Bahasa Tomini

Bahasa Tomini (Tialo), adalah bahasa yang dituturkan oleh suku Tomini, di Sulawesi.[3] Suku Tomini tersebar di wilayah Kecamatan Tomini Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah.[4]

Tomini
Tialo
Dituturkan diSulawesi Tengah, Indonesia
Penutur bahasa
30,000  (2001)[1]
Kode bahasa
ISO 639-3txm
Glottologtomi1243[2]

Sejarah Suku TominiSunting

Suku Tomini, adalah suatu kelompok masyarakat yang mendiami daerah sekitar teluk Tomini yang berada di pantai timur Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah.[4]

Pada masyarakat suku Tomini ini ada suatu cerita tentang asal mula kejadian hidup ini ialah di suatu tempat di atas Pegunungan Palasa bernama Lembo Dayoan. Menurut cerita karena pertemuan langit dan bumi dan karena banyaknya kelompok etnis yang mendiami daerah Sulawesi Tengah, maka terjadi pulalah percampuran budaya dan bahasa di antara etnis tersebut. Kelompok yang tinggal di pantai bagian barat Kabupaten Donggala telah bercampur dengan suku Bugis dari Sulawesi Selatan dan suku Gorontalo. Sedangkan di bagian timur pulau Sulawesi, juga terjadi percampuran dengan suku Gorontalo dan suku Minahasa. Hal ini terlihat dari dialek daerah Luwuk dan sebaran suku Gorontalo di kecamatan Bualemo. Dari percampuran-percampuran inilah maka terjadi banyaknya ragam etnis di Sulawesi Tengah.[4]

Pada zaman dahulu, wilayah Tomini pernah memiliki kesultanan. Setiap suku dikepalai oleh seorang pemimpin secara turun temurun beserta dengan para pembantunya. Pada waktu itu ada 4 golongan masyarakat Tomini, yaitu kelompok raja, kaum bangsawan, rakyat dan budak.[5]

Permukiman suku Tomini berbentuk rumah panggung. Suku Tomini yang tinggal di daerah pesisir membangun rumah di sepanjang garis pantai teluk Tomini. Sedangkan yang lebih ke pedalaman dan dataran yang lebih tinggi membangun rumah di atas bukit dan lereng-lereng bukit.[5]

Sistem adat perkawinan suku Tomini adalah, seorang perantara merundingkan maskawin untuk mempelai perempuan yang tergantung dari status sosial perempuan tersebut. Pernikahan antar sepupu bisa diterima; dan poligami diizinkan walau tidak banyak dilakukan. Setelah menikah, pasangan pengantin biasanya tinggal dengan keluarga besar mereka, sampai anak pertama lahir.

Orang Tomini adalah mayoritas penganut agama Islam Sunni. Suatu aliran agama Islam yang berpegang pada tradisi ortodoks yang kuat dan fanatik, tetapi dalam dalam praktik keseharian mereka adalah orang-orang yang terbuka dan ramah, serta bisa menerima kehadiran siapa saja dengan terbuka.

Masyarakat suku Tomini sebagian hidup dengan menanam cengkih dan kopra. Beberapa di antara mereka mencari nafkah sebagai pedagang dan juga ikut dalam kegiatan penebangan kayu di hutan-hutan sekitar permukiman mereka. Beberapa yang lain melakukan kegiatan sebagai nelayan atau mengumpulkan hasil laut seperti rumput laut. Sedangkan bagi orang Tomini yang tinggal di daerah pegunungan pada umumnya hidup sebagai petani, mereka menanam padi di sawah atau ladang, dan juga membuka lahan kebun untuk tanaman jagung. Di luar kegiatan perladangan mereka juga memanfaatkan hasil hutan seperti mengumpulkan rotan.[5]

Bahasa Suku TominiSunting

Suku Tomini memiliki bahasa yang agak berbeda dengan bahasa Poso (Bare'e) dan bahasa Ledo. Suku Tomini sendiri memiliki 2 sub-suku, yaitu suku Tialo dan suku Lauje.[5] Istilah Tomini sendiri lebih merujuk kepada kelompok masyarakat yang berada di sekitar teluk Tomini. Sedangkan di teluk Tomini dihuni oleh beberapa kelompok masyarakat, seperti suku Lauje, Tialo, Bajau, Togian dan lain-lain. Tapi yang mengklaim diri sebagai penduduk asli daerah Teluk Tomini adalah suku Lauje dan suku Tialo, sehingga kedua suku inilah yang lebih sering disebut sebagai orang Tomini.[4]

Bahasa Tialo dituturkan di Kecamatan Moutong dan Tomini, Kabupaten Parigi Moutong dan didukung oleh 42.735 jiwa; sedangkan bahasa Lauje[6] dituturkan di Kecamatan Moutong, Tinombo, Tomini, Ampibabo, Kabupaten Parigi Moutong dan Kecamatan Dondo, Kabupaten Toli-Toli.[7]

Kamus Bahasa TominiSunting

Berikut adalah contoh Bilangan dalam Bahasa Tomini :

'einsa = satu

soung = satu

doluo = dua

totolu = tiga

apat = empat

lelima = lima

onom = enam

pepitu = tujuh

oalu = delapan

sesio = sembilan

sopulu = sepuluh

doopulu = duapuluh

limapulu = limapuluh

magatus = seratus

selibu = seribu

ReferensiSunting

  1. ^ Tomini di Ethnologue (ed. ke-18, 2015)
  2. ^ Hammarström, Harald; Forkel, Robert; Haspelmath, Martin, ed. (2019). "Tomini". Glottolog 4.1. Jena, Jerman: Max Planck Institute for the Science of Human History. 
  3. ^ Himmelmann, Nikolaus P. Sourcebook on Tomini-Tolitoli languages: General information and word lists. Pacific Linguistics. 511. Canberra: The Australian National University. doi:10.15144/PL-511. 
  4. ^ a b c d Setiawan, Samhis (2020-09-07). "Sejarah Suku Tomini". GuruPendidikan.Com. Diakses tanggal 2020-09-10. 
  5. ^ a b c d "10 Perkembangan Suku Lauje | Salah Satu Suku Di Sulawesi Tengah". Akhmad.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-09-18. 
  6. ^ Media, Kompas Cyber. "Mahasiswa FIB-UH Buat Buku Suku Lauje". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2020-09-18. 
  7. ^ Bahasa dan peta bahasa di Indonesia (edisi ke-Edisi kelima). Jakarta. ISBN 9786024373762 Periksa nilai: checksum |isbn= (bantuan). OCLC 1121443780. 

Pranala luarSunting