Bahasa Bima

bahasa dari Pulau Bima

Bahasa Mbojo atau Nggahi Mbojo adalah sebuah bahasa Austronesia yang dipertuturkan oleh suku Mbojo di Pulau Sumbawa bagian timur, Nusa Tenggara Barat yang terdiri dari Bima, Dompu dan sebagian wilayah di Manggarai NTT.[1] Selain itu, bahasa Mbojo juga tersebar pada beberapa wilayah di Kabupaten Sumbawa dan Pulau Lombok. Khusus di NTT, bahasa Bima dituturkan di daerah Reo, Pota, dan Manggarai.

Bahasa Mbojo (Bima-Dompu)
Mbojo[1]
Dituturkan diIndonesia
WilayahPulau Sumbawa bagian timur
Penutur bahasa
500.000 (1989) (tidak tercantum tanggal)
Kode bahasa
ISO 639-1-
ISO 639-2-
ISO 639-3bhp

Aksara Mbojo (Bima-Dompu)Sunting

Bahasa Mbojo (Bima-Dompu) memiliki jenis sistem tanda grafis tertentu (aksara) yang disebut dengan aksara aksara Mbojo. Aksara Mbojo berkaitan dengan aksara Bugis. Hal ini menjadi salah satu tanda keterkaitan antara Bima dan Bugis. Aksara Mbojo diperkirakan telah digunakan sejak abad ke-14. Aksara Mbojo telah digunakan untuk menulis buku dan catatan kerajaan di Kerajaan Bima. Kemudian, ketika pada abad ke-17, masyarakat Bima mulai menggunakan bahasa Melayu yang ditulis dengan aksara Arab[2]. Hal ini dikarenakan pada saat itu masyarakat Bima telah memeluk agama Islam. Aksara Mbojo memiliki 18 karakter utama.

Orang Bima-Dompu (Dou Mbojo)Sunting

Orang Bima, atau Dou Mbojo, dalam hal memperindah penggunaan bahasa senantiasa menggunakan Pantun Patu atau kapatu; dalam hal kapatu ini ada bermacam kapatu Mbojo yang dapat diutarakan, di antaranya: Patu Cambe (balas pantun), Patu Kaboha (pantun sindiran).[butuh rujukan]

Adapun contoh pantun yang dimaksud adalah:

Patu Cambe

A: "Gaga au na gaga nggomi ari siwe, pahu mpa ipi Gaga na madaku wati kone ngawana gogu." [cantiknya rupamu adinda, saking cantiknya hingga mataku tak bisa tidur] B: "ta be ku mpori cewu ndadii ili kai weki ta amaniaku ma loa Roi cowa, kombi wara ntau ta ma moda ndi da loa kai ta maru mada." [di mana yah rumput ilalang untuk menyembunyikan diri dari lelaki yang pandai membual, mungkin ada milikmu yang hilang hingga matamu tak bisa tertidur]

DialekSunting

Sebaran bahasa Mbojo terdapat di Kabupaten Bima, Kota Bima, dan Kabupaten Dompu. Bahasa Bima terdiri dari empat dialek, yaitu:[1] Diarsipkan 2019-02-12 di Wayback Machine.

  • dialek Serasuba;
  • dialek Wawo;
  • dialek Kolo; dan
  • dialek Kore

Dialek Serasuba

Dialek Serasuba adalah dilaek yang dituturkan di Kecamatan Rasanae Barat, Kecamatan Rasanae Timur, Desa Kanca, Desa Ncandi, Desa Risa, Desa Ntonggu, Desa Laju, Desa Sambori, Desa Sari, Desa Sangiang, dan Desa Renda (Kabupaten Bima); Desa Karamabura; Desa Adu, Desa Bara, Desa Riwo, Desa Soro, Desa Mbuju, Desa Soriutu, Desa Pekat, Desa O'o, dan Desa Kandai II (Kabupaten Dompu).

Dialek Wawo

Dialek Wawo adalah dilaek yang dituturkan di daerah Sambori dan Tarawali (Kabupaten Bima).

Dialek Kolo

Dialek Kolo adalah dilaek yang dituturkan di Desa Kolo (Kabupaten Bima).

Dialek Kore

Dialek Kore adalah dilaek yang dituturkan di Desa Taloko (Kabupaten Bima).

Percakapan DasarSunting

  • Bune haba? = Apa kabar?
  • Haba tahopa = Kabar baik.
  • Cou ngara ta = Siapa namamu?
  • Ngara mada (sopan)/nahu (tidak sopan) .... = Nama saya ....
  • Ta be uma ta? = Di mana ruma Anda?
  • Uma mada/nahu aka .... = Rumah saya di ....
  • Dou ta be? = Orang mana?
  • Mada dou .... = Saya orang ....
  • Loa ja ita bantu mada? = Bisakah Anda membantu saya?
  • Buneku cara na lao aka kota = Bagaimana cara untuk pergi ke kota?
  • Sabune ta co-i na? = Berapa harganya?
  • Santabe ta = Permisi/Silakan
  • Tarima kasi = Terima kasih
  • Mboto kangampu = Banyak maaf/mohon maaf
  • Mai ta lao aka Mbojo = Ayo pergi ke Bima.
  • Wa-u ra ngaha = Sudah makan?

ReferensiSunting

  1. ^ a b Bima Speaking Peoples - Joshua Project
  2. ^ Tube, Aksara (Rabu, 17 Januari 2018). "aksaratube: Aksara Mbojo". aksaratube. Diakses tanggal 2019-02-10. 

Pranala luarSunting