada Pelaksana tugas
* Hasanuddin Darjo 28 Oktober 2016 11 Februari 2017 Tidak ada Pelaksana tugas
*   Rusli M. Saleh 12 Februari 2017 11 Juli 2017 Tidak ada Pelaksana tugas
* Ismarissiska 12 Juli 2017[11] 14 Juli 2017 Tidak ada Pelaksana harian
3 Ahmadi 14 Juli 2017 5 Juli 2018 Sarkawi
4 Sarkawi 5 Juli 2018 2022 Dailami (2021–2022) Pelaksana tugas
antara 5 Juli 2018
sampai 30 April 2019
* Drs.Haili Yoga 14 Juli 2022 menunggu Pemilihan umum Bupati Bener Meriah 2024 Tidak ada Pelaksana tugas

Dewan PerwakilanSunting

Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD Kabupaten Bener Meriah dalam dua periode terakhir.[12][13]

Partai Politik Jumlah Kursi dalam Periode
2014-2019 2019-2024
PKB 0   5
Gerindra 3   3
PDI-P 4   2
Golkar 3   5
NasDem 3   2
PAN 1   0
Hanura 3   3
Demokrat 1   2
Partai Aceh 3   1
PDA 2   0
PNA 1   2
PKPI 1   0
Jumlah Anggota 25   25
Jumlah Partai 11   9


KecamatanSunting

Kabupaten Bener Meriah memiliki 10 kecamatan dan 232 kampung dengan kode pos 24553-24582 (dari total 289 kecamatan dan 6.497 gampong/desa/kute/kampong di seluruh Aceh). Pada tahun 2010, jumlah penduduk di wilayah ini adalah 121.870 jiwa (dari penduduk seluruh provinsi Aceh yang berjumlah 4.486.570 jiwa) yang terdiri atas 61.871 pria dan 59.999 wanita (rasio 103,12). Dengan luas daerah 1.904,01 km² (dibanding luas seluruh provinsi Aceh 56.770,81 km²), tingkat kepadatan penduduk di wilayah ini adalah 84 jiwa/km² (dibanding kepadatan provinsi 78 jiwa/km²).[2][8]

Wilayah yang memiliki daerah terluas yaitu Kecamatan Syiah Utama dengan luas wilayah 792,71 Km² atau 41,29%, sedangkan untuk wilayah yang memiliki daerah terkecil yaitu Kecamatan Bener Kelipah dengan luas wilayah 19,75 Km² atau 1,08%.

  1. Bandar
  2. Bukit
  3. Permata
  4. Pintu Rime Gayo
  5. Syiah Utama
  6. Timang Gajah
  7. Wih Pesam
  8. Mesidah
  9. Gajah Putih
  10. Bener Kelipah[14]

DemografiSunting

Berdasarkan data Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bener Meriah tahun 2022,[15] penduduk di Bener Meriah berjumlah 168.469 jiwa terdiri dari 85.040 jiwa laki-laki (50,48% dari total penduduk) dan 83.429 jiwa perempuan (49,52% dari total penduduk). . Dilihat dari distribusinya jumlah penduduk paling banyak di Kecamatan Bukit, yaitu sebesar 31.155 jiwa atau sebesar 18,49% dari total penduduk di Bener Meriah. Kecamatan Syiah Utama memiliki jumlah penduduk yang paling sedikit, yaitu sebesar 2.482 jiwa atau sebesar 1,47% dari total penduduk.

Penduduk menurut kecamatanSunting

Jumlah Penduduk Kabupaten Bener Meriah Hasil Data Agregat Kependudukan Per Kecamatan Tahun 2022 berjumlah 168.469 jiwa yang terdiri atas 85.040 Laki-laki dan 83.429 Perempuan. Penduduk terbanyak berada di Kecamatan Bukit yakni berjumlah 31.155 jiwa sedangkan penduduk terkecil berada di Kecamatan Syiah Utama yang berjumlah 2.482 jiwa.

No Nama Kecamatan[16] Laki-Laki Perempuan Jumlah Penduduk Luas Wilayah Kepadatan Penduduk
1 Pintu Rime Gayo                  7,933                  7,534                15,467 223,56 km² 59,73 jiwa/km²
2 Permata                11,194                10,825                22,019 159,66 km² 114,43 jiwa/km²
3 Syiah Utama                  1,278                  1,204                  2,482 792,71 km² 4,21 jiwa/km²
4 Bandar                14,469                14,441                28,910 88,10 km² 289,55 jiwa/km²
5 Bukit                15,587                15,568                31,155 110,95 km² 228,37 jiwa/km²
6 Wih Pesam                12,707                12,561                25,268 66,28 km² 352,72 jiwa/km²
7 Timang Gajah                11,358                11,173                22,531 98,28 km² 204,78 jiwa/km²
8 Bener Kelipah                  2,701                  2,656                  5,357 19,75 km² 236,15 jiwa/km²
9 Mesidah                  2,964                  2,657                  5,621 286,83 km² 18,25 jiwa/km²
10 Gajah Putih                  4,849                  4,810                  9,659 73,57 km² 127,82 jiwa/km²

Wacana penggantian namaSunting

Camat Syiah Utama menyampaikan aspirasi penggantian nama Kabupaten Bener Meriah kepada Gubernur Aceh, Nova Iriansyah di Takengon, 2 Juni 2020.[17] Gubernur Aceh menyambut baik usulan ini. Dalam diskusi juga disampaikan alternatif nama pengganti, seperti Tanoh Gayo, Pintu Rime Gayo, dan Gayo Antara. Sebelumnya usul ini juga pernah disampaikan oleh Ketua Forum Reje Syiah Utama kepada Bupati Bener Meriah. Terdapat dua alasan utama pergantian nama ini. Pertama, nama Bener Meriah berasal dari nama orang baik yang dibunuh karena kedengkian dan kekuasaan sehingga mungkin bisa membawa masalah. Kedua, tidak ada kabupaten lain di Indonesia yang menggunakan nama orang.

ReferensiSunting

  1. ^ a b "Pembentukan Daerah-Daerah Otonom di Indonesia s/d Tahun 2014" (PDF). www.otda.kemendagri.go.id. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 12 Juli 2019. Diakses tanggal 8 Desember 2021. 
  2. ^ a b c d "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 29 Desember 2018. Diakses tanggal 3 Oktober 2019. 
  3. ^ a b "Visualisasi Data Kependudukan - Kementerian Dalam Negeri 2021" (Visual). www.dukcapil.kemendagri.go.id. Diakses tanggal 8 Desember 2021. 
  4. ^ "Penduduk Menurut Wilayah dan Agama yang Dianut di Kabupaten Bener Meriah". www.sp2010.bps.go.id. Diakses tanggal 21 Januari 2021. 
  5. ^ "Indeks Pembangunan Manusia 2020-2021". www.bps.go.id. Diakses tanggal 8 Desember 2021. 
  6. ^ "APBD 2018 ringkasan update 04 Mei 2018". 2018-05-04. Diakses tanggal 2018-07-06. 
  7. ^ "Rincian Alokasi Dana Alokasi Umum Provinsi/Kabupaten Kota Dalam APBN T.A 2021" (pdf). www.djpk.kemenkeu.go.id. (2021). hlm. 1. Diakses tanggal 8 Desember 2021. 
  8. ^ a b "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Permendagri nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 25 Oktober 2019. Diakses tanggal 15 Januari 2020. 
  9. ^ "Asal Usul Nama Bener Meriah, Kabupaten Tempat OTT KPK". kumparan. Diakses tanggal 2021-04-10. 
  10. ^ Mahyadi (27 Maret 2016). Amirullah, ed. "Rusli M Saleh Plt Bupati Bener Meriah". Tribunnews.com. Diakses tanggal 28 Mei 2020. 
  11. ^ "Plt Bupati Bener Meriah Berakhir, Masa Transisi Diwarnai Upaya Penggulingan Sekda". LintasGayo.co. 12 Juli 2017. Diakses tanggal 28 Mei 2020. 
  12. ^ Perolehan Kursi DPRK Bener Meriah 2014-2019
  13. ^ Perolehan Kursi DPRK Bener Meriah 2019-2024
  14. ^ Daftar Kecamatan di situs resmi Pemerintah Kabupaten Bener Meriah[pranala nonaktif permanen]
  15. ^ BPS Kab. Bener Meriah Diarsipkan 2014-02-18 di Wayback Machine., Badan Statistika kab. Bener Meriah, 2010.
  16. ^ "DAK2 Provinsi Aceh" (PDF). Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 2013-11-26. Diakses tanggal 2013-08-02. 
  17. ^ lintasgayo.co (2020-06-03). "Wacana Ganti Nama Kabupaten Bener Meriah Mengemuka". LINTAS GAYO. Diakses tanggal 2021-04-10. 

Lihat pulaSunting

Pranala luarSunting