Bahasa Muna adalah salah satu bahasa yang dituturkan oleh Suku Muna, suku yang bermukim dijazirah Pulau Muna, Sulawesi Tenggara. Bahasa ini tergolong kelompok Bahasa Austronesia yang dituturkan terutama di Pulau Muna. Bahasa ini merupakan salah satu bahasa dunia yang terancam punah. Penuturnya semakin sedikit, yang diakibatkan oleh masyarakatnya yang lebih memilih menggunakan Bahasa Indonesia sebagai bahasa sehari hari. Bahasa ini merupakan bahasa dengan jumlah penutur yang semakin menurun tiap tahunnya.[1]

Muna
wamba Wuna
Dituturkan diSulawesi, Indonesia
WilayahPulau Muna, Pulau Buton
Penutur bahasa
tak diketahui (300.000; versi 1989)
Kode bahasa
ISO 639-3mnb

RujukanSunting

  1. ^ van den Berg, René (2014). "Juara Satu dan Dua: Membandingkan Situasi Kebahasaan Indonesia dan Papua Nugini". Linguistik Indonesia. 32 (2): 103–129. 

Bacaan lanjutanSunting

  • van den Berg, René (1987). "Beberapa Aspek Morfologi Kata Kerja Bahasa Muna". Lontara. 34: 43–52. 
  • van den Berg-Klingeman, Lydia (1987). "Klausa Relatif Bahasa Indonesia dan Bahasa Muna". Lontara. 34: 5–25. 
  • van den Berg, René (1989). A Grammar of the Muna Language. Verhandelingen van het Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde. 139. Dordrecht, Belanda dan Providence, AS: Foris Publications. ISBN 9781556713439. 
  • van den Berg, René (1991a). "Muna Dialects and Munic Languages: Towards a Reconstruction". Dalam Ray Harlow. Western Austronesian and Contact Languages: Papers from the Fifth International Conference on Austronesian Linguistics. VICAL. 2. Auckland: Linguistic Society of New Zealand. hlm. 21–51. 
  • van den Berg, René. "Muna historical phonology". Nusa. 33: 1–28. 
  • van den Berg, René (1995). "Forestry, Injections and Cards: Dutch loans in Muna". Dalam Connie Baak; Mary Bakker; Dick van der Meij. Tales from a Concave World: Liber Amicorum Bert Voorhoeve. Leiden: Projects Division Department of Languages and Cultures of South-East Asia and Oceania. hlm. 191–215. 

Pranala luarSunting