Basilika Santo Petrus

gereja di Italia

Basilika Kepausan Santo Petrus di Vatikan (bahasa Italia: Basilica Papale di San Pietro in Vaticano, bahasa Inggris: Papal Basilica of St. Peter in the Vatican) atau lebih dikenal dengan Basilika Santo Petrus adalah sebuah basilika utama Katolik di Kota Vatikan, dikelilingi oleh Roma. Bangunan ini diklaim sebagai gereja terbesar yang pernah dibangun (dia meliputi area 23.000 m² dan memiliki kapasitas lebih dari 60.000) dan salah satu situs tersuci dalam Kekristenan. Konstruksi basilika ini dimulai pada 1506 dan rampung pada 1626.

Basilika Santo Petrus
Basilika Kepausan Santo Petrus di Vatikan
  • Basilica Papale di San Pietro in Vaticano  (Italia)
  • Basilica Sancti Petri  (Latin)
Basilica di San Pietro in Vaticano September 2015-1a.jpg
Basilika Santo Petrus
41°54′08″N 12°27′12″E / 41.90222°N 12.45333°E / 41.90222; 12.45333
LokasiKota Vatikan
NegaraVatikan Tahta Suci Vatikan
DenominasiGereja Katolik Roma
TradisiRitus Latin
Situs webBasilika Santo Petrus
Sejarah
DedikasiSanto Petrus
Tanggal konsekrasi18 November 1626
Arsitektur
StatusBasilika utama (basilika kepausan)
Arsitek
GayaRenaisans dan Barok
Peletakan batu pertama18 April 1506
Selesai18 November 1626 (1626-11-18)
Spesifikasi
Panjang730 kaki (220 m)
Lebar500 kaki (150 m)
Tinggi4.481 kaki (1.366 m)[1]
Tinggi bagian tengah gereja1.515 kaki (462 m)
Diameter kubah (luar)1.377 kaki (420 m)
Diamter kubah (dalam)1.361 kaki (415 m)
Administrasi
KeuskupanKeuskupan Roma
Klerus
Imam agungAngelo Comastri

Pemandangan interior, dengan bagian tengah dari Katedral di bagian belakang
Basilika Santo Petrus

Basilika Santo Petrus Lama dibangun atas perintah Kaisar Kristen pertama Konstantin I, pada tahun 326 di tempat Santo Petrus menjadi martir. Seribu tiga ratus tahun kemudian bangunan ini mulai runtuh perlahan-lahan, dan oleh karena itu Paus Nikolas V memerintahkan agar dibangun sebuah basilika yang baru. Tetapi pembangunannya baru dimulai pada tahun 1506 pada masa jabatan Paus Julius II. Pembangunan basilika ini memakan waktu 120 tahun. Michelangelo diminta sumbangan karyanya dengan pieta-nya yang sangat terkenal itu. Waktu itu ia telah berusia 72 tahun. Basilika ini merupakan basilika terbesar di dunia dengan panjang 193 meter dan tinggi 132 meter.

Tradisi mengatakan bahwa tempat bangunan ini merupakan tempat Santo Petrus, salah satu rasul Yesus dan dianggap sebagai Paus pertama, disalibkan dan dikuburkan. Gereja ini merupakan tempat penguburan Santo Petrus tepatnya di bawah altar utama. Beberapa paus lain juga dikubur di dalam dan di bawah basilika ini (lihat: Gua Vatikan).

Basilika Santo Petrus adalah salah satu dari empat basilika penting atau disebut juga empat basilika kepausan, ketiga basilika lainnya adalah Basilika Agung Santo Yohanes Lateran, Basilika Santo Paulus di Luar Tembok dan Basilica di Santa Maria Maggiore, yang bersama dengan Basilica di San Lorenzo fuori le Mura (Basilika Santo Laurensius di Luar Tembok), dikenal sebagai "lima basilika utama" Roma, dihubungkan dengan lima Tahta Patriark kuno dari dunia Kristen (Pentarki).

PembangunanSunting

Basilika Santo Petrus dibangun selama masa Renaisans atas perintah Paus. Pembangunannya baru selesai setelah pergantian jabatan beberapa Paus. Ukuran Basilika Santo Petrus diperbesar dengan gaya arsitektur yang sesuai untuk teater dan drama.[2]

OrganisasiSunting

Di dalam Basilika Santo Petrus, terdapat dua pembagian tugas. Pertama adalah urusan administrasi. Urusan ini diatur oleh Fabrik Santo Petrus.[3] Fabrik Santo Petrus bertugas dalam menjaga kebersihan dan keamanan tingkat rendah atas Basilika Santo Petrus. Jumlah pekerjanya sebanyak 150 orang.[4] Kedua, layanan pastoral. Layanan ini diberikan oleh kumpulan imam dari Gereja Basilika Santo Petrus. Para imam ini disebut dengan nama Chapter. Jumlah imam yang melakukan pelayanan sebanyak 40 orang. Mereka bertugas mendengarkan pengakuan dosa, membuat jadwal misa dan ikut serta dalam liturgi kepausan.[3]

KegunaanSunting

Tempat pemakaman bagi Paus yang wafatSunting

Kegiatan teater dan drama di Basilika Santo Petrus tidak terlalu ramai dibandingkan ketika seorang Paus wafat. Paus yang wafat akan disemayamkan sementara di Basilika Santo Petrus sebelum dimakamkan. Tempat persemayamannya di bawah kubah basilika.[2] Basilika Santo Petrus telah menjadi tempat pemakaman bagi para Paus sejak abad ke-20 Masehi. Para Paus dimakamkan di makam bawah tanah basilika.[5]

Tempat pergantian posisi PausSunting

Basilika Santo Petrus juga dijadikan sebagai tempat pergantian posisi Paus. Paus baru ditetapkan beberapa hari setelah kematian Paus sebelumnya. Prosesinya berlangsung di balkon depan dengan peserta dari penganut Gereja Katolik Roma di Lapangan Santo Petrus. Pergantian Paus diliputi oleh suara genta dan lonceng. Genta kematian dibunyikan selama masa berduka dan kemudian digantikan dengan lonceng kebahagiaan ketika Paus yang baru terpilih.[5]

Peristiwa bersejarahSunting

Transisi kepausan Paus Yohanes Paulus II ke Paus Benediktus XVISunting

Pemakaman Paus Yohanes Paulus II di Basilika Santo Petrus pada April 2005 menjadi sejarah pertama dalam transisi kepausan yang dihadir dan diliput secara global. Prosesi pemakamannya diliput oleh beragam siaran televisi. Para peziarah yang datang berkunjung juga diwawancarai dan dicatat komentarnya yang berkaitan dengan liturgi. Kemudian kehadiran sebanyak 115 kardinal untuk memberikan suara dalam pemilihan Paus baru juga dilaporkan oleh para wartawan. Liputan global berlangsung hingga terpilihnya Kardinal Jerman yaitu Joseph Ratzinger sebagai Paus Benediktus XVI.[5]

PembiayaanSunting

Pembiayaan untuk keuangan bagi para imam dan Fabrik Santo Petrus berasal dari sumbangan sukarela dari para dermawan. Keuangan mereka mencukupi karena dikumpulkan selama berabad-abad dan tidak dapat dimiliki oleh siapapun. Namun, pada tahun 2003, keuangan di Basilika Santo Petrus mengalami penurunan nilai. Penyebabnya adalah uang tersebut diinvestasikan secara besar-besaran. Namun setelah investasi, nilai Euro mengalami penurunan.[6]

ReferensiSunting

Catatan kakiSunting

  1. ^ "The Dome". vaticanstate.va. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2015-11-08. Diakses tanggal 2017-03-28. 
  2. ^ a b Thavis 2014, hlm. 10.
  3. ^ a b Thavis 2014, hlm. 18.
  4. ^ Thavis 2014, hlm. 17.
  5. ^ a b c Thavis 2014, hlm. 11.
  6. ^ Thavis 2014, hlm. 19.

Daftar pustakaSunting

  • Thavis, John (2014). Buku-Buku Harian Vatikan [The Vatican Diaries]. Diterjemahkan oleh Sitepoe, Eta. Jakarta: Penerbit PT Elex Media Komputindo. ISBN 978-602-02-4021-3. 

Lihat pulaSunting

Pranala luarSunting