Bahasa Indonesia Peranakan

bagian dari rumpun bahasa Kreol

Bahasa Indonesia Peranakan atau Bahasa Peranakan adalah bahasa kreol yang dituturkan orang Peranakan.[2] Penuturnya tersebar di Jawa Tengah dan Jawa Timur.[3] Bahasa ini merupakan bahasa kreol, karena pada dasarnya merupakan bahasa Indonesia dan bahasa Jawa yang tercampur unsur-unsur bahasa Tionghoa di dalamnya, terutama dari bahasa Hokkien.

Bahasa Indonesia Peranakan
Dituturkan diIndonesia
WilayahJawa Tengah dan Jawa Timur.
Penutur
20.000 (Wurm dan Hattori 1981)
Kode bahasa
ISO 639-1-
ISO 639-2-
ISO 639-3pea
Status pemertahanan
C10
Kategori 10
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa telah punah (Extinct)
C9
Kategori 9
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa sudah ditinggalkan dan hanya segelintir yang menuturkannya (Dormant)
C8b
Kategori 8b
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa hampir punah (Nearly extinct)
C8a
Kategori 8a
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa sangat sedikit dituturkan dan terancam berat untuk punah (Moribund)
C7
Kategori 7
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa mulai mengalami penurunan ataupun penutur mulai berpindah menggunakan bahasa lain (Shifting)
C6b
Kategori 6b
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa mulai terancam (Threatened)
C6a
Kategori 6a
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa masih cukup banyak dituturkan (Vigorous)
C5
Kategori 5
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa mengalami pertumbuhan populasi penutur (Developing)
C4
Kategori 4
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa digunakan dalam institusi pendidikan (Educational)
C3
Kategori 3
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa digunakan cukup luas (Wider Communication)
C2
Kategori 2
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa yang digunakan di berbagai wilayah (Provincial)
C1
Kategori 1
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa nasional maupun bahasa resmi dari suatu negara (National)
C0
Kategori 0
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa merupakan bahasa pengantar internasional ataupun bahasa yang digunakan pada kancah antar bangsa (International)
10
9
8
7
6
5
4
3
2
1
0
EGIDS SIL EthnologueC7 Shifting
Bahasa Indonesia Peranakan dikategorikan sebagai C7 Shifting menurut SIL Ethnologue, artinya sebagian atau kebanyakan penutur mulai beralih menuturkan bahasa lain dalam kesehariannya atau bahasa ini telah tergeser oleh bahasa besar lainnya
Referensi: [1]
 Portal Bahasa
L • B • PW   
Sunting kotak info  Lihat butir Wikidata  Info templat

Bahasa Peranakan umumnya dipergunakan pada periode sebelum 1945. Setelah tahun 1945, para penuturnya beralih menggunakan bahasa Jawa dalam situasi rumah dan lingkungan sekitar dan bahasa Indonesia untuk situasi resmi dan tulisan.[4]

Tata Bahasa sunting

Bahasa Peranakan menunjukkan ciri-ciri bahasa sebagai berikut:[4]

  • Akhiran -in sebagai padanan akhiran -kan dan -i dalam bahasa Indonesia, contoh naikin untuk naikkan.
  • Akhiran -ken, berasal dari perubahan fonem -kan, contoh: salahken (salahkan).
  • Konstruksi demonstrative adjective + noun, contoh itoe waktoe (waktu itu).
  • Konstruksi punya, seperti saya punya ibu (ibu saya).
  • Konstruksi ada + verb, contoh Ia ada jadi kaponakan Ali (Dia adalah keponakan Ali).
  • Konstruksi bikin + verba untuk verba kausatif, contoh bikin jatuh ((meng-)jatuhkan).
  • Kata yang sebagai kata hubung, contoh "pangeran-moe barangkali kira yang dia lebih senang...." (Pangeranmu barangkali kira dia lebih senang...).
  • Kata bukan sebagai partikel negasi, alih-alih sebagai negasi kata benda, contoh bukan dipaksa (tidak dipaksa).

Kosakata sunting

Contoh beberapa kata bahasa Indonesia Peranakan adalah:

  • cepek: seratus
  • iso: bisa/dapat
  • sek: dulu/terlebih dahulu
  • taci: kakak perempuan
  • bibik: bibi
  • pasat: pasar
  • kamguan: beruntung

Lihat pula sunting

Pranala luar sunting

Referensi dan pranala luar sunting

  1. ^ "Bahasa Indonesia Peranakan". www.ethnologue.com (dalam bahasa Inggris). SIL Ethnologue. 
  2. ^ Indonesian, Peranakan Speaking Peoples - Joshua Project
  3. ^ Dituturkan orang Tionghoa
  4. ^ a b Rafferty, Ellen (1984-02). "Languages of the Chinese of Java—An Historical Review". The Journal of Asian Studies (dalam bahasa Inggris). 43 (2): 247–272. doi:10.2307/2055313. ISSN 0021-9118.